HUKUM WANITA BEPERGIAN ( SAFAR ) TANPA MAHRAM

Bagaimana hukum wanita bepergian ( safar) tanpa mahram? Dalam hal ini sebenarnya tidak ada pertentangan di kalangan ulama tentang larangan safar seorang wanita lebih dari sehari semalam tanpa Mahram. Namu ketika memahami illat ( sebab munculnya hukum) terkait larangan safar,para ulama berbeda pendapat.

Pendapat pertama tetap menggunakan keumuman dalil atas larangan safar, tanpa ada syarat dan sebab-sebab yang bisa diterima. Sedang pendapat kedua, menggunakan kaedah yang intinya , wanita bisa safar tanpa disertai mahram, asal dilakukan rombongan para wanita yang secara gholabatu adz-adzan ( dugaan kuat) dijamin aman dan tidak menimbulkan fitnah. Misalnya dalam hal safar  haji di zaman sekarang ini. Dalam hal ini penulis hanya memaparkan kedua pendapat yang berseberangan dan kami rangkum seperti dibawah ini.

Dalil Larangan Wanita Berpergian tanpa Mahram

  1. Ibnu Umar rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda yang artinya,”Tidak diperbolehkan bagi wanita untuk bepergian selama tiga hari kecuali bersama mahromnya.”.”
  2. Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Tidak halal bagi wanita untuk bepergian sejauh perjalanan sehari semalam kecuali bersama mahromnya.” (Muttafaqun ‘alaihi).
  3. Hadist Ibnu Abbas: radhiyallahu ‘anhumabahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabdas :

“Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita dan janganlah sekali-kali seorang wanita bepergian kecuali bersama mahramnya”. Lalu ada seorang laki-laki yang bangkit seraya berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah mendaftarkan diriku untuk mengikutu suatu peperangan sedangkan istriku pergi menunaikan hajji”. Maka Beliau bersabda: “Tunaikanlah hajji bersama istrimu” (HR Bukhori)

Dalil Bolehnya Wanita Safar tanpa Mahram

  1. Seorang wanita muslimah dibolehkan melaksanakan ibadah haji tanpa mahram.  Dan mahram bukanlah syarat wajib haji bagi seorang wanita muslimah. Ini adalah pendapat Hasan Basri, Auza’I, Imam Malik Syafi’I, dan Ahmaddalam salah satu riwayat dari beliau, serta pendapat Dhahiriyah. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Taimiyah dalam riwayat terakhir beliau. (al-Majmu’: 8/382, al-Furu’: 3/ 177). Juga diriwayatkan dari al-Karabisi salah satu ulama Syafi’iyah yang membolehkan wanita melakukan safar mustahab tanpa disertai mahram.
  2. Imam Malik menyatakan bahwa mahram bisa diganti dengan rombongan wanita yang bisa dipercaya selama perjalanan aman. Berkata Imam al Baji al-Maliki :

“Adapun yang disebut oleh sebagian ulama dari teman-teman kami, itu dalam keadaan sendiri dan jumlah yang sedikit. Adapun dalam keadaan jumlah rombongan sangat banyak, sedang jalan – yang dilewati – adalah jalan umum yang ramai dan aman, maka bagi saya keadaan tersebut seperti keadaan dalam kota yang banyak pasar-pasarnya dan para pedagang yang berjualan, maka seperti ini dianggap aman bagi wanita yang bepergian tanpa mahram dan tanpa teman wanita. “ (al-Muntaqa : 3/17)

  1. “Dari Aisyah tatkala ada orang yang menyampaikan kepada beliau bahwa mahram adalah syarat wajib haji bagi wanita muslimah, beliau berkata:  “Apakah semua wanita memiliki mahram untuk pergi haji?!” (Riwayat Baihaqi)
  2. Kaidah Fiqhiyah.

“ Dalam masalah ibadah mahdha dasarnya adalah  ta’abbud, ( menerima apa adanya tanpa dicari-cari alasannya, seperti jumlah rekaat sholat) dan dalam masalah mu’amalat dasarnya adalah ta’lil.( ilat syar’iyyah) ”

  1. “Apa-apa yang diharamkan karena dzatnya, tidaklah dibolehkan kecuali dalam keadaan darurat, dan apa-apa yang diharamkan dengan tujuan menutup jalan ( kemaksiatan ), maka dibolehkan pada saat dibutuhkan “

Demikian seputar hukum safar bagi wanita tanpa mahrom. Terlepas dari perbedaan pendata di atas, kedua-duanya memiliki pendapat  ( hujjah) yang masuk dalam ra’yul islamiy dan harus dihormati.  Untuk mengetahui jarak atau batas safar bisa diklik hukum  safar dan jarak safar. Arif TH AL Qondaly.

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

CELAKA BAGI ORANG YANG CURANG

TAFSIR QS. AL MUTHOFFIFIN ( 83 ) AYAT 1-6

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ .  الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ  .  وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ  .  أَلا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ  .  لِيَوْمٍ عَظِيمٍ  .  يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (1) (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi (2) dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.(3) Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan (4) pada suatu hari yang besar (5) yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?(6) ( QS. Al Muthoffifin : 1-6)

 KetikaNabi SAW baru sampai di Madinah, kota tersebut terkenal dengan penduduknya yang curang. Kemudian turun surat yang Al Muthoffifin ayat 1,

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. ( 83:1).

Suatu hari Hilal Ibn Talq bertanya kepada Ibnu Umar, Siapakah manusia yang paling baik dan paling memenuhi dalam memakai takaran? Penduduk Makkah atau Madinah? Ibnu Umar menjawab : Sudah seharusnya bagi mereka berbuat demikian  tidakkah negkau mendengar firman-Nya Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. ( 83:1).

Kata wailun, adalah bentuk adzab yaitu adzab jahannam, yaitu bagi orang yang curang. Makna thaffif disini adalah curang dalam memakai takaran dan timbangan,yang adakalanya meminta tambahan bila menagih dan mengurangi jika membayar kepada mereka. Oleh karena itu orang yang curang itu dijelaskan dalam ayat berikutnya :

الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ

(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi (83:2)

Yakni bila mereka menerima takaran dari orang lain ,maka mereka meminta supaya dipenuhi dan diberi tambahan.

وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ

dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. (83:3)

Dalam ayat lain Allah dengan tegas untuk menegakkan timbangan sebagaimana firmanNya dalam surat Ar Rohman ayat 9 :

وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ

Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. ( QS. 55: 9)

Dan Allah telah membinasakan kaum Syu’aib dan menghancurkannya disebabkan mereka curang terhadap orang lain dalam melakukan timbangan.

Kemudian Allah SWT berfirman :

أَلا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ . لِيَوْمٍ عَظِيمٍ

Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan (4) pada suatu hari yang besar (5)

Iman senantiasa menyatukan  antara kepercayaan terhadap eksistensi Allah sebagai sang khaliq dan kepastian akan hari akhir. Keyakinan terhadap Allah dan hari berbangkit itu mendorong seseorang senantiasa takut untuk melanggar perintah-perintahNya  dan larangan-larangan-Nya.

Orang yang biasa menakar timbangan ( curang) itu hakekatnya tidak takut dengan hari berbangkit. Yang di hari itu mereka akan diberdirikan dihadapan Tuhan Yang mengetahui semua isi dan rahasia,  untuk dimintai pertanggungjawaban.

Lalu Allah SWT mengingatkan bahwa pada hari kebangkitan tersebut setiap manusia tidak terkecuali akan berdiri menghadap hari perhitungannya masing-masing, sebagaimana firmanNya :

يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?(83: 6)

ImamMalik telah meriwayatkan dari Nafi’, dari Ibn Umar r.a. bahwasanya  nabi SAW pernah bersabda :

: Di hari ketika manusia berdiri di adapan Tuhan semesta alam, sehingga seseorang dari mereka tenggelam ke dalam keringatnya sampai sebatas pertengahan hidungnya.

Imam Muslim telah  menceritakan, dari Al Hakam Ibnu Musa dari Yahya ibnu Hamzah, bahwa Nabi SAW telah bersabda :

Apabila hari kiamat terjadi matahari didekatkan kepada semua hamba sampe jarak satu atau dua mil. Sinar matahari memanggang mereka, maka keringat mereka sesuai dengan kadar amal perbuatan masing-masing. Diantara mereka ada yang keringatnya hanya sampai kedua mata kakinya, diantara mereka ada yang smapai kedua lututnya, diantara mereka ada yang smaapi pinggangnya, diantara mereka ada yang benar-benar ditenggelamkan keringatnya.

 Dalam hadits lain disebutkan mereka berdiri selama 70 tahun tanpa ada yang bicara. Pendapat lainnya mengatakan mereka berdiri selama 300 tahun dna menurut pendapat lainnya 40.000 tahun lalu dilakukan peradilan diantara mereka dalam masa yang lamanya 10.000 tahun sebagaimana disebutkan dalam kitab shahih muslim melalui Abu Hurairah secara marfu. Sedang dalam sehari setara dengan 50.000 tahun.

Nabi SAW bersabda : Maka apabila kamu telah mengungsi di peraduanmu, mohonlah perlindungan kepada Allah SWT dari kesusahan di hari kiamat dan hisab yang buruk.

Rasul bersabda :

Bahwa Rasulullah SAW membuka qiyamul Lail dengan membaca takbir 10 X, tahmid 10 X dan tasbih 10X dan istighfar 10 x kemudian berdoa, Ya Allah beriah ampunan bagiku, berilah aku petunjuk, berilah aku rizki, dan berilah aku kesejahteraan, Lalu berlia berlindung kepada Allah dari sempitnya tempat berdiri di hari qiamat.

Amalan agar diringankan di padang mahsyar

وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلا طَوِيلا . إِنَّ هَؤُلاءِ يُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَاءَهُمْ يَوْمًا ثَقِيلا

Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. (26) Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat).(27) [ QS. Al Insan 76 : 26-26]

Ibnu Abbas berkata : Barangsiap ingin mendapatkan keringanan akan lamanya berdiri di padang mahsyar,maka hendaklah ia memperhatikan dirinya kepada Alah dengan lamanya berdiri, rukuk dan sujud dalam qiyamul lail ( Ibnu Jarir dalam Tafsirnya)

 Referensi :

Kitab Tafsir Ibnu Katsir Juz 30
Tafsir Jalalain/ Juz 30/Hal 587
 

 

HUKUM BERSERIKAT DALAM QURBAN ( PATUNGAN QURBAN )

Banyak dikalangan ummat Islam yang berselisih paham tentang hukum Patungan ( berserikat) dalam qurban. Padahal secara dalil telah jelas diterangkan Rasulullah SAW. Berikut tinjauan dalil tentang hukum Patungan ( berserikat) dalam ibadah qurban.

Dalil bolehnya berserikat (patungan) 7 orang di seekor sapi adalah hadits dari Jabir Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata:

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَشْتَرِكَ فِي الإِبِلِ وَالْبَقَرِ كُلَّ سَبَعَةٍ مِنَّا فِي بَدَنَةٍ

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan kami patungan pada sesekor unta dan sapi. Setiap 7 orang dari kami berserikat dalam satu ekor.” (HR. Muslim)

Dibolehkan urunan/patungan/berserikat  masimal 7 orang untuk qurban sapi atau onta. Namun tidak dibolehkan urunan lebih dari 7 orang untuk qurban sapi. Imam Ibnu Utsaimin mengatakan:

وتجزئ الواحدة من الغنم عن الشخص الواحد ، ويجزئ سُبع البعير أو البقرة عما تجزئ عنه الواحدة من الغنم ….  وإذا اشترك اثنان فأكثر في ملك أضحية يضحيان بها ، فهذا لا يجوز ، ولا يصح أضحية إلا في الإبل والبقر إلى سبعة فقط ، وذلك لأن الأضحية عبادة وقربة إلى الله تعالى ، فلا يجوز إيقاعها ولا التعبد بها إلا على الوجه المشروع زمناً وعددا وكيفية.

Satu kambing sah untuk qurban satu orang. Sementara sepertujuh onta atau sapi, sah untuk qurban senilai satu kambing. Jika ada dua orang atau lebih, urunan untuk qurban satu kambing, kemudian mereka jadikan qurban, ini hukumnya tidak boleh, dan qurbannya tidak sah, kecuali untuk onta atau sapi, maksimal 7 orang saja. Karena qurban adalah ibadah kepada Allah. Karena itu, tidak boleh dilaksanakan kecuali dengan aturan yang ditetapkan syariat, baik terkait waktu, jumlah orang yang ikut, atau tata caranya. ( Risalah Fiqhiyah, hlm. 58 – 59).

Sedangkan dalil satu ekor kambing boleh untuk satu orang dan anggota keluarganya adalah hadits dari Abu Ayyub Radhiyallahu ‘Anhu, “Ada seseorang di zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berqurban seekor kambing untuk dirinya dan anggora keluarganya, lalu mereka makan dan membagikannya.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Al-Tirmidzi dan beliau menyahihkannya)

Seekor kambing hanya untuk qurban satu orang dan boleh pahalanya diniatkan untuk seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak atau bahkan yang sudah meninggal dunia.

كَانَ الرَّجُلُ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُضَحِّى بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ

Pada masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ada seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.” [ HR. Tirmidzi no. 1505, Ibnu Majah no. 3138. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Al Irwa’ no. 1142.]

Asy Syaukani mengatakan, “(Dari berbagai perselisihan ulama yang ada), yang benar, qurban kambing boleh diniatkan untuk satu keluarga walaupun dalam keluarga tersebut ada 100 jiwa atau lebih. [Nailul Author, Asy Syaukani, 8/125, Mawqi’ Al Islam.]

Demikian penjelasan mengenai hukum patungan/urunan/berserikat dalam qurban, dan telah jelas dan tidak ada keraguan lagi. Sehingga dibolehkan maximal 7 orang untuk patungan qurban sapi, dan untuk kambing hanya 1 orang untuk satu ekor kambing. Sedang pahalanya bisa utuk 1 keluarga. Allahu a’lam bi ash-showab.

 

 

 

 

DOA SORE HARI SEORANG MUSLIM

بسم الله الرحمن الرحيم

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Amsaynaa wa amsal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzihil lailah wa khoiro maa ba’dahaa, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzihil lailah wa syarri maa ba’dahaa. Robbi a’udzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

Artinya:

“Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur. [ HR Muslim No. 2723 ]

 

 

DOA PAGI HARI SEORANG MUSLIM

بسم الله الرحمن الرحيم

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

Artinya:

“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.” [ HR. Muslim No. 2723 ]

CARA RUQYAH MANDIRI

RUQYAH MANDIRI. Ruqyah mandiri adalah teknik terapi mandiri dengan membacakan do’a do’a perlindungan diri dari syetan dan dengan bacaan ayat-ayat al qur’an.  Tujuannya adalah sebagia pengobatan seseorang  yang terkena gangguna jin kafir yang masuk ke dalam tubuhnya.

Setiap muslim hendaknya bisa melakukan ruqyah mandiri, mulai dari yang paling sederhana hingga yang lebih lengkap. Bahkan seorang muslim hendaknya senantiasa membaca do’a perindungan secara rutin serta membaca al qur’an, kendati tidak dalam kondisi mendapat gangguan jin di dalam tubuh.

Langkah yang harus dilakukan dalam ruqyah mandiri [ cara singkat] adalah :

  1. Ambil air wudhu terlebih dahulu
  2. Shalat taubat 2 rakaat, dan mohon ampunan Allah SWT atas dosa-dosa yang pernah diperbuatnya.
  3. Mulai membaca do’a perlindungan dari syetan dan diulang-ulang setidaknya 3x
  4. Membaca al Fatihah 3 x
  5. Membaca surat al Baqoroh ayat 1-5
  6. Membaca Ayat Kursy dan dua ayat sesudahnya
  7. Membaca 3 ayat terakhir surat al baqoroh
  8. Membaca 3Qul ( Al Ikhlash, Al Falaq dan Annas)
  9. Setiap ayat al Qur’an dibaca diatas telapak tangan seperti posisi berdo’a, lalu ditiup di telapak tangan kemudian di usap ke seluruh tubuh.

Beberapa doa perlindungan yang biasa dipakai dari Hadits Nabi SAW untuk ruqyah adalah sebagai berikut :

حَسْبُنَااللهُ وَنِعْمَ الْوَ كِيْلُ،نِعْمَ الْمَوُلَىوَنِعْمَ النَّصِيْرُ

“hasbunalahu wa ni’mal wakiil ni’mal mawla wa ni’man nashir”

“Cukuplah Allah bagi kami dan dia sebaik-baik pemimpin, sebaik-baik pelindung, sebaik penolong.”

اعُوْذُ بِكَلِمَا تِ اللهِ التَّا مَّا تِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

a’uudzu bikalimaatillaahit taammati min syarrimaa kholaq”

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan”.

بِسْمِ اللهِ الَّذِ يْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْ ءٌ فِي ْالأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَا ءِ وَهُوَالسَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

“bismillahilladzii laa yadzurru ma’asmihi syaiun fiardzi wa laa fissamaa’ wa huwassamii’ul’aliim”

“Dengan nama Allah Yang karena bersama nama-Nya tidak ada sesuatu apapun dilangit atau di bumi mampu mendatangkan bahaya, dan Dialah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

اسْأَلُ اللهَ اْلعَظِيْمَ رَبَّ اْلعَرْ شِ اْلعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكُ

[asalullaha al’adhiim rabbu al’arsyi al’adhim ayyasyfiyak]

“Aku  memohon kepada Allah yang Maha Agung, Pemilik singgasana yang agung, semoga Dia menyembuhkan kamu sekalian.”

اَللَّهُمَّ أَذْهِبِ اْلبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ، اِشْفِ وَ أَنْتَ ا لشَّا فِيْ لاَ شِفَاءَ إِلاَّشِفَا ؤُكَ شِفَاءًلاَ يُغَادِرُسَقَمًا

“Ya Allah, hilangkan penyakit ini, wahai Penguasa seluruh manusia, sembuhkanlah ! Engkaulah yang menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, sembuhkanlah dengan kesembuhan sempurna tanpa meninggalkan rasa sakit.”

 بِاسْمِ اللَّهِ (3×)

أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ (7×)

[Dengan menyebut nama Allah, dengan menyebut nama Allah, aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari kejelekan yang aku dapatkan dan aku waspadai] (HR. Muslim no. 2202)

Demikian do’a-do’a ruqyah yang datang dari Nabi SAW. Untuk ayat -ayat ruqyah bisa klik ayat-ayat ruqyah di sini. wallahu a’lam bi ash-showab | Arif Tri  Al Qondaly

SETAN DIBELENGGU DI BULAN RAMADHAN, BENARKAH?

Banyak pertanyaan seputar masalah apakah setan dibelenggu di bulan ramadhan? , karena  antara dalil dan fakta seakan-akan bertentangan, padahal  hanya pemahaman fakta  yang kurang tepat.  Disatu sisi setan dibelenggu dan disisi lain, kemaksiatan tetap ada. Bahkan kami menemukan setidaknya dua kali kasus dan diminta ruqyah orang kesurupan jin di bulan ramadhan. Lantas benarkah setan dibelenggu di bulan ramadhan? Mengapa masih ada yang kesurupan di bulan ramadhan?

Dalil tentang belenggu setan di bulan ramadhan.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

اذا كان اول ليلة من رمضان صفدت الشياطين ومردة الجن

“Ketika malam pertama bulan ramadhan datang, para setan dan pembangkang dari kalangan jin dibelenggu” [ HR.Tirmidzi dalamkitab ash-shoum]

اذا جاء رمضان فتحت ابواب الرحمة و غلقت ابواب النار و صفدت الشياطين

Apabila bulan ramadhan datang, pintu-pintu ramhad dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu [ Muttafaq ‘alaih ]

Mengenai soal “setan dibelenggu di bulan ramadhan”, ulama berbeda pendapat, pertama, memahami textual hadits [ bentuk dhahir hadits], bahwa setan benar-benar dibelenggu. Dan Kedua, ulama yang menganggap belenggu atas setan tidak berarti setan tidak bisa mengganggu manusia,hanya saja gangguannya berkurang karena puasa.

Sebelum kami jelaskan bagaimana di bulan ramadhan seseorang bisa kesurupan, alangkah baiknya kami  jelaskan terlebih dahulu bagaimana manusia bisa menderita kesurupan.

Bagaimana proses masuknya jin dalam tubuh hingga terjadi Kesurupan?

Ibnu Hazm berkata, “ Benar, bahwa setan dapat mengganggu manusia, karena Allah telah memberikan kemampuan kepadanya untuk melakukan hal tersebut sebagaimana yang dijelaskan Al Qur’an. Dia memasukinya melalui tabiatnya yang serba hitam, dan asap ( kabut) buruk yang naik dari sebagian organ tubuh menuju otak. “[ Al Fashlu fil Milal wan Nihaal:5/14]

Asap atau kabut yang dimaksud Ibnu Hazm itu adalah nyala api, sebagaimana firman Allah SWT QS Ar Rahman ayat 15 :

وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ

Dan Dia menciptakan jin dari nyala api [ QS. 55:15]

Pada tingkatan ini dimana jin sudah masuk ke dalam otak, disinilah terjadi kesurupan sehingga dia berbicara sesuatu seperti orang gila. Pada sebagian kasus dia setengah  sadar  saat  berucap atau berbuat .

Pada kondisi  jin tidak sampai mengendalikan otak, maka kesurupan [ takhobbusu] tidak terjadi, namun gangguan tetap terjadi karena jin tersebut berada dalam aliran darah manusia. Akibatnya banyak diantara manusia yang menderita berbagai penyakit diakibatkan gangguan jin dalam tubuhnya.  Setan [ Jin] masuk dalam tubuh manusia melalui aliran darah lalu dia bisa berpindah-pindah dan menguasai tubuh manusia, sebagaimana sabda Nabi SAW :

ان الشيطان يجرى من الانسان مجرى الدام

Sesungguhnya syaithon berpindah-pindah di dalam tubuh manusia memalui aliran darah” [ HR. Bukhari 4/282].

Bagaimana dengan orang yang “kesurupan jin” dibulan ramadhan?

Abu Hatim, Ibnu Hibban dan ulama lainnya menjelaskan bahwa maksud hadits tersebut  bukan menafikkan kejahatan sama sekali, tetapi memperkecil kejahatan, karena lemahnya setan-setan. [ syeikh Wahid Abdussalam Bali, Ruqyah Jin,sihir dan terapinya, hal 65].

Menurut kami, ada dua keadaan dimana seseorang kesurupan di bulan ramadhan, Pertama. Lemahnya Iman kepada Allah SWT dan sedikitnya taqorrub ilallah [ kedekatan diri kepada Allah]. Pada kondisi pertama ini, orang  akan mengalami kesurupan biasanya dalam kondisi salah satu dari 4 kondisi : sangat takut, sangat sedih [hingga mudah melamun] , terlalu syahwat atau terlalu marah.  Kedua, orang yang sesungguhnya dalam tubuhnya sudah  ada jin yang tinggal sebelum puasa, karena amalan yang bid’ah atau karena mendatangi dukun, atau karena dicintai jin, atau sebab-sebab lainnya,  maka ketika seseorang berpuasa, membaca qur’an dan beramal shaleh, jin dalam tubuh merasa terganggu dan akhirnya bereaksi dan terjadilah kesurupan.

Itulah sebabnya mengapa seseorang bisa kesurupan di bulan ramadhan. Uraian diatas juga sebagai jawaban bahwa belenggu atas syetan di bulan ramadhan tidak menafikkan seluruh  gangguannya atas manusia, hanya memperkecil kejahatannya saja. Allahu a’lam bi ash-showab. [Arif Al Qondaly]

 

 

EMPAT AMALAN UTAMA RAMADHAN

Banyak amalan-amalan  utama dibulan ramadhan yang semestinya kita perhatikan. Diantara amal-amal di  bulan ramadhan itu ada 4 amalan yang sangat utama yang sebaiknya diperhatikan setiap muslim ketika memasuki bulan ramadhan.

(1). Perbanyak Taubat

 Mari kita renungkan hadits nabi SAW ini :

 رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلاَهُ الْجَنَّةَ

“Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang disebutkanku, lalu dia tidak bershalawat atasku. Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang datang kepadanya Ramadhan kemudian bulan tersebut berlalu sebelum diampuni untuknya (dosa-dosanya). Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang mendapati kedua orangtuanya lalu keduanya tidak memasukkannya ke dalam surga.” (HR. Tirmidzi).

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَار
وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ

“Wahai hamba-hambaKu! Setiap siang dan malam kalian senantiasa berbuat salah, namun Aku mengampuni semua dosa. Karena itu, mohonlah ampunanKu agar Aku mengampuni kalian.” (Hadits Qudsi Riwayat Muslim 4674)

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran ayat 133)

(2). Perbanyak Tilawatul Qur’an

Nabi SAW bersabda :

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Alquran, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

Tidaklah berkumpul sebuah kaum di salah satu rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya, kecuali akan turun ketentraman kepada mereka, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut mereka ke hadapan makhluk di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

(3). Banyak Sedekah

Sebagaimana taubat, maka sedekah juga bisa menghapus dosa , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

والصدقة تطفىء الخطيئة كما تطفىء الماء النار

  “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di dalam Shahih At Tirmidzi, 614)

Orang yang sedekah dapat masuk pintu di syurga dengan pintu khusus, sebagaimana sabdanya :

من أنفق زوجين في سبيل الله، نودي في الجنة يا عبد الله، هذا خير: فمن كان من أهل الصلاة دُعي من باب الصلاة، ومن كان من أهل الجهاد دُعي من باب الجهاد، ومن كان من أهل الصدقة دُعي من باب الصدقة

“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah. (HR. Bukhari no.3666, Muslim no. 1027

Dapat pahala puasa orang yang sedekah pada orang yang puasa  sebagaimana sabdanya :

مَنْ فَطَرَ صَائِمًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ وَلَا يَنْقُصُ مِنْ اَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ

 Barang siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu” (Shohih Nasa’i dan Tirmidzi)

 (4). Lakukan  I’tikaf dan Berdo’a di Malam Lailatul Qodar

Keutamaan I’tikaf

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Thabrani dan Baihaqi, walau sebagian ulama tidak bersepakat atas keshohihannya namun hadits ini dapat diterima dan digunakan untuk keutamaan amal, dalam hal ini adalah i’tikaf:

عن ابن عباس رضى الله عنهما “ومن اعتكف يوما ابتغاء وجه الله جعل الله بينه وبين النار ثلاتة خنادق) كل خندق أبعد مما بين الخافقين . رواه الطبرانى والبيهقى والحاكم وصححه

Dari ibnu Abbas ra: “Barang siapa beri’tikaf satu hari karena mengharap keridhoaan Allah, Allah akan menjadikan jarak antara dirinya dan api neraka sejauh tiga parit, setiap parit sejauh jarak timur dan barat. (HR. Thabrani, Baihaqi dan dishohihkan oleh Imam Hakim)

Imam Al-Khatib dan Ibnu Syahin meriwayatkan hadits dari Tsauban ra meriwayatkan:

من اعتكف نفسه ما بين المغرب والعشاء فى مسجد جماعة لم يتكلم إلا بصلاة وقرآن كان حقا على الله تعالى أن يبنى له قصرا فى الجنة “.

Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang beri’tikaf antara Maghrib dan Isya di ةasjid, dengan tidak berbicara kecuali sholat dan membaca Al-Quran, maka Allah berhak membangunkan untuknya istana di surga.”

Do’a di Malam Lailatul Qodr

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab, “Katakanlah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ  تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ [Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku].” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Demikian empat amalan utama di bulan ramadhan, semoga menambah semangat kita untuk beribadah secara sungguh-sungguh di bulan yang penuh rahmat dan maghfirah ini. ( Arif Al Qondaly)

 

 

 

 

Arab Saudi Minta Qatar Hentikan Bantuan kepada Hamas

JALUR GAZA, PALESTINA (voa-islam.com) – Hamas mengungkapkan keterkejutannya pada hari Rabu (7/6/2017) atas permintaan Arab Saudi bahwa Qatar mengakhiri dukungannya terhadap gerakan perlawanan Palestina tersebut ketika ketegangan meningkat antara negara-negara Teluk Arab.

Arab Saudi dan sekutunya memutuskan hubungan dengan Qatar pada hari Senin setelah menuduh negara kaya gas itu mendukung ekstremisme di wilayah tersebut.

Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir mengatakan bahwa untuk membangun kembali hubungan, Doha harus mengurangi dukungannya terhadap kelompok “ekstremis”, termasuk Hamas.

Dia mengatakan Qatar mendukung Hamas, yang menjalankan Jalur Gaza, “merongrong Otoritas Palestina.”

Dalam sebuah pernyataan di situsnya, Hamas mengatakan bahwa partai tersebut merasa “sangat keberatan dan tidak setuju” atas pernyataan Saudi tersebut.

“Pernyataan ini mengejutkan orang-orang Palestina dan negara Arab dan Islam kita, yang menganggap kasus Palestina adalah penyebab utamanya,” kata pernyataan tersebut.

Hamas memenangkan pemilihan parlemen Palestina pada tahun 2006 namun tetap masuk daftar hitam sebagai kelompok teroris oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Gerakan perlawanan Palestina itu merebut Gaza dalam sebuah hampir perang sipil dengan pasukan yang setia kepada presiden Palestina Mahmud Abbas pada tahun 2007. Kedua faksi tersebut sejak itu telah berselisih.

Hamas telah bertempur dalam tiga perang dengan Zionis Israel sejak 2008, dan negara Yahudi tersebut memberlakukan blokade yang melumpuhkan di Gaza.

Qatar telah menyediakan ratusan juta dolar untuk rekonstruksi Gaza sejak konflik terakhir dengan Israel pada tahun 2014. (st/Nahar)

Komentar Redaksi :

Negara macam apa Arab Saudi itu?,  terhadap HAMAS yang ingin mengambil hak wilayahnya yang di rampas Israel dikatakan Extrimis/Teroris, dan Qotar yang ingin membantu sesama saudaranya seiman dilarang?  Apakah perang dalam rangka mengambil wilayahnya sendiri dikatakan terorisme?  Ya Allah Sadarkanlah Mereka…

HUKUM BERGABUNG DENGAN IDB ( Bank Pembangunan Islam)

Bank Pembangunan Islam (IDB) didirikan pada tahun 1973, dalam konferensi Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang sekarang bernama Organisasi Kerjasama Islam. Bank Pembangunan Islam (IDB) adalah haram dan tidak sah menurut hukum Islam, meski disebut “Bank Islam”, sebab ia tidak lain adalah produk dari sistem kapitalis. Di mana sumber utama pendapatan bagi organisasi ini adalah keuntungan atas dasar suku bunga (riba) dan sejumlah transfer yang tidak sesuai dengan hukum Islam. Selain itu, bahwa Bank Pembangunan Islam ini dibuat oleh orang-orang kafir dan dijalankan melalui tangan para penguasa Muslim yang korup yang melayani orang-orang kafir.

Pertama: Bank Pembangunan Islam adalah alat di tangan orang-orang kafir untuk memisahkan dan mencegah kaum Muslim dari kembali pada perlindungan sistem ekonomi Islam. Kaum Muslim yang bergantung pada organisasi seperti Bank Pembangunan Islam ini, bahwa mereka melakukannya untuk mencari keselamatan dari masalah ekonomi mereka, atau untuk melaksanakan berbagai jenis proyek yang membutuhkan pembiayaan. Mereka ini lupa bahwa ada keputusan yang benar dalam Islam, yang menjamin kemakmuran bagi perekonomian mereka dan kesejahteraannya di dunia dan akhirat. Hal ini, pada gilirannya, akan menghentikan kaum Muslim dari perjuangan untuk mendirikan Negara Khilafah yang tegak di atas metode kenabian, ‘ala minhājin nubuwah, yang akan menjadi penyelamat dengan ajaran samawi (bersumber dari Allah SWT), sehingga bebas dari kesalahan, kerusakan atau kekejian.

Kedua: Bank Pembangunan Islam digunakan sebagai alat tekanan politik dan ekonomi, serta penjajahan pada negara kita. Di mana, dengan memberikan sejumlah dana untuk pengembangan sektor ekonomi tertentu di negara ini, maka orang-orang kafir tahu bahwa kediktatoran dan korupsi akan mendominasi di negara kita. Para pejabat dan mereka yang berkuasa, dipastikan akan mencuri sebagian besar dana, dan ini pasti akan membawa negara pada berbagai krisis akibat utang, yang akan meningkat dari waktu ke waktu, karena faktanya bahwa negara tidak akan mampu membayar secara tepat waktu. Hal ini pada gilirannya, akan memaksa para penguasa negara kita untuk menandatangani kontrak yang diperlukan yang memungkinkan orang-orang kafir dari menjarah sumber daya alam kita, dan melaksanakan kebijakan yang diperlukan bagi mereka, baik pada negara atau wilayah, di mana mereka akan memaksa kita untuk berperang melawan para demonstran Muslim dalam bentuk apapun, dan bahkan juga lebih dari itu.

Rasulullah saw bersabda: “Allah melaknat orang yang makan riba dan yang menyuruh memakannya.” (HR. Muslim, Tirmidzi dan Abu Dawud).

Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (TQS. Al-Baqarah [2] : 275).

 

Islam Rahmatan Lil Alamin Hanya Jika ISLAM Diterapkan Secara Kaffah