Category Archives: internasional

Arab Saudi Minta Qatar Hentikan Bantuan kepada Hamas

JALUR GAZA, PALESTINA (voa-islam.com) – Hamas mengungkapkan keterkejutannya pada hari Rabu (7/6/2017) atas permintaan Arab Saudi bahwa Qatar mengakhiri dukungannya terhadap gerakan perlawanan Palestina tersebut ketika ketegangan meningkat antara negara-negara Teluk Arab.

Arab Saudi dan sekutunya memutuskan hubungan dengan Qatar pada hari Senin setelah menuduh negara kaya gas itu mendukung ekstremisme di wilayah tersebut.

Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir mengatakan bahwa untuk membangun kembali hubungan, Doha harus mengurangi dukungannya terhadap kelompok “ekstremis”, termasuk Hamas.

Dia mengatakan Qatar mendukung Hamas, yang menjalankan Jalur Gaza, “merongrong Otoritas Palestina.”

Dalam sebuah pernyataan di situsnya, Hamas mengatakan bahwa partai tersebut merasa “sangat keberatan dan tidak setuju” atas pernyataan Saudi tersebut.

“Pernyataan ini mengejutkan orang-orang Palestina dan negara Arab dan Islam kita, yang menganggap kasus Palestina adalah penyebab utamanya,” kata pernyataan tersebut.

Hamas memenangkan pemilihan parlemen Palestina pada tahun 2006 namun tetap masuk daftar hitam sebagai kelompok teroris oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Gerakan perlawanan Palestina itu merebut Gaza dalam sebuah hampir perang sipil dengan pasukan yang setia kepada presiden Palestina Mahmud Abbas pada tahun 2007. Kedua faksi tersebut sejak itu telah berselisih.

Hamas telah bertempur dalam tiga perang dengan Zionis Israel sejak 2008, dan negara Yahudi tersebut memberlakukan blokade yang melumpuhkan di Gaza.

Qatar telah menyediakan ratusan juta dolar untuk rekonstruksi Gaza sejak konflik terakhir dengan Israel pada tahun 2014. (st/Nahar)

Komentar Redaksi :

Negara macam apa Arab Saudi itu?,  terhadap HAMAS yang ingin mengambil hak wilayahnya yang di rampas Israel dikatakan Extrimis/Teroris, dan Qotar yang ingin membantu sesama saudaranya seiman dilarang?  Apakah perang dalam rangka mengambil wilayahnya sendiri dikatakan terorisme?  Ya Allah Sadarkanlah Mereka…

Pusat Global untuk Memerangi Ekstremisme Diluncurkan di Riyadh

Raja Salman dan Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu meresmikan Pusat Global untuk Memerangi Ideologi Ekstremis (GCCEI), yang bertujuan untuk mempromosikan sikap moderat dan melawan penyebaran faham ekstremisme.

Pusat ini adalah “buah dari kolaborasi antara negara-negara Muslim yang percaya akan pentingnya memerangi terorisme,” kata Nasir Al-Biqami, sekretaris jenderal GCCEI dalam pidato pengukuhannya.

Pusat tersebut – yang bernama “Etidal,” atau “moderasi” – mewujudkan kerja sama internasional dalam memerangi terorisme dan meningkatkan dialog konstruktif untuk melawan masalah-masalah tersebut. Pemilihan dewan direksi, yang terdiri dari 12 anggota dari berbagai negara dan organisasi, dimaksudkan untuk mencerminkan independensinya.

Di akun Twitter-nya, @etidalorg, dijelaskan bahwa misi entitas baru itu adalah “untuk mengungkap, memerangi dan menolak ideologi ekstremis.”

Dalam pidatonya, Al-Biqami mengatakan: “Hari ini dalam momen bersejarah ini kita menyaksikan kemitraan dan kerjasama lanjutan untuk melawan ideologi ekstremis. Ini merupakan bagian dari upaya yang dibiayai oleh negara-negara Muslim untuk memerangi terorisme dan untuk mengetahui bahwa memerangi terorisme adalah prioritas bagi umat Islam dan seluruh dunia. Negara-negara itu berinisiatif dengam mendirikan pusat ini untuk memerangi ideologi ekstrem dengan berbagai bentuk dan caranya.”

Teknologi canggih telah digunakan untuk mengoperasikan pusat lembaga itu, yang didasarkan pada tiga pilar – ideologis, digital dan informasi.

Kantor pusat memonitor dan menganalisa konten ekstremis karena mampu mendeteksi beberapa bahasa dan dialek yang sebagian besar umum dipakai dalam menangani ideologi ini.

Pengolahan dan analisis data dilakukan dalam waktu enam detik untuk mendeteksi konten yang mungkin mencerminkan ideologi ekstremis.

“Kantor pusat ini akan mengembangkan teknologi kecerdasan buatan untuk menentukan titik geografis yang menjadi tempat inkubasi terorisme dengan mencapai akar ideologi ekstrem, sekaligus menciptakan konten informasi yang mendorong toleransi dan moderasi di bawah pengawasan komite tinggi yang terdiri dari para cendekiawan dan ilmuwan Muslim dari berbagai negara, “kata sekretaris jenderal pusat tersebut.

Pembukaan kantor pusat dilakukan pada hari yang sama dengan pembukaan Forum Riyadh Untuk Melawan Ekstremisme & Melawan Terorisme.

Acara ini mengakhiri kunjungan dua hari ke Arab Saudi oleh presiden AS, di mana diadakan tiga pertemuan puncak penting : KTT Saudi-AS, KTT GCC-AS dan KTT Arab-Islam-Amerika. Kunjungan Trump juga bertepatan dengan Forum CEO Saudi-AS dan Tweeps 2017.

(Riza/http://www.arabnews.com/node/1103136/saudi-arabia)

Rezim Saudi Khawatir Nasibnya Seperti Ben Ali

Surat kabar Amerika, The New York Times mempublikasikan laporan (23/2) tentang antisipasi Arab Saudi, mengingat ia saat ini sedang dikelilingi oleh negara-negara yang tidak stabil, dan para sekutunya berguguran dari kursi kekuasaan setelah revolusi rakyat. Sehingga keadaan Arab Saudi menjadi semi terisolasi. Para pejabat tingginya mengungkapkan tentang kekhawatirannya bahwa Amerika sudah tidak mungkin menjadi sekutu yang bisa diandalkannya. Terutama sejak pemerintahan Presiden Barack Obama beralih memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok yang pro-demokrasi, di mana tidak ada seseorang pun yang mampu menjamin hasilnya.

Raja Al Saud telah mengumumkan untuk pertama kalinya bahwa ia akan melakukan berbagai reformasi ekonomi dan pembangunan. Beberapa media mengutip dari sumber yang dekat dengan keluarga Al Saud bahwa ia telah membebaskan para tahanan yang melakukan aksi protes di distrik Ihsa’.

Rezim Al Saud, yang didirikan oleh Inggris delapan dekade yang lalu, dan mendapat dukungan dari Amerika telah melakukan penindasan dan teror terhadap masyarakat untuk mempertahankan eksistensinya, di sampaing telah mengeksploitasi Islam, dan sekarang terlihat begitu khawatir akan penggulingannya.

Sementara Amerika tidak akan menyesal untuk membuang apabila bonekanya sudah mulai terlihat sempoyongan. Oleh karena itu, Al Saud tampak begitu khawatir. Sedang Inggris ketika melihat kejatuhan rezim ini, maka ia akan menunggangi gelombang untuk membuat boneka baru, yang sesuai dengan situasi baru, seperti yang terjadi di Tunisia. Sehingga, ketika bonekanya, Ben Ali sedang sempoyongan, maka ia tidak menyesal untuk membuangnya, bahkan ia berusaha untuk memperkuat bonekanya yang lain.

Dalam hal ini, rezim Al Saud benar-benar telah mengumumkan berbagai tindakan yang terkait dengan peningkatkan taraf hidup di negara ini, penciptaan kondisi yang cocok untuk kepemilikan rumah, dan pembebasan pajak dari semua dana pinjaman pengembangan real estat, pemberian subsidi keuangan sementara bagi para pengangguran selama satu tahun, dan bantuan lainnya.

Rezim Al Saud berusaha untuk menutup celah-celah agar rakyat tidak melawannya, seperti yang dilakukan rakyat di Tunisia, Mesir, Libya dan lain-lainnya terhadap rezim-rezim yang serupa dengan rezim tersebut, yang semuanya berkarakteristik sama, seperti suka melakukan kejahatan, tirani, memperkosa hak, menjadi boneka penjajah, berkerja sesuai arahannya, menjalankan rencananya, di samping tidak menerapkan syariah Islam yang diyakini rakyatnya (kantor berita HT, 27/2/2011).

Rezim Saudi Teman Setia Amerika

Donald Trump sedang dalam perjalanan internasional pertamanya, dengan melakukan kunjungan pertamanya ke Arab Saudi. Dengan tidak menyia-nyiakan waktu, Amerika Serikat telah menutup kesepakatan senjata dengan Arab Saudi.

Kesepakatan tersebut, yang bernilai $ 350 miliar selama 10 tahun dan $ 110 miliar akan segera berlaku, dan dipuji oleh Gedung Putih sebagai “perluasan hubungan keamanan kedua negara yang signifikan”.

Kantor berita Reuters melaporkan kesepakatan tersebut mencakup perakitan 150 helikopter Blackhawk di Arab Saudi, senilai sekitar $ 6 miliar.

AFP mengutip seorang pejabat Gedung Putih yang mengatakan bahwa kesepakatan tersebut akan memperkuat “kemampuan Saudi untuk berkontribusi dalam operasi kontra-terorisme di seluruh wilayah, sambil mengurangi beban militer AS untuk melakukan operasi tersebut”.

Pada hari Sabtu pagi, Amin Nasser, kepala eksekutif perusahaan minyak raksasa Aramco Saudi, mengatakan kesepakatan senilai £ 50 miliar itu akan ditandatangani bersama 11 perusahaan AS. Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendiversifikasi ekonomi Saudi dari minyak.

Rezim Saudi telah mencapai hubungan asmaranya yang baru dengan Amerika. Raja Salman bin Abdul Aziz menyambut Trump dengan karpet merah saat dia melangkah keluar dari pesawat kepresidenan Air Force One, sambil menjabat tangan istrinya, Melania, dan mengendarai limusin presiden A.S.

Seperti seorang pria yang sedang jatuh cinta, Raja Salman menyematkan sebuah medali kehormatan- yang merupakan medali yang dipakai Abdulaziz Al Saud, kemudian disematkan di leher Trump pada sebuah upacara di Riyadh. Sambil bermain-main dengan perhiasan, rezim Saudi telah merencanakan bagaimana selanjutnya membunuh kaum Muslim Yaman dan bagaimana melakukannya dengan cara yang paling mengerikan.

Arab Saudi telah bertempur di Yaman sejak bulan Maret 2015. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sekitar 10.000 orang telah terbunuh sejak pertempuran dimulai, dan Yaman berada di ambang kelaparan.

AS bukanlah pembawa perdamaian di dunia ini, namun negara itu adalah perayu perang. Menjual senjata ke Arab Saudi adalah dorongan untuk lebih menyia-nyiakan wilayah itu yang telah bertahun-tahun mengalami konflik.

Jangan membuat kesalahan dengan percaya bahwa Trump pergi untuk melakukan tawaf di sekitar Kediaman Raja Saud. Trump mengunjungi Kediaman Raja Saud seperti yang dilakukan Presiden AS lainnya. Dia mendiktekan bagaimana cara membunuh dan menindas lebih banyak korban, dalam keluarga yang memiliki garis keturunan pengkhianatan di dalamnya.

حدثنا عبد الله بن عمر قال رأيت رسول الله صلى الله عليه و سلم يطوف بالكعبة ويقول ما أطيبك وأطيب ريحك ما أعظمك وأعظم حرمتك والذي نفس محمد بيده لحرمة المؤمن أعظم عند الله حرمة منك

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar berkata – Saya melihat Nabi melakukan tawwaf di sekitar Ka’bah dan mengatakan “Betapa manisnya / baiklah Anda dan betapa manisnya aroma engkau. Betapa hebatnya engkau dan betapa hebatnya kesucian engkau. Demi Dia yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya kesucian orang beriman adalah lebih besar di sisu Allah daripada kesucianmu. “(Ibn Majah)

KHILAFAH TIDAK MEMBAHAYAKAN PANCASILA DAN NKRI

Diskursus tentang Khilafah Islamiyah, Pancasila dan NKRI tengah hangat di Indonesia akhir-akhir ini seiring dengan seruan pemerintah yang ingin membubarkan Ormas Islam legal Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Sebelum berfikir negatif tentang gagasan HTI yang dianggap bertentangan dengan ide Pancasila dan NKRI, mari simak terlebih dahulu  tulisan dibawah ini.

Khilafah Islam hanyalah institusi atau lembaga, yang esensinya adalah ” bagaimana lembaga tersebut dibawah seorang imam/kepala negara mampu menerapkan syariat Islam secara kaffah“. Oleh karena itu Institusi Khilafah Islamiyyah disebut dengan Imamah Islamiyyah.  Kepala negaranya disebut Kholifah,  Imam, atau amirul mu’minin. Tugas seorang Kholifah adalah memastikan diterapkannya Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Misi tersebut semata-mata perintah dari ajaran Islam, sebagaimana Firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.[ QS. Al Baqoroh : 208]

Apakah penerapan syariat Islam berarti membahayakan non muslim? Ini yang selalu diserukan kaum liberalis. Justru Nabi mengatakan pada ahlul zimmah, orang non muslim yang berada di Negara khilafah dengan mengatakan ;

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang menzalimi seorang mu’ahid (ahlu zimmah), atau mengurangi haknya, atau membebaninya di atas kemampuannya, atau mengambil darinya sesuatu di luar haknya, maka aku menjadi lawannya di hari kiamat.” (HR Abu Daud)

Jika syariat Islam diterapkan apakah peribadatan selain Islam dilarang? Islam mempraktekkan toleransi sejak jaman nabi.  Melalui Piagam Madinah itu, Rasul saw. sebagai kepala negara menunjukkan bukti, betapa beliau sangat menghormati agama lain. Contoh, saat Rasul saw. melihat ada rombongan orang mengusung jenazah Yahudi melewati beliau, beliau sepontan berdiri (sebagai penghormatan). Sahabat protes, “Wahai Rasulullah, bukankah dia seorang Yahudi?”

Rasulullah saw. menjawab, “Bukankah dia manusia?

Di lain kesempatan, ketika Rasul saw. ditanya oleh para Sahabat tentang memberikan bantuan materi kepada non-Muslim, “Apakah kami boleh memberi bantuan kepada kaum Yahudi?”

Beliau menjawab, “Boleh, sebab mereka juga makhluk Allah, dan Allah akan menerima sedekah kita.”

Bagaiman dengan Pancasila?

Ketika Islam bisa diterapkan secara kaffah, sejatinya  nilai-nilai Pancasila akan membumi bersama penerapan syariat Islam tersebut. Ummat Islam mayoritas telah beranggapan bahwa tidak ada satu nilaipun dalam Pancasila yang bertentangan dengan hukum Islam. Namun Pancasila tidak akan bisa diterapkan tanpa terlebih dahulu diterapkan hukum Islam secara kaffah. Mengapa demikian, karena semua nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila ada di dalam syariat Islam, dan secara riil tidak aplicable dalam sistem  demokrasi. Pancasila sebenarnya  kontradiktif  dalam system republik. Hak beragama ummat Islam secara kaffah  sesungguhnya terkebiri dalam alam demokrasi, namun “tragisnya” ummat Islam sendiri mengharapkan “kebaikan demokrasi” untuk Islam . Sebagai contoh, konsep demokrasi, kebenaran adalah suara mayoritas, maka kendati suara mayoritas salah, akan menjadi produk hukum.  Sedang dalam Islam kebenaran adalah apa yang datang dari sang Pencipta. Inilah esensi perbedaannya.

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ

“Kebenaran itu datang dari Rabb mu, maka janganlah sekali-kali kamu termasuk orang yang ragu.” (Q.S Al-Baqarah : 147)

Mengapa komunisme, marxisme, Lenisisme dilarang ? karena tidak  sesuai dengan nilai pancasila Pasal 1 (Ketuhanan yang Maha Esa). Sedang Islam esensi yang diajarkan adalah nilai tauhid ( keEsaan Allah) yang wujud konkritnya dalam kehidupan bernegara adalah diterapkannya hukum Islam. Namun perlu dipahami,  Islam dan syariat Islam adalah dua  hal yang tidak bisa dipisahkan ( ibarat dua sisi mata ulang).  Memisahkan keduanya artinya “sekulerisme”. Sampai disini, merupakan tantangan yang berat bagi ummat Islam,  dimana aqidahnya menganut Islam, sementara system kehidupannya menganut hukum Belanda (baca : sekuler). Maka wajarkah jika kehadiran Hizbut-Tahrir mencoba membuka  pemikiran ummat Islam, –yang  semula tidak pede dengan  ajaran Islam sendiri – dan juga kepada non Islam, untuk obyektif melihat keagungan syariat Islam, keindahan  dan keadilan Syariat Islam ketika  diterapkan dalam kehidupan.

Oleh karena itu, kita bisa lihat kiprah HTI,  disaat bangsa ini kebingungan mengelola SDA, Migas, pengelolaan Tenaga kerja, dan sebagainya, Hizbut Tahrir mencoba menyodorkan solusinya yang digali dari nilai-nilai syariat Islam. Hizbut Tahrir dalam menyerukan gagasannya tidak memaksakan kehendak, disinilah HTI hanyalah dakwah [ Menyeru ] ke tengah masyarakat umum dan para birokrat , agar menyadari, memahami dan mempertimbangkan ide dan gagasan yang diserukan HTI yang notabene adalah syariat Islam ( ajaran Islam) yang agung yang datang dari Allah SWT.

Bagaimana Dengan Sistem Republik ?

Indonesia menganut system Republik  yang berwujud  NKRI ( Negara Kesatuan Republik Indonesia). Sistem Republik didasarkan pada demokrasi, dimana kedaulatan berada pada tangan rakyat. Ini berarti, rakyat memiliki hak untuk membuat hukum dan konstitusi. Jika kita sadari, justru  konsep system Republik sebenarnya kontradiktif  dengan nilai luhur Pancasila. Karena output system republic ini adalah  Demokrasi sekuler yang menghalalkan segala cara, dan yang menuhankan selain Tuhan Yang Maha Esa ( Sila ke-1 ).

Di dalam Islam, kedaulatan berada di tangan syariat. Tidak ada satu orang pun dalam sistem Khilafah, bahkan termasuk Khalifahnya sendiri, yang boleh melegislasi hukum yang bersumber dari pikirannya sendiri.

فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. [ QS. AN Nisa : 65]

Namun demikian masyarakat yang berada di wilayah hukum Islam  diberi  ruang untuk musyawarah  untuk mendapatkan kemaslahatan bersama. Dalam  Sistem Islam ada Majlis Ummat, disitu wakil dari berbagai golongan dan berbagai agama yang ada. Mereka  bisa memberikan masukan dan usulan terkait kebijakan Negara dan aduan terkait penerapan Islam yang dipandang tidak adil. Jadi Islam agama yang sempurna, dan tidak ada kekhawatiran bagi siapapun jika Islam diperjuangkan oleh HTI.

Perjuangan HTI sesungguhnya hanya menyadarkan ummat   Islam untuk hidup sejahtera dibawah naungan Islam kendati di dalamnya ada ummat non Islam.  HTI berjuang bukan seperti sparatis yang akan mengambil sebagian wilayah atau mengambil seluruh wilayah NKRI. HTI  justru ingin menyelamatkan NKRI dari penjajahan Asing yang selama ini menjarah kekayaan negeri. Mengapa harus Khilafah Islam? Selain karena ajaran Islam memang demikian, juga karena kekuatan asing itu suatu Negara adidaya yang tamak dan rakus, maka Indonesia tidak bisa menghadapi kecuali negeri-negeri Islam yang ada harus bersatu dalam wadah Khilafah Islamiyyah. Maka dari itu, jika dengan Khilafah Islam , rakyat menjadi sejahtera tanpa ada penjajahan neo liberalisme dan neo kapitalisme, tidak ada korupsi dan hukum tegak seadil-adilnya, apakah kita tetap akan menolaknya? Mari kita renungkan bersama.

 Mushonnif Huda Al Qondaly
Ketua Pusat Studi Islam Kontemporer  [ PSIK Semarang ]

ROHINGNYA [MYANMAR] MENUNGGU KHILAFAH MU’TASIM BILLAH

pengungsi-myanmar-menyeberangi-bangladesh

Semakin banyak warga etnis Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar ke negara tetangga Bangladesh. Mereka melarikan diri dari kekerasan yang menewaskan 86 orang dan memaksa 30 ribu orang kehilangan tempat tinggal di Rakhine, Myanmar.

Beberapa warga Rohingya nekat menumpang kapal untuk kabur ke Bangladesh via sungai. Bangladesh sendiri berbatasan langsung dengan Myanmar sebelah barat. Namun risiko menumpang kapal meningkat, setelah sebuah kapal tenggelam di tengah maraknya aliran imigran dari Myanmar ke Bangladesh. [ 23/11/2016 news.detik.com]

Kekerasan terbaru kali ini menyusul serangan orang-orang bersenjata tak dikenal terhadap tiga pos polisi perbatasan yang menewaskan sembilan polisi Myanmar pada 9 Oktober  2016 lalu. Sejak serangan itu , tentara Myanmar meluncurkan operasi militer  yang tidak berperikemanusiaan.

muslim rohingnya didepan monyong senjata
muslim rohingnya didepan monyong senjata

Militer dan pemerintah Myanmar telah menolak tuduhan oleh warga Rohingnya [yang menjadi korban-red] dan kelompok-kelompok HAM bahwa tentara telah memperkosa wanita  Rohingnya, membakar rumah-rumah , mengesekusi warga sipil selama operasi militer di Rakhine.

Inilah gambaran Dunia Islam saat yang kelam, tertindas, sungguh sangat mengenaskan. Mereka menjerit memohon petolongan, namun dunia Islam yang memiliki pasukan, senjata , kekuatan diam tanpa ada kekuasaan untuk melindungi. Tanpa ada Kekhilafahan dunia kelam tanpa daya. Ummat Islam Butuh Khilafah.

Bagaimana Khilafah Islamiyah dalam melindungi Kaum muslimin ketika warganya dilecehkan?

Ketika itu, muslimah  keturunan Bani Hashim  sedang berbelanja di sebuah pasar di kawasan negeri di bawah kekuasaan Romawi, di utara benua Asia, yakni tepatnya di kota Ammuriah, kawasan Turki hari ini. Di saat sedang berjalan itulah, sang muslimah diganggu oleh seorang lelaki Romawi dengan menyentuh ujung jilbabnya hingga dia secara spontan berteriak : “Wa Mu’tashamah….!!!” Yang juga berarti “Dimana kau Mu’tasim…Tolonglah Aku”!

Teriakan muslimah tersebut akhirnya sampai ke telinga Khalifah al-Mu’tasim. Puluhan ribu tentara pun digelar mulai dari gerbang ibukota di Baghdad hingga ujungnya mencapai kota Ammuriah. Pembelaan kepada muslimah ini sekaligus dimaksudkan oleh khalifah sebagai pembebasan Ammuriah dari jajahan Romawi.

Catatan sejarah menyatakan bahwa ribuan tentara Muslim bergerak di bulan April, 833 Masehi dari Baghdad menuju Ammuriah. Kota Ammuriah dikepung oleh tentara Muslim selama kurang lebih lima bulan hingga akhirnya takluk di tangan Khalifah al-Mu’tasim pada tanggal 13 Agustus 833 Masehi.

Kini Kaum mulimin tertindas, bukan karena apa dan mengapa, tapi karena mereka membawa Iman dan Agama Islam yang mulia Ini. Coba perhatikan firman ALlah SWT :

وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,[ Al Buruuj 85:8] .

Jadi sifat kedengkian dan kebencian terhadap ummat Islam itu yang  mendorong dan melatar belakangi mereka bengis dan kejam, ketika ummat Islam Minoritas. Mereka berlaku santun ketika ummat Islam mayoritas.

Namun Allah SWT pasti akan membalasnya, baik nanti, esuk, akan datang atau setelah datangnya khilafah Islam, atau setelah hari pembalasan, sebagaimana firman-Nya :

إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ

Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertobat, maka bagi mereka azab Jahanam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar. [Al Buruuj 85:10].

Mereka senantiasa berbuat makar kepada kaum muslimin dimanapun adanya ketika Islam  minoritas, namun Allah pasti akan membalas makar mereka, sebagaimana firman Nya :

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.[ TQS. Ali Imran 3: 54]

Kami, penulis yang lemah, hanya bisa berdo’a semoga Allah SWT memberi kekuatan Iman, dan kesabaran kepada Muslim Rohingnya yang tengah tertindas. Dan Allah akan segera mungkin memberikan pertolongan. Bagimu adalah Syurga, Bagimu adalah tempat yang terbaik disisiNya, selama engkau wahai saudaraku tetap sabar  dengan keimananmu di dalam penindasan dan kedzaliman. Namun do’a orang terdzolimi adalah makbul. Berdo’alah untuk kemenangan dan kemuliaan Islam yang akan memberikan rahmatan lil’alamin.

Dan kami berharap semoga Khilafah Islam akan segera tegak kembali,  dan akan memimpin dunia ini dengan adil dan penuh dengan kedamaian, dan rahmatan lil ‘alamin. Dengan kehadirannya yang kafir akan dihinakan, dan yang beriman akan mulia. Hukum Allah akan dimuliakan, dan hukum jahiliyyah akan dicampakkan. Kemuliaan negara akan terdengan di seluruh  dunia, hingga keamanannya ibarat seorang berjalan malam hari dari san’a hingga hadromaut, tidak pernah takut, kecuali hanya  takut kepada Allah SWT. Wallahu A’lam bi Ash-showab.  Arif TH Al Qondaly.

Related Post :

Rohingnya menunggu Khilafah Mu’tasimBillah | 6 Tanda sebelum datangnya Kiamat | Konflik Palesina-Israel dalam Sejarah  |  Hukum Seputar Ru’yat GlobalUmmat Islam Butuh Khilafah | Khilafah Islam Janji Allah  | Bendera Rasulullah Liwa-Roya | Hukum Menegakkan Khilafah | Islam Rahmatan lil ‘AlaminPengertian Islam Rahmatan lil ‘Alamin

 

LIMA ALASAN MENGAPA UMAT ISLAM BUTUH KHILAFAH

Akibat tidak diterapkan syariat Islam secara kaffah dalam bingkai   khilafah, kerugian besar ummat Islam terjadi  di beberapa sendi kehidupan, diantaranya adalah  :

[1]. Kekayaan Alam di Rampok oleh pemilik modal

Papua memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Setidaknya di dalam bumi Papua terkandung berton-ton emas murni yang akhirnya dikeruk ke permukaan. Indonesia tidak bisa melakukannya hingga Freeport mengambil alih sejak tahun 60-an. Selama 50 tahun lebih, Freeport terus mengambil keuntungan yang tak ada habisnya sementara Indonesia hanya bisa melongo. Dalam Islam, Khilafah akan melarang kepemilikan Umum [ tambang Papua ] dikuasakan pribadi apalagi Asing.  Dan hukumnya haram menandatangani perpanjangan kontrak dengan asing.

Tambang Emas di Papua [image source]

Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang geothermal atau panas bumi. Banyaknya gunung api aktif membuat wilayah di Indonesia berpotensi untuk digali sebagai ladang geothermal. Salah satu yang terbesar di Indonesia berada di Gunung Salak, Jawa Barat. Perusahaan yang mengelola tambang ini adalah PT Chevron.

Indonesia dikenal sebagai negara yang menghasilkan banyak sekali tambang batu bara. Sayangnya hampir semua tambang batu bara justru dikuasai oleh asing. Meski perusahaan dibentuk di Indonesia, tapi hampir semua orang di dalamnya adalah dari luar negeri.

Meski telah memiliki Pertamina, Indonesia masih belum bisa mengelola semua tambah minyaknya. Bahkan tambang-tambang dengan potensi besar justru dilempar ke perusahaan asing seperti Shell atau Chevron.

Salah satu tambang unggulan di Indonesia adalah Nikel. Tambang ini termasuk dalam kelas A sejajar dengan emas dan minyak bumi. Sayangnya tambang-tambang nikel banyak sekali disusupi oleh kepentingan asing

[2]. Marak Pemurtadan , Kesyirikan dan Liberalisasi.

Seperti terjadi  di jawa barat, di cirebon, pemurtatan berkedok penyembuhan, pemurtadan dalam berbagai bentuk telah menyebar di seluruh Indonesia.  Bahkan kesyirikan juga terus terjadi di Indonesia   adanya dukun brojomusti, dimas kanjeng taat pribadi dan masih banyaklagi. Dan lebih parah lagi ummat Islam masuk dalam lingkaran JIL [ Jaringan Islam Liberal ]. Mereka bergitu Pede menjajakan ide liberalnya yang menyesatkan. Dalam syariat Islam, praktek dukun dan pemurtadan [ murtad ] akan dihukum mati [ kecuali taubat] , sehingga tidak ada lagi praktek seperti itu.

[3]. Terjadi Penistaan Agama [pada  Nabi dan Al Qur’an ] dimana-mana.

Kasus Ahok tidak akan terjadi jika syariat Islam ditegakkan secara kaffah. Khilafah sendiri akan langsung memutuskan dengan tegas. Penista Agama  akan dibunuh dan pendukungnya akan dijerat dengan seberat-beratnya.

[4]. Kejahatan merajalela dan semakin meningkat.

Kita ambil sampelnya saja di Jakarta, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, jumlah total peristiwa kriminal menonjol di wilayah hukum Polda Metro meliputi tujuh jenis dimana jumlah sebanyak 6.267 kasus, sementara tahun 2014 sebanyak 5.985 kasus. “Jadi mengalami kenaikan 282 kasus atau sebesar 4,71 persen” kata Kapolda kepada SP, Rabu (6/1).

Kejahatan-kejahatan yang diungkap Polda Metro tahun 2015, yakni, narkotika 5.302 kasus. Sementara kejahatan yang sama tahun 2014 sebanyak 4.933, jadi mengalami kenaikkan naik 7,48 persen.

Kejahatan premanisme juga meningkat  sebanyak 95 kasus, tahun 2014 sebanyak 79 kasus, naik 20.25 persen.

Kejahatan jalanan tahun 2015 sebanyak 684 kasus, tahun 2014 sebanyak 799, turun 14.39 persen.

Kejahatan terhadap kekayaan negara tahun 2015 sebanyak 29 kasus, tahun 2014 19 kasus, naik 52,63 persen.

[5].  Umat Islam dibantai tidak ada yang melindungi.

Perhatikanlah pembantaian yang tidak pernah berhenti oleh Yahudi Israel terhadap umat Islam di Palestina. Pembantaian ummat Islam di Burma,  Di China, di Thailand, di India, di Eropa seperti Chechnya, dan masih banyak lagi.

Pada tanggal 2 April 2013, sekitar pukul 02.45 dini hari, Madrasah Swardikiyah dibakar, dan 13 orang siswa terbakar hidup-hidup di dalamnya, di jalan no. 48 kota pelabuhan Botataung, Yangon. Tapi pemerintah dengan cepat mengumumkan bahwa kebakaran tersebut berasal dari kabel listrik yang rusak di Masjid, padahal saksi mata melihat orang-orang melempar bom bensin ke dalam gedung.

 [13 siswa dibakar hidup-hidup di Madrasah ini]

 [Foto sebagian Umat Muslim yang dibakar di Burma]

Pembakaran ummat Muslim di Burma

Hasil gambar untuk KEBRUTALAN PASUKAN ISRAEL

Ini kebrutalan pasukan Israel atas ummat Islam di Palestina.

Dunia Kecam Thailand atas Kasus Kematian Muslim di Tak Bai

Tragedi Tak Bai 2004. 84 Muslim meninggal setelah aparat militer Thailand menangkapi para demonstran dan memasukkannya ke dalam truk, ditumpuk-tumpuk dengan tangan terikat ke atas

Siapa yang mampu menggerakkan pasukan mujahhid yang akan melindungi kaum muslimin di penjuru dunia kecuali Khilafah..?  Jika Anda mukmin, anda banyak koar-koar di mimbar, fasih bicara Islam, bicara Iman dan bid’ah,  tapi anda diam dan tidak ada solusi terhadap pembantaian di atas?  sementara justru mengecam upaya penegakan Khilafah yang akan menyatukan kaum muslimin seluruh dunia dan melindunginya dari makar kuffar,  bagaimana tanggung jawab Anda di hadapan Allah SWT?…

Related Posts

Rohingnya menunggu Khilafah Mu’tasimBillah | 5 Fase sebelum datangnya Kiamat | Konflik Palesina-Israel dalam Sejarah  |  Hukum Seputar Ru’yat GlobalLima Alasan mengapa Ummat Islam Butuh Khilafah | Khilafah Islam Janji Allah  | Bendera Rasulullah Liwa-Roya | Hukum Menegakkan Khilafah |

KONFLIK PALESTINA-ISRAEL DALAM SEJARAH

Image
Konflik Palestina – Israel menurut sejarah hingga tahun ini, sudah 43 tahun ketika pada tahun 1967 Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria dan berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania).. Sampai sekarang perdamaian sepertinya jauh dari harapan. Ditambah lagi terjadi ketidaksepakatan tentang masa depan Palestina dan hubungannya dengan Israel di antara faksi-faksi di Palestina sendiri. Tulisan ini dimaksudkan sebagai pengingat sekaligus upaya membuka pemahaman kita mengenai latar belakang sejarah sebab terjadinya konflik ini.

2000 SM – 1500 SM

Istri Nabi Ibrahim A.s., Siti Hajar mempunyai anak Nabi Ismail A.s. (bapaknya bangsa Arab) dan Siti Sarah mempunyai anak Nabi Ishak A.s. yang kemudian mempunyai anakNabi Ya’qub A.s. alias Israel (Israil, Qur’an). Anak keturunannya disebut Bani Israel sebanyak 7 (tujuh) orang. Salah satunya bernama Nabi Yusuf A.s. yang ketika kecil dibuang oleh saudara-saudaranya yang dengki kepadanya. Nasibnya yang baik membawanya ke tanah Mesir dan kemudian dia menjadi bendahara kerajaan Mesir. Ketika masa paceklik, Nabi Ya’qub A.s. beserta saudara-saudara Yusuf bermigrasi ke Mesir. Populasi anak keturunan Israel (Nabi Ya’qub A.s.) membesar.

1550 SM – 1200 SM

Politik di Mesir berubah. Bangsa Israel dianggap sebagai masalah bagi negara Mesir. Banyak dari bangsa Israel yang lebih pintar dari orang asli Mesir dan menguasai perekonomian. Oleh pemerintah Firaun bangsa Israel diturunkan statusnya menjadi budak.

1200 SM – 1100 SM

Nabi Musa A.s. memimpin bangsa Israel meninggalkan Mesir, mengembara di gurun Sinai menuju tanah yang dijanjikan, asalkan mereka taat kepada Allah Swt – dikenal dengan cerita Nabi Musa A.s. membelah laut ketika bersama dengan bangsa Israel dikejar-kejar oleh tentara Mesir menyeberangi Laut Merah. Namun saat mereka diperintah untuk memasuki tanah Filistin (Palestina), mereka membandel dan berkata: “Hai, Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi ada orang yang gagah perkasa di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Rabbmu (Tuhanmu), dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” (QS 5:24)
Akibatnya mereka dikutuk oleh Allah Swt dan hanya berputar-putar saja di sekitar Palestina. Belakangan agama yang dibawa Nabi Musa A.s. disebut Yahudi – menurut salah satu marga dari bangsa Israel yang paling banyak keturunannya, yakni Yehuda, dan akhirnya bangsa Israil – tanpa memandang warga negara atau tanah airnya – disebut juga orang-orang Yahudi.

1000 SM – 922 SM

Nabi Daud A.s. (anak Nabi Musa A.s.) mengalahkan Goliath (Jalut, Qur’an)dari Filistin. Palestina berhasil direbut dan Daud dijadikan raja. Wilayah kerajaannya “membentang dari tepi sungai Nil hingga sungai Efrat di Iraq”. Sekarang ini Yahudi tetap memimpikan kembali kebesaran Israel Raya seperti yang dipimpin raja Daud. Bendera Israel adalah dua garis biru (sungai Nil dan Eufrat) dan Bintang Daud. Kepemimpinan Daud A.s. diteruskan oleh anaknya Nabi Sulaiman A.s. dan Masjidil Aqsa pun dibangun.

922 SM – 800 SM

Sepeninggal Sulaiman A.s., Israel dilanda perang saudara yang berlarut-larut, hingga akhirnya kerajaan itu terbelah menjadi dua, yakni bagian Utara bernama Israel beribukotaSamaria dan Selatan bernama Yehuda beribukota Yerusalem.

800 SM – 600 SM

Karena kerajaan Israel sudah terlalu durhaka kepada Allah Swt maka kerajaan tersebut dihancurkan oleh Allah Swt melalui penyerangan kerajaan Asyiria.
Sesungguhnya Kami telah mengambil kembali perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini hawa nafsu mereka, maka sebagian rasul-rasul itu mereka dustakan atau mereka bunuh.” (QS 5:70)

Hal ini juga bisa dibaca di Injil (Bible) pada Kitab Raja-raja ke-1 14:15 dan Kitab Raja-raja ke-2 17:18.
600 SM – 500 SM

Kerajaan Yehuda dihancurkan lewat tangan Nebukadnezar dari Babylonia. Dalam Injil Kitab Raja-raja ke-2 23:27 dinyatakan bahwa mereka tidak mempunyai hak lagi atas Yerusalem. Mereka diusir dari Yerusalem dan dipenjara di Babylonia.

500 SM – 400 SM

Cyrus Persia meruntuhkan Babylonia dan mengijinkan bangsa Israel kembali ke Yerusalem.

330 SM – 322 SM

Israel diduduki Alexander Agung dari Macedonia (Yunani). Ia melakukan hellenisasi terhadap bangsa-bangsa taklukannya. Bahasa Yunani menjadi bahasa resmi Israel, sehingga nantinya Injil pun ditulis dalam bahasa Yunani dan bukan dalam bahasa Ibrani.

300 SM – 190 SM
Yunani dikalahkan Romawi. Maka Palestina pun dikuasai imperium Romawi.
1 – 100 M

Nabi Isa A.s. / Yesus lahir, kemudian menjadi pemimpin gerakan melawan penguasa Romawi. Namun selain dianggap subversi oleh penguasa Romawi (dengan ancaman hukuman tertinggi yakni dihukum mati di kayu salib), ajaran Yesus sendiri ditolak oleh para Rabbi Yahudi. Namun setelah Isa tiada, bangsa Yahudi memberontak terhadap Romawi.

100 – 300

Pemberontakan berulang. Akibatnya Palestina dihancurkan dan dijadikan area bebas Yahudi. Mereka dideportasi keluar Palestina dan terdiaspora ke segala penjuru imperium Romawi. Namun demikian tetap ada sejumlah kecil pemeluk Yahudi yang tetap bertahan di Palestina. Dengan masuknya Islam kemudian, serta dipakainya bahasa Arab di dalam kehidupan sehari-hari, mereka lambat laun terarabisasi atau bahkan masuk Islam.

313
Pusat kerajaan Romawi dipindah ke Konstantinopel dan agama Kristen dijadikan agama negara.
500 – 600

Nabi Muhammad Saw lahir di tahun 571 M. Bangsa Yahudi merembes ke semenanjung Arabia (di antaranya di Khaibar dan sekitar Madinah), kemudian berimigrasi dalam jumlah besar ke daerah tersebut ketika terjadi perang antara Romawi dengan Persia.

621

Nabi Muhammad Saw melakukan perjalanan ruhani Isra’ dari masjidilHaram di Makkahke masjidil Aqsa di Palestina dilanjutkan perjalana Mi’raj ke Sidrathul Muntaha (langit lapis ke-7). Rasulullah menetapkan Yerusalem sebagai kota suci ke-3 ummat Islam, dimana sholat di masjidil Aqsa dinilai 500 kali dibanding sholat di masjid lain selain masjidil Haram di Makkah dan masjid Nabawi di Madinah. Masjidil Aqsa juga menjadi kiblat umat Islam sebelum dipindah arahnya ke Ka’bah di masjidil Haram, Makkah.

622

Hijrah Nabi Muhammad Saw ke Madinah dan pendirian negara Islam – yang selanjutnya kepeminpinannya disebut Khilafah Islamiyyah . Nabi mengadakan perjanjian dengan bangsa Yahudi yang menjadi penduduk Madinah dan sekitarnya, yang dikenal dengan “Piagam Madinah”.

626

Pengkhianatan Yahudi dalam perang Ahzab (perang parit) dan berarti melanggar Perjanjian Madinah. Sesuai dengan aturan di dalam kitab Taurat mereka sendiri, mereka harus menerima hukuman dibunuh atau diusir.

638

Di bawah pemerintahan Khalifah Umar Ibnu Khattab ra. Seluruh Palestina dimerdekakan dari penjajah Romawi. Seterusnya seluruh penduduk Palestina, Muslim maupun Non Muslim, hidup aman di bawah pemerintahan khilafah. Kebebasan beragama dijamin sepenuhnya.

700 – 1000

Wilayah Islam meluas dari Asia Tengah, Afrika hingga Spanyol. Di dalamnya, bangsa Yahudi mendapat peluang ekonomi dan intelektual yang sama. Ada beberapa ilmuwan terkenal di dunia Islam yang sesungguhnya adalah orang Yahudi.

1076

Yerusalem dikepung oleh tentara salib dari Eropa. Karena pengkhianatan kaum munafik (sekte Drusiah yang mengaku Islam tetapi ajarannya sesat), pada tahun 1099 M tentara salib berhasil menguasai Yerusalem dan mengangkat seorang raja Kristen. Penjajahan ini berlangsung hingga 1187 M sampai Salahuddin Al-Ayyubi membebaskannya dan setelah itu ummat Islam yang terlena sufisme yang sesat bisa dibangkitkan kembali.

1453

Setelah melalui proses reunifikasi dan revitalisasi wilayah-wilayah khilafah yang tercerai berai setelah hancurnya Baghdad oleh tentara Mongol (1258 M), khilafah Utsmaniahdibawah Muhammad Fatih menaklukan Konstatinopel, dan mewujudkan nubuwwah Rasulullah.

1492

Andalusia sepenuhnya jatuh ke tangan Kristen Spanyol (reconquista). Karena cemas suatu saat umat Islam bisa bangkit lagi, maka terjadi pembunuhan, pengusiran dan pengkristenan massal. Hal ini tidak cuma diarahkan pada Muslim namun juga pada Yahudi. Mereka lari ke wilayah khilafah Utsmaniyah, diantaranya ke Bosnia. Pada 1992Raja Juan Carlos dari Spanyol secara resmi meminta maaf kepada pemerintah Israel atas holocaust (pemusnahan etnis) 500 tahun sebelumnya. (Tapi tidak permintaan maaf kepada umat Islam).

1500 – 1700

Kebangkitan pemikiran di Eropa, munculnya sekularisme (pemisahan agama / gereja dengan negara), nasionalisme dan kapitalisme. Mulainya kemajuan teknologi moderen di Eropa. Abad penjelajahan samudera dimulai. Mereka mencari jalur perdagangan alternatif ke India dan Cina, tanpa melalui daerah-daerah Islam. Tapi akhirnya mereka didorong oleh semangat kolonialisme dan imperialisme, yakni Gold, Glory dan Gospel. Gold berarti mencari kekayaan di tanah jajahan, Glory artinya mencari kemasyuran di atas bangsa lain dan Gospel (Injil) artinya menyebarkan agama Kristen ke penjuru dunia.

1529

Tentara khilafah berusaha menghentikan arus kolonialisme/imperialisme serta membalas reconquista langsung ke jantung Eropa dengan mengepung Wina, namun gagal. Tahun1683 M kepungan diulang, dan gagal lagi. Kegagalan ini terutama karena tentara Islam terlalu yakin pada jumlah dan perlengkapannya.
“… yaitu ketika kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dan bercerai-berai.” (QS 9:25).

1798

Napoleon berpendapat bahwa bangsa Yahudi bisa diperalat bagi tujuan-tujuan Perancis di Timur Tengah. Wilayah itu secara resmi masih di bawah Khilafah.

1831

Untuk mendukung strategi “devide et impera” Perancis mendukung gerakan nasionalisme Arab, yakni Muhammad Ali di Mesir dan Pasya Basyir di Libanon.Khilafah mulai lemah dirongrong oleh semangat nasionalisme yang menular begitu cepat di tanah Arab.

1835

Sekelompok Yahudi membeli tanah di Palestina, dan lalu mendirikan sekolah Yahudi pertama di sana. Sponsornya adalah milyuder Yahudi di Inggris, Sir Moshe Monteveury, anggota Free Masonry. Ini adalah pertama kalinya sekolah berkurikulum asing di wilayah Khilafah.

1838

Inggris membuka konsulat di Yerusalem yang merupakan perwakilan Eropa pertama di Palestina.

1849
Kampanye mendorong imigrasi orang Yahudi ke Palestina. Pada masa itu jumlah Yahudi di Palestina baru sekitar 12.000 orang. Pada tahun 1948 jumlahnya menjadi 716.700 dan pada tahun 1964 sudah hampir 3 juta orang.
1882

Imigrasi besar-besaran orang Yahudi ke Palestina yang berselubung agama, simpati dan kemanusiaan bagi penderitaan Yahudi di Eropa saat itu.

1891

Para penduduk Palestina mengirim petisi ke Khalifah, menuntut dilarangnya imigrasi besar-besaran ras Yahudi ke Palestina. Sayang saat itu khilafah sudah “sakit-sakitan” (dijuluki “THE SICK MAN AT BOSPORUS). Dekadensi pemikiran meluas, walau Sultan Abdul Hamid sempat membuat terobosan dengan memodernisir infrastruktur, termasuk memasang jalur kereta api dari Damaskus ke Madinah via Palestina! Sayang, sebelum selesai, Sultan Abdul Hamid dipecat oleh Syaikhul Islam (Hakim Agung) yang telah dipegaruhi oleh Inggris. Perang Dunia I meletus, dan jalur kereta tersebut dihancurkan.

1897

Theodore Herzl menggelar KONGRES ZIONIS SEDUNIA di Basel Swiss. Peserta Kongres I Zionis mengeluarkan resolusi, bahwa “umat Yahudi tidaklah sekedar umat beragama, namun adalah bangsa dengan tekad bulat untuk hidup secara berbangsa dan bernegara”. Dalam resolusi itu, kaum zionis menuntut tanah air bagi umat Yahudi – walaupun secara rahasia – pada “tanah yang bersejarah bagi mereka”. SebelumnyaInggris hampir menjanjikan tanah protektorat Uganda atau di Amerika Latin ! Di kongres itu, Herzl menyebut, Zionisme adalah jawaban bagi “diskriminasi dan penindasan” atas umat Yahudi yang telah berlangsung ratusan tahun. Pergerakan ini mengenang kembali bahwa nasib umat Yahudi hanya bisa diselesaikan di tangan umat Yahudi sendiri. Di depan kongres, Herzl berkata, “Dalam 50 tahun akan ada negara Yahudi !” Apa yang direncanakan Herzl menjadi kenyataan pada tahun 1948.

1916

Perjanjian rahasia SYKES – PICOT oleh sekutu (Inggris, Perancis, Rusia) dibuat saat meletusnya Perang Dunia (PD) I, untuk mencengkeram wilayah-wilayah Arab dan Khalifah Utsmaniyah dan membagi-bagi di antara mereka. PD I berakhir dengan kemenangan sekutu, Inggris mendapat kontrol atas Palestina. Di PD I ini, Yahudi Jerman berkomplot dengan Sekutu untuk tujuan mereka sendiri (memiliki pengaruh atau kekuasaan yang lebih besar).

1917

Menlu Inggris keturunan Yahudi, Arthur James Balfour, dalam deklarasi Balfour memberitahu pemimpin Zionis Inggris, Lord Rothschild, bahwa Inggris akan memperkokoh pemukiman Yahudi di Palestina dalam membantu pembentukan tanah air Yahudi. Lima tahun kemudian Liga Bangsa-bangsa (cikal bakal PBB) memberi mandat kepada Inggris untuk menguasai Palestina.

1938

Nazi Jerman menganggap bahwa pengkhianatan Yahudi Jerman adalah biang keladi kekalahan mereka pada PD I yang telah menghancurkan ekonomi Jerman. Maka mereka perlu “penyelesaian terakhir” (endivsung). Ratusan ribu keturunan Yahudi dikirim ke kamp konsentrasi atau lari ke luar negeri (terutama ke AS).Sebenarnya ada etnis lain serta kaum intelektual yang berbeda politik dengan Nazi yang bernasib sama, namun setelah PD II Yahudi lebih berhasil menjual ceritanya karena menguasai banyak surat kabar atau kantor-kantor berita di dunia.

1944

Partai buruh Inggris yang sedang berkuasa secara terbuka memaparkan politik “membiarkan orang-orang Yahudi terus masuk ke Palestina, jika mereka ingin jadi mayoritas. Masuknya mereka akan mendorong keluarnya pribumi Arab dari sana.” Kondisi Palestina pun memanas.

1947
PBB merekomendasikan pemecahan Palestina menjadi dua negara: Arab dan Israel.
1948, 14 Mei.

Sehari sebelum habisnya perwalian Inggris di Palestina, para pemukim Yahudi memproklamirkan kemerdekaan negara Israel. Mereka melakukan agresi bersenjata terhadap rakyat Palestina yang masih lemah, hingga jutaan dari mereka terpaksa mengungsi ke Libanon, Yordania, Syria, Mesir dan lain-lain. Palestina Refugees menjadi tema dunia. Namun mereka menolak eksistensi Palestina dan menganggap mereka telah memajukan areal yang semula kosong dan terbelakang. Timbullah perang antara Israel dan negara-negara Arab tetangganya. Namun karena para pemimpin Arab sebenarnya ada di bawah pengaruh Inggris – lihat ImperialismePerancis dan Inggris di tanah Arab sejak tahun 1798 – maka Israel mudah merebut daerah Arab Palestina yang telah ditetapkan PBB.

1948, 2 Desember

Protes keras Liga Arab atas tindakan AS dan sekutunya berupa dorongan dan fasilitas yang mereka berikan bagi imigrasi zionis ke Palestina. Pada waktu itu, Ikhwanul Muslimin (IM) di bawah Hasan Al-Banna mengirim 10.000 mujahidin untuk berjihad melawan Israel. Usaha ini kandas bukan karena mereka dikalahkan Israel, namun karena Raja Farouk yang korup dari Mesir takut bahwa di dalam negeri, IM bisa melakukan kudeta, akibatnya tokoh-tokoh IM dipenjara atau dihukum mati.

1956, 29 Oktober

Israel dibantu Inggris dan Perancis menyerang Sinai untuk menguasai terusan Suez. Pada kurun waktu ini, militer di Yordania menawarkan baiat ke Hizbut Tahrir (salah satu harakah Islam) untuk mendirikan kembali KhilafahNamun Hizbut Tahrir menolak, karena melihat rakyat belum siap.

1964

Para pemimpin Arab membentuk PLO (Palestine Liberation Organization). Dengan ini secara resmi, nasib Palestina diserahkan ke pundak bangsa Arab-Palestina sendiri, dan tidak lagi urusan umat Islam. Masalah Palestina direduksi menjadi persoalan nasional bangsa Palestina.

1967

Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria selama 6 hari dengan dalih pencegahan, Israel berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), TepiBarat dan Yerussalem (Yordania). Israel dengan mudah menghancurkan angkatan udara musuhnya karena dibantu informasi dari CIA (Central Intelligence Agency = Badan Intelijen Pusat milik USA). Sementara itu angkatan udara Mesir ragu membalas serangan Israel, karena Menteri Pertahanan Mesir ikut terbang dan memerintahkan untuk tidak melakukan tembakan selama dia ada di udara.

1967, Nopember

Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi Nomor 242, untuk perintah penarikan mundur Israel dari wilayah yang direbutnya dalam perang 6 hari, pengakuan semua negara di kawasan itu, dan penyelesaian secara adil masalah pengungsi Palestina.

1969

Yasser Arafat dari faksi Al-Fatah terpilih sebagai ketua Komite Eksekutif PLO dengan markas di Yordania.

1970

Berbagai pembajakan pesawat sebagai publikasi perjuangan rakyat Palestina membuat PLO dikecam oleh opini dunia, dan Yordania pun dikucilkan. Karena ekonomi Yordania sangat tergantung dari AS, maka akhirnya Raja Husein mengusir markas PLO dariYordania. Dan akhirnya PLO pindah ke Libanon.

1973, 6 Oktober

Mesir dan Syria menyerang pasukan Israel di Sinai dan dataran tinggi Golan pada hari puasanya Yahudi “Yom Kippur”. Pertempuran ini dikenal dengan Perang Oktober. Mesir dan Syria hampir menang, kalau Israel tidak tiba-tiba dibantu oleh AS. Presiden Mesir Anwar Sadat terpaksa berkompromi, karena dia cuma siap untuk melawan Israel, namun tidak siap berhadapan dengan AS. Arab membalas kekalahan itu dengan menutup keran minyak (politik minyak). Akibatnya harga minyak melonjak pesat.

1973, 22 Oktober

Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi Nomor 338, untuk gencatan senjata, pelaksanaan resolusi Nomor 242 dan perundingan damai di Timur Tengah.

1977

Pertimbangan ekonomi (perang telah memboroskan kas negara) membuat Anwar Sadat pergi ke Israel tanpa konsultasi dengan Liga Arab. Ia menawarkan perdamaian, jika Israel mengembalikan seluruh Sinai. Negara-negara Arab merasa dikhianati. Karena langkah politiknya ini, belakangan Anwar Sadat dibunuh pada tahun 1982.

1978, September

Mesir dan Israel menandatangani perjanjian Camp David yang diprakarsai AS. Perjanjian itu menjanjikan otonomi terbatas kepada rakyat Palestina di wilayah-wilayah pendudukan Israel. Sadat dan PM Israel Menachem Begin dianugerahi Nobel Perdamaian 1979. namun Israel tetap menolak perundingan dengan PLO dan PLO menolak otonomi. Belakangan, otonomi versi Camp David ini tidak pernah diwujudkan, demikian juga otonomi versi lainnya. Dan AS sebagai pemrakarsanya juga tidak merasa wajib memberi sanksi, bahkan selalu memveto resolusi PBB yang tidak menguntungkan pihak Israel.

1980

Israel secara sepihak menyatakan bahwa mulai musim panas 1980 kota Yerussalem yang didudukinya itu resmi sebagai ibukota.

1982

Israel menyerang Libanon dan membantai ratusan pengungsi Palestina di Sabra dan Shatila. Pelanggaran terhadap batas-batas internasional ini tidak berhasil dibawa ke forum PBB karena – lagi-lagi – veto dari AS. Belakangan Israel juga dengan enaknya melakukan serangkaian pemboman atas instalasi militer dan sipil di Iraq, Libya dan Tunis.

1987

Intifadhah, perlawanan dengan batu oleh orang-orang Palestina yang tinggal di daerah pendudukan terhadap tentara Israel mulai meledak. Intifadhah ini diprakarsai oleh HAMAS, suatu harakah Islam yang memulai aktivitasnya dengan pendidikan dan sosial.

1988, 15 Nopember

Diumumkan berdirinya negara Palestina di Aljiria, ibu kota Aljazair. Dengan bentuk negara Republik Parlementer. Ditetapkan bahwa Yerussalem Timur sebagai ibukota negara dengan Presiden pertamanya adalah Yasser Arafat.
Setelah Yasser Arafat mangkat kursi presiden diduduki oleh Mahmud Abbas. Dewan Nasional Palestina, yang identik dengan Parlemen Palestina beranggotakan 500 orang.

1988, Desember

AS membenarkan pembukaan dialog dengan PLO setelah Arafat secara tidak langsung mengakui eksistensi Israel dengan menuntut realisasi resolusi PBB Nomor 242 pada waktu memproklamirkan Republik Palestina di pengasingan di Tunis.

1991, Maret

Yasser Arafat menikahi Suha, seorang wanita Kristen. Sebelumnya Arafat selalu mengatakan “menikah dengan revolusi Palestina”.

1993, September

PLO – Israel saling mengakui eksistensi masing-masing dan Israel berjanji memberikan hak otonomi kepada PLO di daerah pendudukan. Motto Israel adalah “land for peace”(tanah untuk perdamaian). Pengakuan itu dikecam keras oleh pihak ultra-kanan Israel maupun kelompok di Palestina yang tidak setuju. Namun negara-negara Arab (Saudi Arabia, Mesir, Emirat dan Yordania) menyambut baik perjanjian itu. Mufti Mesir dan Saudi mengeluarkan “fatwa” untuk mendukung perdamaian.
Setelah kekuasaan di daerah pendudukan dialihkan ke PLO, maka sesuai perjanjian dengan Israel, PLO harus mengatasi segala aksi-aksi anti Israel. Dengan ini maka sebenarnya PLO dijadikan perpanjangan tangan Yahudi.
Yasser Arafat, Yitzak Rabin dan Shimon Peres mendapat Nobel Perdamaian atas usahanya tersebut.

1995

Rabin dibunuh oleh Yigar Amir, seorang Yahudi fanatik. Sebelumnya, di Hebron, seorang Yahudi fanatik membantai puluhan Muslim yang sedang shalat subuh. Hampir tiap orang dewasa di Israel, laki-laki maupun wanita, pernah mendapat latihan dan melakukan wajib militer. Gerakan Palestina yang menuntut kemerdekaan total menteror ke tengah masyarakat Israel dengan bom “bunuh diri”. Targetnya, menggagalkan usaha perdamaian yang tidak adil itu. Sebenarnya “land for peace” diartikan Israel sebagai “Israel dapat tanah, dan Arab Palestina tidak diganggu (bisa hidup damai).”

1996

Pemilu di Israel dimenangkan secara tipis oleh Netanyahu dari partai kanan, yang berarti kemenangan Yahudi yang anti perdamaian. Netanyahu mengulur-ulur waktu pelaksanaan perjanjian perdamaian. Ia menolak adanya negara Palestina, agar Palestina tetap sekedar daerah otonom di dalam Israel. Ia bahkan ingin menunggu/menciptakan kontelasi baru (pemukiman Yahudi di daerah pendudukan, bila perlu perluasan hingga ke Syria dan Yordania) untuk sama sekali membuat perjanjian baru.
AS tidak senang bahwa Israel jalan sendiri di luar garis yang ditetapkannya. Namun karena lobby Yahudi di AS terlalu kuat, maka Bill Clinton harus memakai agen-agennya di negara-negara Arab untuk “mengingatkan” si “anak emasnya” ini. Maka sikap negara-negara Arab tiba-tiba kembali memusuhi Israel. Mufti Mesir malah kini memfatwakan jihad terhadap Israel. Sementara itu Uni Eropa (terutama Inggris dan Perancis) juga mencoba “aktif” menjadi penengah, yang sebenarnya juga hanya untuk kepentingan masing-masing dalam rangka menanamkan pengaruhnya di wilayah itu. Mereka juga tidak rela kalau AS “jalan sendiri” tanpa bicara dengan Eropa.

2002 – Sampai sekarang

Sebuah usul perdamaian saat ini adalah Peta menuju perdamaian yang diajukan olehEmpat Serangkai Uni Eropa, Rusia, PBB dan Amerika Serikat pada 17 September 2002. Israel juga telah menerima peta itu namun dengan 14 “reservasi”. Pada saat ini Israel sedang menerapkan sebuah rencana pemisahan diri yang kontroversial yang diajukan oleh Perdana Menteri Ariel Sharon. Menurut rencana yang diajukan kepada AS, Israel menyatakan bahwa ia akan menyingkirkan seluruh “kehadiran sipil dan militer yang permanen” di Jalur Gaza (yaitu 21 pemukiman Yahudi di sana, dan 4 pemumikan di Tepi Barat), namun akan “mengawasi dan mengawal kantong-kantong eksternal di darat, akan mempertahankan kontrol eksklusif di wilayah udara Gaza, dan akan terus melakukan kegiatan militer di wilayah laut dari Jalur Gaza.” Pemerintah Israel berpendapat bahwa “akibatnya, tidak akan ada dasar untuk mengklaim bahwa Jalur Gaza adalah wilayah pendudukan,” sementara yang lainnya berpendapat bahwa, apabila pemisahan diri itu terjadi, akibat satu-satunya ialah bahwa Israel “akan diizinkan untuk menyelesaikan tembok – artinya, Penghalang Tepi Barat Israel – dan mempertahankan situasi di Tepi Barat seperti adanya sekarang ini”
Di hari kemenangan Partai Kadima pada pemilu tanggal 28 Maret 2006 di Israel,Ehud Olmert – yang kemudian diangkat sebagai Perdana Menteri Israel menggantikanAriel Sharon yang berhalangan tetap karena sakit – berpidato. Dalam pidato kemenangan partainya, Olmert berjanji untuk menjadikan Israel negara yang adil, kuat, damai, dan makmur, menghargai hak-hak kaum minoritas, mementingkan pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan serta terutama sekali berjuang untuk mencapai perdamaian yang kekal dan pasti dengan bangsa Palestina. Olmert menyatakan bahwa sebagaimana Israel bersedia berkompromi untuk perdamaian, ia mengharapkan bangsa Palestina pun harus fleksibel dengan posisi mereka. Ia menyatakan bahwa bila Otoritas Palestina, yang kini dipimpin Hamas, menolak mengakui Negara Israel, maka Israel “akan menentukan nasibnya di tangannya sendiri” dan secara langsung menyiratkan aksi sepihak. Masa depan pemerintahan koalisi ini sebagian besar tergantung pada niat baik partai-partai lain untuk bekerja sama dengan perdana menteri yang baru terpilih.
Sementara itu sebelum terjadinya serangan habis-habisan Israel ke Gaza (27/12/2008), sudah terjadi serangan-serangan kecil di antara kedua belah pihak di sekitar Jalur Gaza, disebabkan Israel menutup tempat-tempat penyeberangan atau jalur komersial ke Gaza sehingga pasokan bahan bakar minyak terhenti, yang memaksa satu-satunya pusat pembangkit listrik di Jalur Gaza tutup.
Sebagai catatan akhir, Perdana Menteri Israel setelah Benjamin Netanyahu berutur-turut adalah Ehud BarakAriel Sharon, dan yang masih berkuasa di Israel dalam penyerangan di Gaza sekarang adalah Ehud Olmert. Sedangkan 4 faksi utama di Palestina adalah PLO,Al-Fatah, Jihad Islam Palestina (JIP), dan yang berkuasa sekarang di Palestina adalah Hamas dengan Perdana Menterinya Ismail Haniya. Dan gambar peta (klik di sini) yang menggambarkan hilangnya tanah Palestina yang dicaplok oleh Israel sejak tahun 1946 sampai dengan tahun 2000. Lihat posisi Gaza yang terjepit di daerah kekuasaan Israel.