Category Archives: Nafsiyyah

DOA SORE HARI SEORANG MUSLIM

بسم الله الرحمن الرحيم

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Amsaynaa wa amsal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzihil lailah wa khoiro maa ba’dahaa, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzihil lailah wa syarri maa ba’dahaa. Robbi a’udzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

Artinya:

“Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur. [ HR Muslim No. 2723 ]

 

 

Advertisements

DOA PAGI HARI SEORANG MUSLIM

بسم الله الرحمن الرحيم

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

Artinya:

“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.” [ HR. Muslim No. 2723 ]

EMPAT AMALAN UTAMA RAMADHAN

Banyak amalan-amalan  utama dibulan ramadhan yang semestinya kita perhatikan. Diantara amal-amal di  bulan ramadhan itu ada 4 amalan yang sangat utama yang sebaiknya diperhatikan setiap muslim ketika memasuki bulan ramadhan.

(1). Perbanyak Taubat

 Mari kita renungkan hadits nabi SAW ini :

 رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلاَهُ الْجَنَّةَ

“Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang disebutkanku, lalu dia tidak bershalawat atasku. Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang datang kepadanya Ramadhan kemudian bulan tersebut berlalu sebelum diampuni untuknya (dosa-dosanya). Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang mendapati kedua orangtuanya lalu keduanya tidak memasukkannya ke dalam surga.” (HR. Tirmidzi).

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَار
وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ

“Wahai hamba-hambaKu! Setiap siang dan malam kalian senantiasa berbuat salah, namun Aku mengampuni semua dosa. Karena itu, mohonlah ampunanKu agar Aku mengampuni kalian.” (Hadits Qudsi Riwayat Muslim 4674)

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran ayat 133)

(2). Perbanyak Tilawatul Qur’an

Nabi SAW bersabda :

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Alquran, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

Tidaklah berkumpul sebuah kaum di salah satu rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya, kecuali akan turun ketentraman kepada mereka, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut mereka ke hadapan makhluk di sisi-Nya.” (HR. Muslim)

(3). Banyak Sedekah

Sebagaimana taubat, maka sedekah juga bisa menghapus dosa , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

والصدقة تطفىء الخطيئة كما تطفىء الماء النار

  “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di dalam Shahih At Tirmidzi, 614)

Orang yang sedekah dapat masuk pintu di syurga dengan pintu khusus, sebagaimana sabdanya :

من أنفق زوجين في سبيل الله، نودي في الجنة يا عبد الله، هذا خير: فمن كان من أهل الصلاة دُعي من باب الصلاة، ومن كان من أهل الجهاد دُعي من باب الجهاد، ومن كان من أهل الصدقة دُعي من باب الصدقة

“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah. (HR. Bukhari no.3666, Muslim no. 1027

Dapat pahala puasa orang yang sedekah pada orang yang puasa  sebagaimana sabdanya :

مَنْ فَطَرَ صَائِمًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ وَلَا يَنْقُصُ مِنْ اَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ

 Barang siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu” (Shohih Nasa’i dan Tirmidzi)

 (4). Lakukan  I’tikaf dan Berdo’a di Malam Lailatul Qodar

Keutamaan I’tikaf

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Thabrani dan Baihaqi, walau sebagian ulama tidak bersepakat atas keshohihannya namun hadits ini dapat diterima dan digunakan untuk keutamaan amal, dalam hal ini adalah i’tikaf:

عن ابن عباس رضى الله عنهما “ومن اعتكف يوما ابتغاء وجه الله جعل الله بينه وبين النار ثلاتة خنادق) كل خندق أبعد مما بين الخافقين . رواه الطبرانى والبيهقى والحاكم وصححه

Dari ibnu Abbas ra: “Barang siapa beri’tikaf satu hari karena mengharap keridhoaan Allah, Allah akan menjadikan jarak antara dirinya dan api neraka sejauh tiga parit, setiap parit sejauh jarak timur dan barat. (HR. Thabrani, Baihaqi dan dishohihkan oleh Imam Hakim)

Imam Al-Khatib dan Ibnu Syahin meriwayatkan hadits dari Tsauban ra meriwayatkan:

من اعتكف نفسه ما بين المغرب والعشاء فى مسجد جماعة لم يتكلم إلا بصلاة وقرآن كان حقا على الله تعالى أن يبنى له قصرا فى الجنة “.

Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang beri’tikaf antara Maghrib dan Isya di ةasjid, dengan tidak berbicara kecuali sholat dan membaca Al-Quran, maka Allah berhak membangunkan untuknya istana di surga.”

Do’a di Malam Lailatul Qodr

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab, “Katakanlah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ  تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ [Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku].” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Demikian empat amalan utama di bulan ramadhan, semoga menambah semangat kita untuk beribadah secara sungguh-sungguh di bulan yang penuh rahmat dan maghfirah ini. ( Arif Al Qondaly)

 

 

 

 

DOA AGAR SELAMAT DARI PENGUASA DZALIM

Menghadapi penguasa di era Mulkan Jabriyyatan [ Penguasa Dikator] anti Islam seperti sekarang ini, hendaklah kita selalu bergantung pada Allah sumber pemberi keselamatan. Oleh karena itu salah satu wasilahnya adalah dengan Do’a.  Inilah do’a agar Selamat dari Penguasa/Pemimpin Dzalim atau Diktator.

 بسم لله الرحمن الرحيم

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، كُنْ لِيْ جَارًا مِنْ فُلاَنٍ بْنِ فُلاَنٍ، وَأَحْزَابِهِ مِنْ خَلاَئِقِكَ، أَنْ يَفْرُطَ عَلَيَّ أَحَدٌ مِنْهُمْ أَوْ يَطْغَى، عَزَّ جَارُكَ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ.

Ya Allah, Rabb Penguasa tujuh langit, Rabb Penguasa ‘Arsy yang agung. Jadilah Engkau pelindung bagiku dari Fulan bin Fulan, dan para kelompoknya dari makhlukMu. Jangan ada seorang pun dari mereka menyakitiku atau melampaui batas terhadapku. Sungguh kuat perlindunganMu, dan agunglah pujiMu. Tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau. [Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 707]

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَعَزُّ مِنْ خَلْقِهِ جَمِيْعًا، اللهُ أَعَزُّ مِمَّا أَخَافُ وَأَحْذَرُ، أَعُوْذُ بِاللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ، الْمُمْسِكِ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ أَنْ يَقَعْنَ عَلَى اْلأَرْضِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، مِنْ شَرِّ عَبْدِكَ فُلاَنٍ، وَجُنُوْدِهِ وَأَتْبَاعِهِ وَأَشْيَاعِهِ، مِنَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ، اَللَّهُمَّ كُنْ لِيْ جَارًا مِنْ شَرِّهِمْ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ وَعَزَّ جَارُكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَلاَ إِلَـهَ غَيْرُكَ.

Allah Maha Besar. Allah Maha Perkasa dari segala makhlukNya. Allah Maha Perkasa dari apa yang aku takutkan dan khawatirkan. Aku berlindung kepada Allah, yang tiada ilah yang berhak disembah selain Dia, yang menahan tujuh langit agar tidak menjatuhi bumi kecuali dengan izinNya, dari kejahatan hambaMu Fulan, serta para pembantunya, pengikutnya dan pendukungnya, dari jenis jin dan manusia. Ya Allah, jadilah Engkau pelindungku dari kejahatan mereka. Agunglah pujiMu, kuatlah perlindunganMu dan Maha Suci asma-Mu. Tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau. [HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 708]

Catatan :

Bacalah masing-masing do’a diatas 3x dan sebutkan nama penguasa atau pemimpin yang dituju saat menyebut kata “FULAN” . Dengan keyakinan In syaa Allah kita bisa terhidar dari kejahatan dan kedzaliman mereka. | Arif Al Qondaly

BERSEGERALAH BERAMAL SEBELUM DATANGNYA FITNAH

Rasulullah SAW telah memprediksikan akan datangnya akhir zaman, dengan menyebutnya masa fitnah, dengan tanda-tanda yang jelas. Dan Rasulullah SAW juga telah membimbing kita sikap apa yang paling tepat ketika menghadapi masa fitnah tersebut agar kita  bisa selamat .

Rasulullah SAW bersabda :

بَادِرُوا بالْاَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ الّلَيْلِ المَظْلِمِ يُصْبِحُ الَّرَجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا اَوْ يُمْسِي مُؤْمِنَا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيْعُ دِيْنَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

Bersegeralah beramal sebelum datangnya berbagai fitnah, laksana potongan-potongan malam yang gelap. ( Saat itu) di pagi hari seseorang beriman tapi di sore harinya ia menjadi kafir. Di sore hari seseorang beriman tapi di pagi harinya ia kafir. Ia menjual agamanya dengan harta dunia ( HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Dari hadits diatas mengandung pengertian, agar kita bersegera beramal kebajikan sebelum datangnya masa fitnah. Ciri masa fitnah tersebut  jika telah datang ditengah kita  adalah dengan banyaknya orang mukmin yang jatuh dalam kekafiran disebabkan oleh harta dunia, dan dengan mudahnya meninggalkan kebenaran. Para pejabat menjadi korup dan Dzalim,   para aparat negara menjadi jahat tak ubahnya seperti penjahat, demikian juga rakyatnya. Mereka semua lakukan karena telah terbuai dengan harta dunia dan para pemimpin telah lupa amanat rakyat karena telah terperdaya dengan harta dan kekuasaannya.

Oleh Karena itu ketika kita menjumpai masa itu, maka kita harus bersegera sekuat tenaga menjauhi dari hiruk pikuk kemewahan harta dan kedudukan, sebagaimana rasul perintahkan kepada kita dalam haditsnya:

Rasulullah bersabda:

سَتَكُونُ فِتَنٌ الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْمَاشِي وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي وَمَنْ يُشْرِفْ لَهَا تَسْتَشْرِفْهُ وَمَنْ وَجَدَ مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ بِهِ.رواه البخاري

“Akan terjadi berbagai fitnah, maka seorang yang duduk dalam perkara itu (tidak ikut) lebih baik dari orang yang berdiri, dan yang berdiri lebih baik dari yang berjalan menyongsongnya, dan yang berjalan masih lebih baik dari yang berlari padanya, barangsiapa yang larut padanya akan terjebak, maka barangsiapa yang dapat menghindar melarikan diri darinya hendaklah dia lakukan.” [HR.Bukhari]

Oleh karenanya janganlah kita  larut dan terjebak, dalam gelamournya harta benda dalam masa fitnah ini,  yakni dengan menghalakan segala cara tanpa mengindahkan syariat-Nya.  Demikian juga janganlah lalai atas kedudukan, kekayaan,   dan terlebih kekuasaan, karena setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya atas apa  yang dipimpinnya. Dan Siksaan Allah itu amatlah keras.  Maka beruntunglah jika kita mampu menghindari dari pusaran kekuasaan, kedudukan,  dan pusaran harta agar tidak menjadi  lalai akhirat. Arif Al Qondaly

 

Kitab Min Muqowwimat Nafsiyyah Islamiyyah, hal 18 , Daarul Ummah, 2004.

 

 

AGAR HIDUP BERKAH, INILAH KUNCINYA

Menggapai Hidup Berkah Berlimpah

Hidup berkah adalah dambaan setiap hamba Allah yang beriman. Hanya saja untuk menggapainya dibutuhkan kesungguhan, keseriusan, dan pengorbanan tidak hanya waktu, namun harta benda dan bahkan jiwa. Untuk itu ada 10 perkara yang kiranya perlu diperhatikan setiap hamba agar  Allah berkenan memberikan kita hidup berkah dunia dan kemuliaan di akerat kelak. Ke 10 hal tersebut adalah :

  1. Taubat Nashuha, kunci utama hidup menjadi berkah

إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [ Al Furqon : 70 ]

  1. Perbanyak Istighfar,  syarat menuju hidup berkah berlimpah

Baginda Nabi Muhammad saw pernah bersabda, ” man lazima al-istigfar, ja’alallahu lahu min kulli dhayyiqin makhrajan; wa min kulli hammin farajan; wa razaqahu min haytsu laa yahtasib“. Artinya, “Siapa yang membiasakan atau mulazamah istighfar, Allah akan menjadikannya jalan keluar (solusi) setiap kesulitannya; Allah akan jadikan solusi (kemudahan dan kegembiraan) setiap kebingungan dan kebimbangannya; dan Allah akan berikan rizki tanpa diduga dan disangka-sangka”

Dzikir dengan sayiddul istighfar

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, خَلَقْتَنِي, وَأَنَا عَبْدُكَ, وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اِسْتَطَعْتُ, أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ, أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ, وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي, فَاغْفِرْ لِي; فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ اَلذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

(Allahumma Anta Robbi, Laa Ilaaha Illa Anta, Kholaqtani wa ana abduKa, wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, Audzubika min syarri maa shona’tu, Abu’u laka bi ni’matiKa ‘alaiyya wa abu’u laKa bidzanbi faghfirlii fainnahu laa yaghfiru dzunuuba illa Anta )

Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu (yaitu selalu menjalankan perjanjian-Mu untuk beriman dan ikhlas dalam menjalankan amal ketaatan kepada-Mu) dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang boleh mengampuni segala dosa kecuali Engkau”.

  1. Taqwa Dengan Sebenar-benarnya, kunci hidup berkah

Banyak orang melalaikan perkara ini, karena kesempitan hidup yang dialaminya. Dia mengabaikan perintah-perintah Allah [ hokum-hukum Allah], karena tidak sabar menunggu datangnya pertolongan Allah. Padahal Allah Ta’ala telah menyatakan :

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا .  وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ

“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangkanya. ” (QS. Ath Thalaq : 2-3)

  1. Tawakkal, amal menuju hidup berkah
    Allah berfirman :

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupi (keperluan)nya. ” (QS. Ath Thalaq : 3)

Yakni ‘barangsiapa yang menyerahkan urusannya kepada Allah niscaya Dia akan mencukupi apa yang dia inginkan,” demikian kata Imam Al Qurthubi dalam dalam Al Jami’ Ahkamul Qur’an, 8/106.

  1. Banyak Bersyukur, niscaya hidup menjadi berkah

    Syukur adalah jalan lain yang Allah berikan kepada kaum mukminin dalam menghadapi kesulitan rezeki. Dalam surat Ibrohim ayat 7 Allah berfirman :

“Kalau seandainya kalian bersyukur, sungguh-sungguh Kami akan menambah untuk kalian (nikmat-Ku) dan jika kalian mengingkarinya, sesungguhnya adzab-Ku sangat keras.” (QS. Ibrohim : 7)

Oleh karena itu dengan cara bersyukur insya Allah akan mudah urusan rezeki kita. Adapun hakekat syukur adalah : “mengakui nikmat tersebut dari Dzat Yang Maha Memberi nikmat dan tidak mempergunakannya untuk selain ketaatan kepada-Nya,” begitu Al Imam Qurthubi menerangkan kepada kita (tafsir Qurthubi 9/225)

  1. Perbaiki Shalat , akan Allah berikan hidup berkah

Dari Abu Hurairah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

 إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ ” . وَفِي رِوَايَةٍ : ” ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ

Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”  Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya.” (HR. Ath-Thabarani)

 7. Perbanyak Sedekah, pasti harta akan berkah berlimpah

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلا يُجْزَى إِلا مِثْلَهَا وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ

Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).[ Al AN’am : 160]

 “Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bershadaqah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.

(HR. Ath Thabrani)

  1. Perbanyak Silaturohmi, penyebab harta berkah berlimpah
    Dalam hal ini Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

Barangsiapa yang berkeinginan untuk dibentangkan rezeki baginya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah menyambung silaturohmi. “ (HR. Bukhori Muslim)

  1. Membela [ menolong ] Agama Allah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. [ QS. Muhammad : 7 ]

Inti dari menolong agama Allah adalah  :

  • Menolong Rasul-Nya dalam menyebarkan [ dakwah ] dan meneguhkan agama dan risalah yang dibawanya ditengah-tengah manusia sehingga ia berada diatas seluruh agama yang ada di muka bumi ini.

 

  • Menolong agamanya dengan berupaya menerapkan syariat Islam dan manhaj-Nya sehingga menguasai dunia dan mewarnai seluruh sendi-sendinya dengan nilai-nilai kebaikan yang ada didalamnya mengalahkan berbagai nilai-nilai jahiliyah yang rendah.

 

  1. Banyak Do’a, memohon hidup berkah

    Allah memberikan senjata yang ampuh bagi muslimin berupa doa. Dengan berdoa seorang muslim insya Allah akan mendapatkan apa yang dia inginkan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menuntun kita agar berdoa tatkala kita menghadapi kesulitan rezeki.

“Ya Allah aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima.” (HR. Ibnu Majah dan yang selainnya)Wallahu a’lam bish Showab.

Sangat banyak do’a-do’a yang seharusnya dipanjatkan kepada Allah yang telah diajarkan Nabi SAW yang hendaknya diamalkan setiap muslim.

Mari kita koreksi diri kita , apakah ke 10 hal diatas sudah kita lakukan atau belum? Hendaknya setiap muslim yang ingin menggapai kebahagiaan dunia dan kemuliaan di akhirat, tidak meninggalkan satu point pun dari 10 amalan yang  telah Nabi Lakukan diatas. Wallahu a’lam bi ash-shawab. Arif Al Qondaly

 

 

 

DO’A AGAR SELALU MENCINTAI DAN DICINTAI ALLAH SWT

Sesungguhnya manusia teramat sangat cinta terhadap harta dan perhiasan dunia. Sehingga dari celah yang satu inilah letak  titik kelemahan manusia yang akan selalu dimanfaatkan  Iblis beserta bala tentaranya untuk selalu menggoda kita.

Do’a adalah senjata pamungkas, bagi ummat Islam disaat semua “usaha dzahir” manusia telah dikerahkan untuk membentengi diri dari tipu daya syetan yang terkutuk. Kekuatan dzahir itu adalah perbuatan yang terus menerus kita lakukan agar senantiasa terikat dengan syariat Allah (hukum-hukum Allah). Namun disaat kita lengah –dan tidak ada jaminan kita selalu terjaga-, maka, nafsu hubbud dunya [ cinta dunia ] akan terus muncul dan menguasai hati kita.

Maka kelengkapan do’a dibawah ini sudah seharusnya menjadi amalan dzikir sepanjang hari kita, sepanjang hayat kita, agar terbebas dari ketamakan dunia,  dan sebaliknya kita  akan  tertawan dengan kenikmatan cintanya kepada Zat yang Maha Hidup.

Inilah do’a Rasulullah SAW yang telah diwariskan kepada kita kaum muslimin.

بسم الله الرحمن الرحيم
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِيْ يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِيْ وَأَهْلِيْ وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِد
( رواه الترمذي  )

 Allâhumma innî as`aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wal amalal ladzî yuballighunî hubbaka. Allahumaj ‘al hubbaka ahabba ilayya min nafsî wa ahlî wa minal mâ’il bârid 
(HR. At-Tirmidzi – 3412)

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan aku memohon kepada-Mu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih kucintai daripada diriku, keluargaku, dan air yang dingin (di padang yang tandus).” (HR. At-Tirmidzi ) .

Mari saudaraku, yang ingin bahagia dunia dan akherat,  hafalkan dan amalkan terus, dan nikmati hari-hari kita bersama Allah SWT. Wallahu a’lam bi ash-showab. Arif Al Qondaly

14 PETAKA AKIBAT BERBUAT MAKSIAT

Orang yang berbuat maksiat dalam hidupnya tidak akan pernah tenang. Senantiasa gelisah dan tidak akan pernah bahagia. Bahkan banyak sekali dampak  buruk dan kerugian besar akibat dari kemaksiatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu kami paparkan 14 dampak buruk dari perbuatan maksiat, dengan harapak kita  bisa menjauhinya.

dampak-maksiat

  1. Maksiat menghalangi ilmu pengetahuan.

Imam Malik pernah menasehati muridnya yang bernama Imam Syafi’ie. Tatkala Imam Syafi’ie duduk didahapan Imam Malik untuk belajar, Imam Malik sangat kagum akan kecerdasan dan daya hafalnya hingga beliau bertutur, “Aku melihat Allah telah menyiratkan cahaya di hatimu, wahai anakku, jangan engkau padamkan cahaya itu dengan maksiat.”

Suatu hari Imam Syafi’I bertutur : “Aku mengadu tentang kelemahan hafalanku yang buruk. Dia memberiku bimbingan untuk meninggalkan kemaksiatan, seraya berkata : “Ketahuilah Ilmu adalah Karunia. Dan karunia Allah tidak diberikan kepada si pelaku dosa dan kemasiatan

  1. Maksiat Menghalangi Rezeki

Di dalam musnad Ahmad disebutkan :

انّالعبدَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بالذَّنْبِ يُصِيْبُهُ

Seorang hamba dicegah dari rizki akibat dosa yang diperbuatnya”[ HR. Ahmad,Ibnu Majah, Al Baihaqi]

Oleh karena ketaqwaan penyebab datangnya rezeki, maka meninggalkannya dapat menimbulkan kefakiran.

  1. Maksiat menggelapkan hati

Ibnu Abbas berkata :

“Sesungguhnya perbuatan baik itu mendatangkan kecerahan pada wajah dan cahaya pada hati, kelapangan rizki, kekuatan badan, dan kecintaan. Sebaliknya perbuatan buruk itu mengundang ketidakceriaan pada raut muka, kegelapan di kubur dan di hati, kelemahan badan, susutnya rezeki dan kebencian makhluk”.

  1. Maksiat menumbuhkan maksiat lain

Seorang ulama salaf mengatakan :

Diantara dampak negative keburukan adalah menimbulkan keburukan lain. Sedangkan pengaruh kebaikan adalah mendatangkan kebaikan  berikutnya. Maka jika seorang hamba melakukan sesuatu kebaikan , kebaikan yang lainnya akan meminta untuk dilakukan, begitu seterusnya hingga hamba tersebut memperoleh keuntungan yang berlipat ganda dan kebaikan yang tidak sedikit. Begitu pula halnyan dengan keburukan. Dengan demikian ketaatan dan kemaksiatan merupakan sifat yang kokoh dan kuat menjadi kebiasaan yang  teguh pada diri si pelaku.”

  1. Maksiat menghilangkan keburukan maksiat itu sendiri

Rasulullah SAW bersabda :

“Setiap umatku dimaafkan kecuali yang bermaksiat terang-terangan. Diantara maksiat terang-terangan adalah seorang hamba yang dengan bangga menceritakan perbuatan maksiatnya,  padahal Allah telah menutupinya. Dia berkata , “Hai fulan, kemarin aku berbuat anu…anu…Dengan begitu sebenarnya dia telah mengoyak kehormatan dirinya sendiri, padahal Allah telah menutupinya semalam-malaman” [HR. Bukhari dan Muslim]

  1. Maksiat warisan ummat yang pernah diazab

“Aku diutus membawa pedang mendekati hari kiamat sehingga hanya Allah yang Tunggal, yang disembah tak  ada sekutu bagi-Nya. Dan rezekiku dijadikan berada di bawah baying-bayang tombakku,kehinaan dan kerendahan berlaku bagi orang-orang yang menyalahi perintahku, dan barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongannya” [HR. Ahmad ]

  1. Maksiat menimbulkan kehinaan

Imam Hasan Basri berkata : “Merekehinda dan rendah dalam pandangan Allah SWT sehingga merekapun sangat mudah bermaksiat. Sekiranya dalam pandangan Allah mereka mempunyai nilai, tentu Dia akan memelihara mereka. Dan ketika dalam pandangan Allah seseorang telah hina, tidak ada seorangpun yang memuliakannya. Lebih jelas firman Allah SWT :

وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

“Dan barang siapa yang dihinakan Allah maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki”. [ Al Hajj 22:18]

  1. Maksiat merugikan makhluk lain

Imam Mujahid berujar, “Jika terjadi kemarau panjang dan paceklik, binatang-binatang melaknat pelaku-pelaku maksiat seraya berkata :”ini gara-gara maksiatnya Bani Adam”. Ikrimah pun bertutur, “Binatang-binatang melata dan serangga-serangga dibumi, dari kumbang kelapa sehingga kalajengking berkata, “Kita tak diberi hujan karena dosa manusia

  1. Maksiat mewariskan kehinadinaan

Imam Hasan Basri berkata : “Keledai boleh berteriak, dan kuda turki boleh berjalan bersama mereka.Namun ,kehinadinaan maksiat tidak dapat berpisah dari hatinya. Namun kehinadinaan maksiat tidak dapat berpisah dari hatinya. Allah enggan kecuali menghinakan si pelaku maksiat itu .

  1. Maksiat menutup hati

Jika kemaksiatan dan dosa –dosa telah menutup hati di pelaku,mereka termasuk orang-orang yang lalai. Ketika mengomentari ayat :

كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka [ Al Muthoffifin 83:14]

Seorang ulama salaf mengatakan : Itulah dosa diatas dosa, Imam Hasan mengatakan sebagai dosa yang berlapis  dosa hingga mampu membuatakan hati.  Bertambahnya maksiat menyebabkan karat sehingga menjadi karakter yang mengalahkan jiwa.

  1. Maksiat menghilangkan syafaat Rasul dan Malaikat

Allah SWT berfirman :

(Malaikat-malaikat) yang memikul Arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,[7]

ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,[8]

dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu, maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar”. [Al Mu’min 40:9]

  1. Maksiat melenyapkan Malu

Malu itu pangkal kebaikan. Jika rasa malu telah hilang, hilanglah seluruh kebaikan. Rasulullah SAW bersabda :

الحياء خير كله

“Malu itu merupakan kebaikan seruhnya” [ HR. Bukhari Muslim ]

اِذَا لَمْ تَسْتَحْ فاصْنَعْ ما شِعْتَ

Jika kamu tidak merasa malu, berbuatlah sesukamu [ HR. Bukhari, Abu Daud, Ibn Majah, Ahmad, Thabrani]

  1. Maksiat memalingkan perhatian Allah, sebagaimana Firman-Nya :

وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.[ Al Hasyr 59 : 19]

  1. Maksiat melenyapkan nikmat dan mendatangkan azab

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). [As-suura 42 : 30 ]

Begitu banyaknya pengaruh negative dari perbuatan maksiat.  Masihkan kita melakukan kemaksiatan yang berdampak 14 resiko diatas? Oleh karena itu jika kita ingin kemuliaan, kemudahan urusan di dunia sudah seharusnya kita bersungguh-sungguh dalam menjada amal perbuatan dari kemaksiatan sekecil apapun. Allahu a’lam bi ash showab. Arif Al Qondaly

Ref :

Atsaarul Ma’ashi wa Adhraaruha, karya AlHafizh Ibnul Qoyyim Al Jauziah

JIN QORIN, APA, UNTUK APA DAN MENGAPA ADA

Pernahkah anda merasa malas Shalat berjamaah, berat kakinya melangkah ke masjid? Malas berdakwah? Pernahkah anda begitu malas membaca Al Qur’an, bahkan memegangnya saja sungkan? Pernahkah anda suka menghayal yang bukan-bukan? Keinginan untuk bermaksiyat? Ingin Marah? Waswas dan takut tidak beralasan?

jin-qorin-dan-membentenginya

Ketahuilah itu adalah bisikan Jin Qorin.! Qorin adalah setan yang ditugasi untuk menyesatkan manusia dengan izin Allah. Dia bertugas memerintahkan kemungkaran dan mencegah yang ma’ruf. Allah SWT berfirman :

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَآءِ وَاللهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلاً وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Setan menjanjikan kefakiran untuk kalian dan memerintahkan kemungkaran. Sementara Allah menjanjikan ampunan dan karunia dari-Nya. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 268)

Akan tetapi, jika Allah memberikan karunia kepada hamba-Nya berupa hati yang baik, jujur, selalu tunduk kepada Allah, lebih menginginkan akhirat dan tidak mementingkan dunia maka Allah akan menolongnya agar tidak terpengaruh gangguan jin ini, sehingga dia tidak mampu menyesatkannya. (Majmu’ Fatawa, 17:427)

Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin.” Para sahabat bertanya, “Termasuk Anda, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,

وَإِيَّايَ إِلاَّ أَنَّ اللَّه أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلا يَأْمُرنِي إِلاَّ بِخَيْرٍ

Termasuk saya, hanya saja Allah membantuku untuk menundukkannya, sehingga dia masuk Islam. Karen itu, dia tidak memerintahkan kepadaku kecuali yang baik.” (HR. Muslim)

 Berlindung dari Godaan Syaithon

Oleh karena itu setelah memahami hakekat Jin Qorin, dan tugasnya seperti diatas, maka sudah seharunya seorang hamba sadar betul siapa musuh nyatanya yang selalu membisikkan keburukan di dalam jiwa kita. Maka hanya kepada Allah sajalah kita berlindung dari keburukan dan tipudayanya.  Allah berfirman,

وَإِمَّا يَنَزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Apabila setan menggodamu maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-A’raf: 200)

Jin Qorin berbeda dengan jin lainnya. Jin Qorin ada di dalam tubuh manusia sejak manusia dilahirkan yang terus menyertai manusia hingga meninggal dunia. Setelah manusia meninggal jin qorin akan berpisah dengan badan manusia. Jin Qorin tidak bisa diruqyah, atau dikeluarkan dengan cara ruqyah,  dia diciptakan Allah dengan misi untuk membisikkan  hal-hal kemungkaran kepada manusia [ kecuali qorin yang ada pada nabi SAW].

Melawan jin qorin hanya dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah, sehingga pengaruh bisikannya akan melemah seiring dengan peningkatan ketaqwaan kepadaNya.Itulah hakekat ujian dari Allah, terhadap siapa yang beriman dan siapa yang tidak.

Senjata Melawan Makar Setan adalah Ikhlas

Nabi pernah bertanya pada Iblis : “Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?”

“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahawa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku boleh pastikan bahawa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

Dari Zaid bin Arqam Radiallahuanhu meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya, “Barangsiapa yang mengucapkan ‘Lailahaillallah’ dengan ikhlas, dia akan dimasukkan ke dalam syurga.” Lalu ditanya kepada baginda SAW, “Bagaimanakah yang dimaksudkan dengan ikhlas itu?” Rasulullah SAW bersabda, “Ikhlas itu ialah yang mencegah dari melakukan perbuatan-perbuatan yang haram.” (Hadis riwayat at-Tabarani).

Bisakah kita Melihat Jin Qorin?

Pada hakekatnya manusia tidak bisa melihat jin. Jin dari kata janna-yajinnu-jinan, yang artinya tersembunyi, tidak tampak, gelap.. Jadi Jin Qorin termasuk jenis Jin yang manusia tidak bisa melihatnya.  Jika ada manusia yang sering bisa melihat jenis makhluk Jin, maka ketahuilah dalam dirinya terdapat jenis jin lain selain jin qorin yang terdapat dalam tubuhnya yang berinteraksi dengan jenis jin lainnya yang di luar tubuh.

Allah SWT Berfirman :

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ

“Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman”. [ Al A’raf : 27]

Oleh karena itu para dukun dan tukang sihir dengan berbagai cara dan sarana digunakan untuk memanggil atau menggunakan media tertentu untuk bisa berkomunikasi dengan jin, dan agar bisa melihat jin. Itu semua adalah praktek bid’ah dan bentuk kemusyrikan dan harus dijauhinya.

Wallahu a’lam bi ash-shawab. Arif T Al Qondaly

 

BEKAL SEORANG PERUQYAH SYAR’IYYAH

Seorang muslim pasti akan menghadapi godaan dan tipu muslihat setan. Maka barangsiapa yang waspada dan mengetahui seluk beluk dan tipudayanya akan selamat di dunia dan akhirat. Sebaliknya barangsiapa mengabaikan dan tidak menyadarinya akan mudah disesatkan setan.  Sesungguhnyan setan itu musuh yang nyata bagi  orang yang beriman.

bekal-seorang-peruqyah

Allah SWT berfirman :

وَلا يَصُدَّنَّكُمُ الشَّيْطَانُ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh setan; sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.[ Az-zukhruf 43: 62]

Untuk itu, maka seorang muslim, sudah seharusnya memahami bagaimana melindungi dirinya dan keluarganya,  dan harus siap disaat menghadapi makar-makar setan dan bala tentaranya ketika menyerang kita dan keluarga kita. Maka mempersiapkan bekal menjadi seorang peruqyah, minimal untuk diri sendiri dan keluarganya mutlak diperlukan, apalagi disaat zaman penuh kemungkaran seperti sekarang ini.

Dalam kitab Wiqoyatul Insan minal Jinni wasy syaithani  dan kitab Ash-sharimul batarifit tashaddi lis saharati al asyrar , yang membahas tentang  Ruqyah Jin,  Sihir dan terapinya, karya Wahid Abdusalam Bali disebutkan bahwa syarat menjadi seorang peruqyah (mu’allij) adalah sebagai berikut :

  1. Peruqyah harus Beraqidah salafush shalih, yaitu aqidah yang murni, benar, bersih dan jernih dari unsyur-unsyur kesyirikan.
  2. Seorang peruqyah syar’iyyah harus mengaplikasikan tauhid yang benar dan murni di dalam perkataan dan perbuatan. [ hendaknya bertawakkal secara total kepada Allah SWT ]
  3. Peruqyah harus meyakini bahwa firman Allah SWT [ Bacaan Al Qur’an ] memiliki pengaruh terhadap jin dan setan. [ seorang peruqyah hendaknya senantiasa dan tiada henti untuk tilawah qur’an dan mentadaburinya. red ]
  4. Peruqyah hendaknya ia mengetahui keadaan jin dan setan.[ Memahami hal ikhwal jin, tipudayanya, dan sebagainya].
  5. Peruqyah yang hendak mengobati orang yang terkena gangguan hendaknya ia mengetahui pintu-pintu masuknya setan ke dalam tubuh manusia. Perhatikan ketika jin berkata kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, “Saya akan keluar karena menghormatimu.”Dia berkata, “Tidak, tetapi kamu keluar karena taat  kepada Allah dan Rasul-Nya”
  6. Dianjurkan sudah menikah. [ segera menikah bagi yang bujang ]
  7. Peruqyah dan sudah keharusan setiap muslim, hendaklah ia menjauhi larangan-larangan Allah (Dosa dan maksiat) yang  bisa menjadi sarana setan menguasai manusia.
  8. Peruqyah hendaknya melakukan amal ketaatan, karena bisa menyengsarakan setan.
  9. Peruqyah hendaknya ia senantiasa komitmen Dzikir kepada Allah SWT.
  10. Sifat yang wajib ada pada seorang Peruqyah adalah Ikhlas dalam melakukan ruqyah. [ Sifat Ikhlas ini menjadi Kunci Utama seorang peruqyah baik untuk diri sendiri maupun orang lain-red ].
  11. Peruqyah seharusnya membentengi diri dengan perisai ghaib. Intinya Senantiasa mendekat kepada Allah SWT. ( Tahajjud, Baca Al Qura’an,  doa perlindungan pagi petang, dan lain sebagainya). Wallahu a’lam bi ash-showab | Arif TH.  Al Qondaly