All posts by QuranRuqyah

ANCAMAN ALLAH BAGI YANG MEMUTUS SILATURAHIM

Silaturahim berasal dari kata ‘shillah’ artinya hubungan atau ikatan, dan ‘rahim’ yang artinya kandungan, rahim atau tali uterus. Jadi Menyambung tali silaturahim artinya menyambung tali persaudaraan serahim [ Sedarah]. Dalam Islam, hukum menyambung silaturahim  adalah wajib dan memutuskannya akan diancam Allah rahmatNya di dunia dan akhirat.

Dalam Kitab Nidhomul Ijtima’iy, Syeik Taqiyuddin An Nabhani, menyebutkan ada  dua golongan yang harus dijaga hubungan silaturahim. Pertama golongan kerabat yang memiliki hak waris [ dzawil furudh], dan orang-orang yang memiliki hubungan silaturahim yang bukan dzawil furudh, yaitu dzawil arham. Mereka itu adalah (1)Paman (saudara laki-laki ibu), (2) Bibi (saudara perempuan Ibu), (3) Kakek dari pihak Ibu, (4) Anak laki-laki dari anak perempuan, (5) anak laki-laki dari saudara perempuan, (6) anak perempuan dari saudara laki-laki, (7) anak perempuan dari paman, (8) Bibi (saudara perempuan bapak), (9) Paman dari Ibu, (10) Anak laki-laki dari saudara laki-laki seibu, serta siapa saja yang menjadi keturunan salah seorang dari mereka.

Keutamaan Dan Ancaman Memutus Silaturahim

Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ قَالَ مَا لَهُ مَا لَهُ وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَبٌ مَا لَهُ تَعْبُدُ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ ” .رواه البخاري .

Dari Abu Ayyub Al-Anshori r.a bahwa ada seorang berkata kepada Nabi saw., “Beritahukanlah kepadaku tentang satu amalan yang memasukkan aku ke surga. Seseorang berkata, “Ada apa dia? Ada apa dia?” Rasulullah saw. Berkata, “Apakah dia ada keperluan? Beribadahlah kamu kepada Allah jangan kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, tegakkan shalat, tunaikan zakat, dan ber-silaturahimlah.” (Bukhari).

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ (رواه البخاري ومسلم

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa ingin dilapangkan baginya rezekinya dan dipanjangkan untuknya umurnya hendaknya ia melakukan silaturahim.” (Bukhari dan Muslim).

Mafhum kebalikan [ mafhum mukholafah]  dari hadits di atas adalah, bahwa Allah akan menyempitkan rizkinya [ rizkinya susah dan tidak barakah] dan umurnya dipendekkan dalam arti tidak diberikan barakah dalam umurnya, jika seorang hamba memutus silaturahim. Hal itu terjadi karena Allah SWT telah memutus keberkahan dalam hidupnya.

Nabi SAW bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الرَّحِمَ شَجْنَةٌ مِنْ الرَّحْمَنِ فَقَالَ اللَّهُ مَنْ وَصَلَكِ وَصَلْتُهُ وَمَنْ قَطَعَكِ قَطَعْتُهُ

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. bersabda, “Sesungguhnya rahim itu berasal dari Arrahman lalu Allah berfirman, “Siapa menyambungmu Aku menyambungnya dan barangsiapa memutusmu aku memutusnya.” (H.R : Bukhari).

Ancaman di akherat juga tegas sebagaimana sabda Nabi SAW :

عَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ قَالَ إِنَّ جُبَيْرَ بْنَ مُطْعِمٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ رَحْمٍ. رواه البخاري ، ومسلم ، وأبو داود ، الترمذي .

Dari Jubair bin Muth’im ra. dari Rasulullah saw. Bersabda, “Tidak masuk surga pemutus silaturrahim.” (Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan At-Turmuzi).

Maka Segeralah menyambungnya jika kita telah memutuskannya, sebagaimana Sabda Nabi SAW :

عن عبد الله بن عمرو بن العاص ـ رضي الله عنهما ـ عن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ قال : ” ليس الواصل بالمكافئ ، ولكن الواصل الذي إذا قطعت رحمه وصلها “رواه أحمد ، والبخاري . وأبو داود ، الترمذي ، والنسائي .

Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash-ra, dari Nabi Muhammad saw yang bersabda: “Bukanlah orang yang menyambung (silaturrahim) itu adalah orang yang membalas (kebaikan orang lain), akan tetapi penyambung itu adalah orang yang jika ada yang memutuskan hubungan ia menyambungnya. HR. Ahmad, Al Bukhariy, Abu Daud, At Tirmidziy dan An Nasa’iy.

Marilah kita menjadi hamba yang senantiasa menjalin silaturahim baik dengan keluarga dekat maupun yang jauh , dan dapatkan keberkahan umur serta rizki kita dengan menjalin silaturahim. Allahu a’lam bi ashowab. Arif Al Qondaly

Referensi

Kitab An Nidzom Al Ijtima’iy fil Islam, Syeich Taqyuddin AN Nabhani, hal 308.

Advertisements

3 KUNCI SUKSES PERSIAPAN MENGHADAPI RAMADHAN

Agar sukses ramadhan tahun ini, diperlukan persiapan  terbaik dan benar secara syar’iy.  Untuk itu ada 3 hal pokok yang tidak boleh ditinggalkan dalam persiapan menghadapinya. Ibarat menghadapi perlombaan besar, maka seseorang yang telah berlatih dan persiapan akan lebih siap menghadapinya dibanding dengan mereka yang tidak melakukan persiapan. Tiga langkah yang harus dipersiapkan menjelang ramadhan adalah sebagai berikut :

  1. Niat dan Tekad

Niat dan tekad adalah hal paling penting dalam setiap ibadah seorang muslim. Niat dan tekat yang kuat akan berdampak pada sempurnanya hasil dari sebuah amal. Niat yang hanya mengharap cinta-Nya dan keridhoan-Nya semata adalah inti dan puncak dari setiap ibadah seorang hamba. Rasulullah SAW bersabda :

إنما الأ عمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى

Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan” (HR Bukhari & Muslim)

Begitu pentingnya niat dibanding banyaknya amal, Yahya bin Abi Katsir rahimahullah menyampaikan :

تَعَلَّمُوا النِّيَّةَ فَإِنَّهَا أَبلَغُ مِنَ العَمَل

“Pelajarilah niat, karena ia lebih dahulu sampai di sisi Allah daripada amalan“

Sufyan Ats Tsauri rahimahullah berkata :

مَا عَالَجتُ شَيئًا أَشَدُّ عَليَّ مِن نِيَّتِي لأَنَّهَا تَتَقَلَّبُ عَليّ

Tidak ada sesuatu yang paling berat untuk saya obati, kecuali masalah niatku, sebab ia senantiasa berbolak-balik dalam diriku“.

Mari luruskan niat dan kuatkan tekad bahwa ramadhan yang akan datang harus menjadi ramadhan terbaik yang pernah kita lewati. Jadikan ramadhan tahun ini adalah ramadhan terbaik yang menghantarkan kita pada gerbang hidayah, maghfiroh dan pembebasan dari api neraka.

Rasulullah meminta kita untuk niat ramadhan dengan iman yang muni dan hanya mengharap balasanNya semata bukan yang lainnya. Sabda beliau SAW :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه

“Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan berhadap ganjaran dari Allah SWT maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun alaih)

  1. Memahami Ilmu seputar Puasa

Kunci kedua agar sukses ramadhan adalah dengan memahami semua fiqh dan tata cara [ kaifiyah ] selama ramadhan. Untuk itu mari buka kembali fiqh ramadhan, bagaimana keutamaan-keutamaannya, dan apa yang dilarang serta apa yang harus dikerjakan. Semua akan memberikan pengaruh terhadap keberhasilan dalam berpuasa ramadhan.

Mu’adz bin Jabal r.a berkata: “Hendaklah kalian memperhatikan ilmu, karena mencari ilmu karena Allah adalah ibadah”. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah mengomentari atsar diatas, ”Orang yang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, perusak-perusak amal, dan hal-hal yang menyempurnakannya dan apa-apa yang menguranginya”.

Ali radhiyallahu ‘anhu berpesan kepada muridnya, Kumail bin Ziyad,

الْعِلْمُ خَيْرٌ مِنْ الْمَالِ .الْعِلْمُ يَحْرُسُك ، وَأَنْتَ تَحْرُسُ الْمَالِ

Ilmu lebih baik dari pada harta, ilmu yang menjagamu dan harta kamu yang jaga. (Hilyah Auliya, 1/79)

Oleh karena itu selain  niat yang lurus karena menghadap ridha Allah,  setiap hamba wajib memperhatikan setiap amal perbuatannya , apakah sesuai dengan syariat Islam atau tidak .

3.Taubat

Mengapa harus Taubat, karena tidak ada anak Adam selain nabi yang tida memiliki dosa. Padahal dosalah yang akan menghijap setiap do’a kita. Oleh karena itu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُون

“Setiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.” HR. Tirmidzi: 2499.

Allah memerintahkan para hamba-Nya untuk bertaubat, karena taubat wajib dilakukan setiap saat. Allah ta’ala berfirman,

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٣١

“Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An Nuur: 31).

beliau SAW bersabda: “Wahai manusia! Bertaubatlah kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat (kepada Allah) dalam sehari seratus kali” (HR. Muslim, no. 2702)

Namun demikian, setiap taubat hanya akan berdampak pada kebaikan dunia dan akhirat jika memenuhi 3 kriteria yaitu taubatan nashuha dari setiap dosa-dosa besarnya, iman yang kaffah kepada Allah SWT serta diiringi dengan semua kebajikan [ amal shaleh ].

إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [ Al Furqon 25 : 70 ]

Demikian tiga persiapan utama menjelang ibadah ramadhan, semoga kita semua diberi kekuatan untuk beribadah di bulan ramadhan. Semoga Allah memberikan kita kekuatan iman, serta memberikan kita kekuatan hati dan dan aqal untuk selalu tunduk pada setiap aturan-aturan Allah SWT. Allahu a’lam bi ash-showab

___________________________________________

Arif Al Qondaly

DOA DAN DZIKIR PAGI PETANG SESUAI SUNNAH

Doa dan Dzikir Pagi dan Petang  bagi seorang muslim sebuah amaliyah yang sangat penting.  Faedahnya sangat besar, yakni agar dilindungi Allah SWT dari berbagai gangguan dan berbagai keburukan yang akan menimpanya baik di dunia maupun akhirat.  Doa dan Dzikir Pagi Petang yang disyariatkan Nabi SAW sebagai berikut :

  1. Membaca ayat kursi (Al-Baqarah:255)

Dibaca sekali ketika pagi dan sore. “Barangsiapa membacanya di pagi hari maka akan dilindungi dari (gangguan) jin sampai sore, dan barangsiapa yang membacanya di sore hari maka akan dilindungi dari gangguan mereka (jin).” (HR. Al-Hakim 1/562 dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Shahih At-Targhiib wat Tarhiib 1/273)

  1. Membaca surat Al-Ikhlaash, Al-Falaq dan An-Naas.

Dibaca 3x ketika pagi dan sore. “Barangsiapa yang membacanya tiga kali ketika pagi dan ketika sore maka dia akan dicukupi dari segala sesuatu.” (HR. Abu Dawud 4/322, At-Tirmidziy 5/567, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/182)

  1. Membaca:

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Jika sore hari membaca:

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ … رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا

Dibaca sekali. (HR. Muslim 4/2088 no.2723 dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu)

  1. Membaca:

Jika Pagi hari :

اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Jika sore hari membaca:

اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

Dibaca sekali. (HR. At-Tirmidziy 5/466, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/142)

  1. Membaca:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Dibaca sekali ketika pagi dan sore. “Barangsiapa yang mengucapkannya dalam keadaan yakin dengannya ketika sore hari lalu meninggal di malam harinya, niscaya dia akan masuk surga. Dan demikian juga apabila di pagi hari.” (HR. Al-Bukhariy 7/150)

  1. Membaca:

اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ. اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

Dibaca 3x ketika pagi dan sore. (HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42, An-Nasa`iy di dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.22 dan Ibnus Sunniy no.69, serta Al-Bukhariy di dalam Al-Adabul Mufrad dan dihasankan sanadnya oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz di dalam Tuhfatul Akhyaar hal.26)

  1. Membaca:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنَّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِيْ دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ، وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ، اللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ، وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Dibaca sekali ketika pagi dan sore. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, lihat Shahih Ibnu Majah 2/332)

  1. Membaca:

اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا، أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Dibaca sekali ketika pagi dan sore. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidziy, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/142)

  1. Membaca:

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Dibaca 3x ketika pagi dan sore. “Barangsiapa yang mengucapkannya tiga kali ketika pagi dan tiga kali ketika sore, tidak akan membahayakannya sesuatu apapun.” (HR. Abu Dawud 4/323, At-Tirmidziy 5/465, Ibnu Majah dan Ahmad, lihat Shahih Ibnu Majah 2/332)

  1. Membaca:

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

Dibaca 3x ketika pagi dan sore. “Barangsiapa yang mengucapkannya tiga kali ketika pagi dan ketika sore maka ada hak atas Allah untuk meridhainya pada hari kiamat.”

Boleh juga membaca:

… وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً

(HR. Ahmad 4/337, An-Nasa`iy di dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.4 dan Ibnus Sunniy no.68, Abu Dawud 4/418, At-Tirmidziy 5/465 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz di dalam Tuhfatul Akhyaar hal.39)

  1. Membaca:

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Dibaca sekali ketika pagi dan sore. (HR. Al-Hakim dan beliau menshahihkannya serta disepakati oleh Adz-Dzahabiy 1/545, lihat Shahih At-Targhiib wat Tarhiib 1/273)

  1. Membaca:

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ الإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Jika sore hari membaca:

أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ

Dibaca sekali. (HR. Ahmad 3/406, 407, Ibnus Sunniy di dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.34, lihat Shahiihul Jaami’ 4/209)

  1. Membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Dibaca 100x ketika pagi dan sore. “Barangsiapa yang membacanya seratus kali ketika pagi dan sore maka tidak ada seorang pun yang datang pada hari kiamat yang lebih utama daripada apa yang dia bawa kecuali seseorang yang membaca seperti apa yang dia baca atau yang lebih banyak lagi.” (HR. Muslim 4/2071)

  1. Membaca:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Dibaca 10x. (HR. An-Nasa`iy di dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.24, lihat Shahih At-Targhiib wat Tarhiib 1/272)

Atau dibaca sekali ketika malas/sedang tidak bersemangat. (HR. Abu Dawud 4/319, Ibnu Majah, Ahmad 4/60, lihat Shahih Abu Dawud 3/957 dan Shahih Ibnu Majah 2/331)

  1. Membaca:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Dibaca 100x ketika pagi. “Barangsiapa yang membacanya seratus kali dalam sehari maka (pahalanya) seperti membebaskan sepuluh budak, ditulis untuknya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus kesalahan, dan dia akan mendapat perlindungan dari (godaan) syaithan pada hari itu sampai sore, dan tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada apa yang dia bawa kecuali seseorang yang mengamalkan lebih banyak dari itu.” (HR. Al-Bukhariy 4/95 dan Muslim 4/2071)

  1. Membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Dibaca 3x ketika pagi. (HR. Muslim 4/2090)

  1. Membaca:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Dibaca sekali ketika pagi. (HR. Ibnus Sunniy di dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.54, Ibnu Majah no.925 dan dihasankan sanadnya oleh ‘Abdul Qadir dan Syu’aib Al-Arna`uth di dalam tahqiq Zaadul Ma’aad 2/375)

  1. Membaca:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Dibaca 100x dalam sehari. (HR. Al-Bukhariy bersama Fathul Baari 11/101 dan Muslim 4/2075)

  1. Membaca:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Dibaca 3x ketika sore. “Barangsiapa yang mengucapkannya ketika sore tiga kali maka tidak akan membahayakannya panasnya malam itu.” (HR. Ahmad 2/290, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/187 dan Shahih Ibnu Majah 2/266)

  1. Membaca:

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Dibaca 10x ketika pagi dan sore. “Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku ketika pagi sepuluh kali dan ketika sore sepuluh kali maka dia akan mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat.” (HR. Ath-Thabraniy dengan dua sanad, salah satu sanadnya jayyid, lihat Majma’uz Zawaa`id 10/120 dan Shahih At-Targhiib wat Tarhiib 1/273)

 

LANGKAH CEPAT MENGAHDAPI SERANGAN SIHIR

Terkadang kita sengaja atau tidak sengaja akan menghadapi gangguan jin kafir [ setan], entah karena kita menyakiti mereka tanpa sengaja, karena persaingan bisnis, karena cemburu buta, boleh jadi karena kita sering menyeru kebaikan [ dakwah], atau boleh jadi karena mungkin dicintai jin .

 

Apa tandanya seseorang terserang sihir ?

Banyak tandanya , diantaranya sakit pada bagian tertentu secara tiba-tiba tanpa tahu penyebabnya seringn ya tidak bisa [ sulit ] dideteksi medis, mudah galau [ gelisah], mudah cepat marah [ berlebihan ], terkadang syahwat mudah sekali memuncak secara tiba-tiba, mudah sekari mimpi buruk dan sering melamun. Pada sebagian orang sering dilihati makhlak yang aneh.

Apa yang harus Antum Lakukan Segera ?

  1. Segera Ambir air wudhu, lakukan sholat taubat dan hajat 2 rakaat lalu mohon perlindungan kepada Allah dan bertawakallah kepada Allah. Lakukan do’a perlidungan sesering mungkin.

Apabila kamu membaca Alquran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Sesungguhnya setan itu tidak memiliki kekuasaan untuk mengganggu orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya.(QS. An-Nahl: 98 99) .

Diantara do’a perlindungan adalah :

اعُوْذُ بِكَلِمَا تِ اللهِ التَّا مَّا تِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan”.

  1. Saat itu Antum sedang diserang sihir jahat [ jin kafir ], harus menyadari dan lakukan persiapan untuk melawannya [ memeranginya] dengan kekuatan iman [ yaqin pertolongan Allah ].

“Perangilah para pasukan setan, sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.” (QS. An-Nisa: 76)

  1. Lakukan ruqyah mandiri dengan bacaan sederhana dulu, diawali surah al fatihah 3x, al Baqoroh ayat 1-5, ayat Kursy [ QS 2 : 266 ] dilanjutkan ayat 2: 256-257, dan jika ada kemungkinan sihir yang menyebabkan kehilangan keharmonisan keluarga, bacaan Al Baqoroh : 102 [ berulang-ulang], dan tutup dengan 3 ayat terakhir surah Al Baqoroh. Ini adalah ruqyah paling sederhana tapi efektif.
  2. Pastikan fikiran Antum tengah melawan sihir [ niat ruqyah syar’iyyah ] disaat membacakan ayat-ayat tersebut diatas, dan niatkan untuk menghancurkan kekuatan mereka. Usap pada bagian yang sakit, berkonsentrasilah pada bagian tersebut. Dan kekautan Niat amat sangat membantu Anda dalam menghadapi sihir.
  3. Lakukan terus menerus dzikir dan do’a perlindungan, minimal sehari 2 x [ habis sholat subuh] dan habis shalat ashar, dan berdzikirlah dengan membaca dzikir dibawah [ 100 x ] :

مَنْ قَالَ لَا إِلهَ إِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ فِى يَوْمٍ مِائَة مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ, وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ, وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ, وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذلِكَ حَتَّى يُمْسِى

(صحيح البخاري )

Barangsiapa yang mengatakan (berdzikir ): ‘Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syaiin qadiir’ (tidak ada tuhan selain Allah, Tuhan yang tunggal, tidak ada sekutu bagiNya, bagiNya seluruh kekuasaan, dan bagiNya juga seluruh pujian, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), setiap harinya seratus kali, maka pahalanya sama dengan membebaskan sepuluh orang budak , serta akan dicatat baginya seratus kebaikan, dihapuskan darinya seratus kesalahan, serta akan terjaga dari gangguan setan pada hari itu sampai waktu sore tiba

Semoga bermanfaat. Allahu a’lam bi ash-showab [ Arif Al Qondaly]

 

 

 

JAGALAH ALLAH PASTI ANGKAU AKAN DIJAGANYA

Nabi SAW bersabda :

عن عبْد الله بن عَبّاسٍ -رَضِي اللهُ عَنْهُما- قالَ: كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَوْمًا، فَقَالَ: ((يَا غُلاَمُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ؛ احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ))

Abdullah bin ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma– menceritakan, suatu hari saya berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu, maka hal itu tidak akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.”

[ HR. Imam Tirmidzi di dalam kitab beliau Sunan At Trmidzi no. 2516, Imam Ahmad bin Hambal di dalam kitab Al Musnad: 1/307 ]

Apa yang harus kita jaga ? Nabi SAW bersabda :

اضْمَنُوالِيسِتًّامِنْأَنْفُسِكُمْأَضْمَنْلَكُمْالْجَنَّةَ،اُصْدُقُواإذَاحَدَّثْتُمْ،وَأَوْفُواإذَاوَعَدْتُمْ،وَأَدُّواإذَااؤْتُمِنْتُمْ،وَاحْفَظُوافُرُوجَكُمْ،وَغُضُّواأَبْصَارَكُمْ،وَكُفُّواأَيْدِيَكُمْ

Jika kalian bisa menjamin enam hal, maka aku akan jamin kalian masuk surga: [1] Jujurlah dalam berucap; [2] tepatilah janjimu; [3] tunaikanlah amanatmu; [4] jaga kemaluanmu; [5] tundukkan pandanganmu; [6] dan jaga perbuatanmu.” (HR. Al Hakim:8066 dan Ibnu Hibban: 107)

Semoga kita termasuk golongan yang diberi kekuatan Allah untuk menjalankan enam hal diatas sehingga kita layak untuk dijaga  Allah dalam setiap perbuatan kita sehari-hari.  [Arif Tri Al Qondaly ]

DO’A TERBEBAS DARI LILITAN HUTANG

Rasulullah SAW mengajari kita untuk selalu berdoa setiap ada persoalan hidup. Karena do’a adalah induknya ibadah, maka berdoa adalah bagian dari ibadah yang mempunyai nilai pahala.

Namun demikian berdo’a juga harus berusaha keras memenuhi hukum sebab akibat ( sunatullah ) terlebih dahulu atau beriringan [ harus tetap berikhtiar ].

Seberapa jauh kekuatan doa menjadi mustajab jika diiringi dengan menjalankan semua perintahNya dan menjauhi semua larangan-laranganNya.

Ini adalah do’a yang diajarkan Nabi SAW kepada sahabatnya jika ingin terbebas dari hutang, ebrapapaun besarnya hutang yang ada.

Doa Terbebas dari hutang sebagai berikut :

الّلهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَ أَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرّجَالِ

ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MINAL HAMMI WAL HAZAN, WA A’UDZUBIKA MINAL ‘AJZI WAL KASALI, WA A’UDZUBIKA MINAL JUBNI WAL BUKHLI, WA A’UDZUBIKA MIN GHLABATID DAYNI WA QAHRIR RIJAAL

Artinya : “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kedukaan, aku berlindung kepada-Mu dari lemah dan malas, aku berlindung kepada-Mu dari takut (miskin) dan kikir, aku berlindung kepada-Mu dari banyaknya hutang dan paksaan orang-orang”

Demikian doa terbebas dari hutang semoga bermanfaat . Arif Tri Al Qondaly]

 

HIZB NASHR ( HIZB SAIF )

Sebuah hizib karya dari seorang Sulthonul Auliya pendiri Thoriqoh Syadziliyah yaitu Syaikh Abul Hasan Asy Syadzili QS. Hizib ini dinamakan Hizib Nashor dan ada juga yang menyebutnya dengan Hizib Saif (Hizib Pedang)

بسم الله الرحمن الرحيم

اَللَّهُمَّ بِسَطْوَةِ جَبَرُوتِ قَهْرِكَ, وَبِسُرْعَةِ إِغَاثَةِ نَصْرِكَ, وَبِغَيْرَتِكَ ْلإِنْتِهَاكِ حُرُمَاتِكَ, وَبِحِمَايَتِكَ لِمَنِ احْتَمَى بِآيَتِكَ, نَسْأَلُكَ يَااَلله يَاسَمِيْعُ يَاقَرِيْبُ يَامُجِيْبُ يَاسَرِيْعُ يَامُنْتَقِمُ يَاشَدِيْدَا الْبَطْشِ يَاجَبَّارُ يَاقَهَّارُ يَا مَنْ لاَيُعْجِزُهُ قَهْرُ الْجَباَبِرَةِ وَلاَ يَعْظُمُ عَلَيْهِ هَلاَكُ الْمُتَمَرِّدَةِ, مِنَ الْمُلُوْكِ وَاْلاَكَاسِرَةِ, أَنْ تَجْعَلَ كَيْدَ مَنْ كَادَنِىْ فِىْ نَحْرِهِ وَمَكْرَ مَنْ مَكَرَ بِىْ عَائِدًا عَلَيْهِ, وَحُفْرَةَ مَنْ حَفَرَلِىْ وَاقِعًا فِيْهَا, وَ مَنْ نَصَبَ لِىْ شَبَكَةَ الْخِدَاعِ إِجْعَلْهُ يَاسَيِّدِى مُسَاقًا اِلَيْهَا وَمُصَادًا فِيْهاً وَاَسِيْرًالَدَيْهَا, اَللَّهُمَّ بِحَقِّ: كهيعص إِكْفِنَا هَمَّ اْلعِدَا, وَلَقِّهِمُ الرَّدَا, وَاجْعَلْهُمْ لِكُلِّ حَبِيْبٍ فِدَا, وَسَلِّطْ عَلَيْهِمْ عَاجِلَ النِّقْمَةِ فِى اْليَوْمِ وَالْغَدَا, اَللَّهُمَّ بَدِّدْ شَمْلَهُمْ, اَللَّهُمَّ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ, اَللَّهُمَّ أَقْلِلْ عَدَدَهُمْ, اَللَّهُمَّ اجْعَلِ الدَّائِرَةَ عَلَيْهِمْ, اَللَّهُمَّ أَوْصِلِ اْلعَذَابَ إِلَيْهِمْ, اَللَّهُمَّ أَخْرِجْهُمْ عَنْ دَائِرَةِ الْحِلْمِ, وَاسْلُبْهُمْ مَدَدَ اْلاِ مْهَالِ, وَغُلَّ أَيْدِيَهُمْ, وَارْبُطْ عَلىَ قُلُوْبِهِمْ, وَلاَ تُبَلِّغْهُمُ اْلاَمَالُ, اَللَّهُمَّ مَزِّقْهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ مَزَّقْتَهُ مِنْ اَعْدَائِكَ, إِنْتِصَارً اِلاَنْبِيَائِكَ وَرَسُلِكَ وَاَوْلِيَائِكَ, ( اَللَّهُمَّ انْتَصِرْ لَناَ انْتِصَارَكَ ِلأَحْباَبِكَ عَلىَ اَعْدَائِكَ.3× ).( اَللَّهُمَّ لاَ تُمَكِّنِ اْلاَعْدَاءَ فِيْناَ وَلاَ تُسَلِّطْهُمْ عَلَيْناَ بِذُنُوْبِناَ. 3×) حم حم حم حم حم حم حم, حُمَّ ْلأَمْرُ وَجَاءَ النَّصْرُ فَعَلَيْناَ لاَيُنْصَرُوْنَ, حمعسق حِمَايَتُناَ مِمَّا نَخَافُ, اَللَّهُمَّ قِناَشَرَّاْلاَسْوَاءِ وَلاَ تَجْعَلْناَ مَحَلاًّ لِلْبَلْوَى, اَللَّهُمَّ أَعْطِناَ أَمَلَ الرَّجَاءِ وَفَوْقَ اْلأَمَلِ, يَاهُوْ يَاهُوْ يَاهُوْ, يَامَنْ بِفَضْلِهِ لِفَضْلِهِ نَسْأَلُكَ, إِلَهِى اْلإِجَابَةَ اْلإِجَابَةْ, يَا مَنْ أَجَابَ نُوْحًا فِى قَوْمِهِ, وَ يَا مَنْ نَصَرَ اِبْرَاهِيْمَ عَلىَ اَعْدَائِهِ, وَ يَا مَنْ رَدَّ يُوْسُفَ عَلىَ يَعْقُوْبَ, يَا مَنْ كَشَفَ ضُرَّ أَيُّوْبَ, يَا مَنْ أَجَابَ دَعْوَةَ زَكَرِيَّا, يَا مَنْ قَبِلَ تَسْبِيْحَ يُوْنُسَ بْنِ مَتَّى, نَسْأَلُكَ بِأَسْرَارِ هَذِهِ الدَّعْوَاتِ, أَنْ تَقَبَّلَ مَابِهِ دَعَوْناَكَ, وَ اَنْ تُعْطِيَناَ مَاسَأَلْناَكَ, أَنْجِزْلَناَ وَعْدَكَ الَّذِى وَعَدْتَهُ لِعِبَادِكَ الْمُؤْمِنِيْنَ, لاَ اِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ, إِنْقَطَعَتْ آمَالُناَ وَعِزَّتِكَ اِلاَّمِنْكَ, وَخَابَ رَجَاؤُناَ وَحَقِّكَ اِلاَّفِيْكَ , إِنْ أَبْطَأَتْ غَارَةُ اْلأَرْحَامِ وَابْتَعَدَتْ فَأَقْرَبُ اٌشَىْءِ مِنَّا غَارَةُالله, يَاغَارَةُ اللهِ جِدِّى السَّيْرَ مُسْرِعَةً فِى حَلِّ عُقْدَتِناَ يَاغَارَةُ اللهِ, عَدَتِالْعَادُوْنَ وَجَارُوْا, وَرَجَوْناَ الله مُجِيْرًا, وَكَفَى بِاللهِ وَلِياً, وَكَفَى بِاللهِ نَصِيْرًا, وَ حَسْبُنَاالله وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ , وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِىِّ اْلعَظِيْمِ, سَلاَمٌ عَلىَ نُوْحٍ فِى اْلعَالَمِيْنَ, إِسْتَجِبْ لَناَ, ( آمِيْنَ. 3×) فَقُطِعَ دَابِرُ اْلقَوْمِ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا, وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ, وَصَلىَّ الله عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Dan banyak sekali fadhilah dari hizib ini, diantaranya untuk perlindungan dan untuk mengalahkan lawan

Hizb An-Nashr di tulis dan terinspirasi oleh Syekh Abu Hassan As-Syadzily sekitar 800 tahun yang lalu. Hizb ini disebut juga sebagai Hizb-Saif atau Hizbul Qoher. Ia ditulis pada saat Syekh Abu Hasan terjun dalam peperangan melawan tentara salib

Hizib Nasher / Nashor adalah wirid yang digunakan untuk memohon pertolongan Allah bagi orang yang membacanya dalam menghadapi lawan atau musuh.

Hizib ini juga di namakan Hizib Qaher atau Hizib Saif. Berguna untuk mengalahkan musuh dengan Kekuasaan Allah Ta’alaa. Dapat dikatakan bahwa Hizib ini merupakan amalan para Kyai dan Ulama pada masa lalu.Dan ada sholat2 khusus berkaitan dengan hizib nashr ini yang disebut sholat saif atau ada juga yang menyebutnya pedang para wali yang kaifiatnya disebutkan di dalam kitab Sirrul Jaliil

TERJEMAH HIZIB NASHR :

“ Ya Allah, dengan serbuan kekuasaan sifat kemenangan-MU, dengan pertolongan sifat Penolong-MU, dengan kecermatan-MU terhadap perongrongan kehormatan-MU dan dengan perlindungan-MU terhadap orang yang memohon perlindungan dengan ayat-ayat-MU, kami memohon kepada-MU Ya Allah, Duhai Dzat Yang Maha Mendengar, Duhai Dzat Yang Maha Dekat, Duhai Dzat Yang Maha Pengabul, Duhai Dzat Yang Maha cepat berlaku Aqdla-NYA, Duhai Dzat Yang Maha Penyiksa, Duhai Dzat Yang Maha keras siksaan-NYA, Duhai Dzat Yang Maha Pemaksa, Duhai Dzat Yang Maha Menang, Duhai Dzat Yang tidak akan melemahkan-NYA keperkasaan pemaksa dan yang tidak akan mengagungkan pada-NYA kebinasaan raja-raja dan kaisar-kaisar pendurhaka, hendaklah Engkau jadikan tipu daya orang yang menipu dayaku dalam lehernya, hendaklah Engkau jadikan tipuan orang yang menipuku agar kembali kepadanya, dan lubang orang orang yang menggali agar aku terjerumus kedalamnya dan orang yang memasang perangkap tipuan untukku, jadikanlah ia tergiring kepadanya dan terperangkap kepadanya serta tertahan padanya.

Ya Allah dengan kehormatan كهيعص semoga Engkau mencukupiku atas musuh-musuhku, dan semoga Kau binasakan mereka dan jadikanlah mereka untuk tiap kekasih sebagai tebusan , jadikanlah untuk mereka kesegeraan siksaan pada hari ini dan esok pagi. Wahai Allah, semoga Engkau porak-porandakan perkumpulan mereka, cerai-beraikanlah persatuan mereka, Wahai Allah sedikitkanlah jumlah mereka.

Ya Allah semoga Engkau jadikan lingkungan siksaan atas mereka, Ya Allah sampaikanlah siksaan kepada mereka, Ya Allah keluarkanlah mereka dari sifat santun Engkau, cabutlah penangguhan siksaan atas mereka, belenggulah tangan-tangan mereka dan ikatlah hati-hati mereka dan janganlah Kau sampaikan angan-angan mereka. Ya Allah robeklah mereka dengan robekan-robekan yang Engkau robekkan musuh-musuh Engkau untuk menolong nabi-nabi Engkau dan utusan-utusan serta kekasih Engkau. Ya Allah berilah kami pertolongan dengan pertolongan yang Engkau berikan kepada kekasih-kekasih-MU terhadap musuh-musuh-MU ( 3x )
Ya Allah, janganlah Engkau mungkinkan musuh-musuh bagi kami, dan janganlah Engkau kuasakan mereka atas kami dan janganlah Engkau kuasakan mereka atas kami karena dosa-dosa kami ( 3x )
حم ( 7x ) telah pasti perkara dan telah datang kemenangan dan atas kami semoga mereka tidak diberi kemenangan , عسق حم adalah penjaga kami dari ketakutan yang kami takuti. Wahai Allah lindungilah kami dari kejahatan yang menyusahkan dan janganlah Engkau jadikan kami sebagai tempat ujian. Ya Allah, semoga Engkau beri kami atas harapan kami dan yang diatas harapan kami. Ya Huu…Ya Huu…Ya Huu

Wahai Dzat yang dengan anugerah-NYA untuk anugerah-NYA kami mohon kepada-MU kesegeraan, kesegeraan, Duhai Tuhan kami kami mohon dikabulkan, Mohon dikabulkan wahai Dzat yang mengabulkan Nuh atas kaumnya, Wahai Dzat yang menolong Ibrahim terhadap musuh-musuhnya, Wahai Dzat yang mengembalikan Nabi Yusuf kepada Ya’kub, Wahai Dzat yang menyingkap kemelaratan Nabi Ayyub, Wahai Dzat yang mengabulkan do’a Nabi Zakaria, Wahai Dzat yang menerima tasbih nabi Yunus bin Matta, kami mohon kepada-MU dengan lantaran doa-doa ini, semoga Engkau menerima perkara-perkara yang kami mohonkan Kepada-MU dan berilah kami apa-apa yang kami mohon kepada-MU , semoga Engkau tunaikan janji –MU seperti yang Kau tunaikan kepada hamba-hamba-MU yang MU’min. Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menganiaya, telah putus harapan kami, demi kemulyaan Engkau melainkan dari Engkau, dan telah gagal harapan kami, demi kebenaran Engkau melainkan kepada Engkau. Jika bantuan dari kerabat terlambat dan menjauh, maka sedekat-dekat pertolongan adalah pertolongan-MU.

Wahai bantuan Allah, ayunkanlah langkah kami dengan cepat dalam menguraikan keruwetan kami, Wahai Allah, telah melampaui batas orang-orang yang melampaui batas dan mereka durhaka, sedang kami mengharapkan Allah sebagai Penolong kami. Cukuplah bagi kami Allah sebagai Pemelihara, cukuplah bagi kami Allah sebagai Penolong. Allahlah yang mencukupi kami dan Dialah sebaik-baik wakil. Tidak ada daya ( untuk menghindar dari maksiat ) dan tidak ada kekuatan untuk beribadah selain dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Kesejahteraan dilimpahkan atas Nabi Nuh diseluruh alam. Semoga Engkau kabulkan doa kami. Kabulkanlah Ya Allah. 3x. Kemudian babatlah barisan belakang kaum yang dholim.
Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Dan semoga rahmat ta;dzim senantiasa terlimpah atas junjungan kami Nabi Muhammad, atas keluarganya dan semua sahabat beliau….”

Cara Pengamalan Hizib Nashr :

  1. Sebaiknya dikerjakan pada malam hari. Setelah bangun, maka berwudhu’lah dan melakukan sholat sunah 2 rakaat.
  2. Setelah membaca tawasul, lalu membaca :
    “Hasbunallahu Wa Ni’mal Wakiil”
    “Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung” ( QS. Ali-Imran : 173 ) 450x.
  3. Bacalah dengan penuh perhatian dan khusu’. Mulut mengucapkan dzikir tersebut dan hati memohon kepada Allah perlindungan dari lawan atau musuh.
  4. Selanjutnya apa yang kamu mohon hendaknya di mohon dalam hati dengan penuh konsentrasi pada waktu membaca ayat di atas. Apakah anda akan memohon agar musuh tersebut lepas jabatannya atau kocar-kacir ekonominya dan lain-lain.
  5. Sebaiknya jika kedzoliman musuh itu sangat luar biasa, seyogjanya di lakukan wirid secara berjamaah setiap malam selasa atau malam jum’at.

    بسم الله الرحمن الرحيم
    اِلىَ حَضْرَةِ رَسُوْلِ اللهِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاِلىَ حَضْرَةٍ أَرْوَاحِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلاَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَاِلىَ حَضْرَةِ أَهْلِ بَيْتِهِ وَاَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ اَلْفَاتِحَةْ…
    Al-fatihah kehadirat Rasulullah SAW, semua saudara beliau dari antara para Nabi dan Rasul, keluarga ( Ahlul Bait ) beliau dan semua sahabat beliau. Al-fatihah …

    ثُمَّ اِلَى حَضْرَةِ أَرْوَاحِ جَمِيْعِ الصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالحِيْنَ وَاْلاَوْلِياَءِ الْمُقَرَّبِيْنَ َاْلاَحْياَءِ مِنْهُمْ وَالْمَيِّتِيْنَ خُصُوْصًا اِلَى حَضْرَةِ رُوْحِ أَبِى الْحَسَنْ عَلِىٍّ َالشَّاذِلىِ اَلْفَاتِحَةْ……..

    Al-fatiheh kehadirat arwah para Siddiq, para syuhada, dan kepada para sholihin, para Wali Allah yang dekat ( khusus ) kedudukannya, baik yang masih hidup atau yang telah wafat, dan Khusus kepada Shohibul Hizb Syaikh Abil Hasan Ali Asy-Syadzily. Al-fatihah …

    بسم الله الرحمن الرحيم
    اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ أَسْرَارِ هَذِهِ اْلأَيَةِ:
    ( 450x حَسْبُناَاللهِ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ.)

    Kemudian di teruskan membaca :
    Surat Al Imran Ayat 173 sebanyak 7x dan Surat Al Imran Ayat 174 sebanyak 1x

 

PENJELASAN 

Hizb Nashr diatas memang bukan langsung diajarkan dari Nabi SAW, kendati demikian tidak ada salahnya kita mengamalkannya, sebagaimana ketika kita berdoa kepadaNya dengan redaksi kita sendiri.  Hizb Nashr justru baik diamalkan  disaat dibutuhkan seperti dalam rangka melawan kedzaliman penguasa, dimana secara fisik tidak mampu melawannya. Sedang jika dibiarkan kedhaliman terus merajalela.

Dalam Islam Do’a adalah senjata pamungkas  dalam rangka mendatangkan pertolongan Allah SWT.  Untuk itu dengan niat ikhlas karena Allah dan dengan niat untuk mengharap ridha Allah doa izb Nasr itu baik diamalkan ummat Islam ketika terjadi kedzaliman penguasa atau ketika terjadi peperangan terhadap musuh , dimana kita yang berada di pihak yang benar [ tidak bermaksiyat kepada Allah], atau dalam rangka menegakkan kebenaran [ kalimat haq]. Allahu a’lam bi ash-shawab. [ Arif Al Qondaly].

 

HUKUM WARIS MERATA DALAM ISLAM

HUKUM WARIS MERATA ANAK LAKI DAN PEREMPUAN BOLEHKAH?

Banyak dikalangan ummat Islam yang belum faham ketentuan syariat Islam, dalam hal ini tentang hukum waris. Sehingga  seakan meremehkan ketentuan hukum tersebut [ faraidh ] yang sudah dijelaskan di dalam al Qur’an Surat An Nisa ayat 11-12 secara  rinci. Akibatnya  tidak sedikit muncul pemikiran yang mengatakan bolehnya membagi harta waris sama rata baik anak laki atau perempuan. Mereka beralasan selama   ikhlas,  dan untuk kemaslahatan keluarga.

Oleh karena itu mengkaji tentang ilmu faraidh / Ilmu Waris itu sangat urgen sekali bagi umat Islam, disamping suatu kewajiban yang  yang harus ditunaikan. Mengapa demikian, karena ilmu faraidh itu yang pertama-tama akan ditinggalkan ummat Islam sebagaimana Rasulullah SAW telah bersabda :

Dari Abu Hurairah ra, bahwa nabi SAW bersabda : “Pelajarilah faraidh dan ajarkanlah kepada manusia, karena faraidh adalah separuh dari ilmu dan akan dilupakan. Faraidhlah ilmu yang pertama kali dicabut dari ummatku” [ HR. Ibnu Majah dan AdDaruqutni]

Jika ilmu itu telah dicabut,  maka yang ada adalah kebodohan [ Jahlun], yang berujung pada pelanggaran terhadap aturan-aturan dari Allah SWT.  Padahal ketika Allah SWT telah menetapkan aturan atau hukum, tidak patut bagi muslim atau muslimah membuat aturan sendiri. Allah Maha Adil, dan Allah mengetahui apa yang terbaik bagi  hambanya. Allah SWT berfirman :

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُّبِينًا

Artinya : “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al Ahzab : 36)

Kalau kita merujuk pada QS An Nisa ayat 11, sebenarnya diakhir ayat ini telah ditegaskan tentang ketentuan syariat yang semestinya dipatuhi seorang hamba,  dengan firmanNya :

يُوصِيكُمُ اللّهُ فِي أَوْلاَدِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الأُنثَيَيْنِ

Artinya : “Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan.” (QS. An Nisaa : 11)

Lalu, secara tegas ketentuan pembagian waris yang terdapat dalam QS An Nisa ayat 11-12 itu ditegaskan kembali dalam firman Nya pada ayat berikutnya QS. An nisa ayat 13 :

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. [ QS. AN Nisa : 13 ]

Mafhum Mukholafah ( mafhum kebalikannya ) adalah, jika hukum waris itu telah ada ketentuannya dari Allah, artinya telah disyariatkan secara tegas, maka barangsiapa menyelisihi atau mengambil aturan baru, ancamannya adalah Neraka. Sebaliknya Syurga bagi yang mengikuti ketentuanNya.

Kesimpulannya :

  1. Hukum waris yang sesuai ketentuan di dalam Al Qur’an tidak boleh dirubah dengan pembagian merata ( semisal anak anak laki-laki dan anak perempuan dibagi sama), kendati dengan niat ikhlas dan untuk kemaslahatan keluarga.
  2. Jika pembagiannya dilakukan sebelum orang tua meninggal, maka dibolehkan dibagi hingga merata, sebagai bentuk hibah dari orang tua, dengan pembagian yang makruf dan adil.
  3. Jika harus dibagi rata ketika orang tua sudah meninggal, maka tetap harus dibagi sesuai ketentuan hukum waris terlebih dahulu, baru bagi si anak laki-laki boleh memberikan kepada si anak perempuan sebagai hibah, dan tidak ada syarat sebelum pembagian waris. Artinya harta waris si anak laki boleh diberikan sebagian dan boleh tidak, karena tidak mengikat. Allahu A’lam bi ash-showab [ Arif TH Al Qondaly ]

 

Sumber :
Tafsir Ibnu Katsir , Juz 4 / 368
Fiqh Sunnah Juz 12,13,14 hal 255

HUKUM WANITA / MUSLIMAH NAIK TAXI

Hukum  Wanita naik Taxi  saat ini marak ditanyakan kaum muslimah karena maraknya taxi online semisal grab dan lainnya yang menawarkan taxi dengan mudah, cepat dan biaya yang murah. Karena ketidak hati-hatiannya atau karena kurang paham erhadap hukum Islam terkait masalah khalwat, banyak kaummuslimin yang melangarnya.

Oleh karena itu tulisan ini akan menjelaskan  hukum boleh dan tidaknya seorang wanita  naik taxi dengan driver seorang laki-laki non mahram dan berada dalam mobil berdua.

Hukum Umum terkait dengan khalwat.

Berduaan seorang  wanita dengan laki-laki non mahram hukum asalny adah haram sebagaimana sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,

لا يخلون رجل بامرأة إلا مع ذي محرم

Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan perempuan kecuali bersama mahramnya.

Demikian juga sangat tegas larangan berduaan laki-laki -perempuan non mahram ( khalwat ) sebagaimana sabda nabi SAW :

وما من رجل خلا بامرأة إلا كان ثالثهما الشيطان

Tidaklah seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang wanita kecuali ketiganya adalah setan.”

Bagaimana hukum seorang wanita naik taxi dengan sopir laki-laki non mahram?

Seorang syeikh ditanya tentang seorang wanita yang naik taxi sendirian , padahal berduaan dengan sopir laki-laki non mahram, jawabnya sebagai berikut :

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله صلى الله عليه وسلم، وبعد

Tidak mengapa wanita naik taksi (dengan posisi) di belakang supir taksi, di daerah yang banyak rumah dan banyak orang di sana. Sehingga orang-orang bisa melihatnya dan juga bisa melihat di supir taksi. Namun ini ketika terdesak untuk melakukannya.

Oleh karena itu, maka hendaknya tidak bermudah-mudah dalam melakukan hal ini, kecuali karena darurat sebagaimana sudah saya sebutkan.

Adapun jika di daerah yang di jalannya tidak banyak rumah-rumah, maka dalam kondisi ini tidak diperbolehkan. Demikian juga jika melakukan perjalanan safar, juga tidak diperbolehkan. Tidak halal bagi seorang wanita untuk bersafar berdua saja dengan supir taksi. Demikian juga tidak diperbolehkan jika safarnya hanya ditemani teman wanita, karena seorang wanita itu bukan mahram safar bagi wanita yang lain. [Sumber Fatwa Syaikh Musthafa Al Adawi dalam : http://mostafaaladwy.com/play-8086.html ]

Menurut penulis pendapat diatas terkait wanita yang naik taxi yang jelas identitas sebagai taxi resmi  seperti kosti, atlas, blue bird dan sejenisnya bukan taxi online  semisal go car.  Hukum terkait naik taxi online yang tidak jelas simbulnya sebagai taxi sebagai transportasi umum adalah haram karena masuk pada wilayah private. Karena hukumnya berlaku sama dengan naik mobil pribadi .

Oleh karena itu marilah sebagai seorang muslim dan muslimah untuk senantiasa menjaga kesucian dirinya, agar menjauhkan dari persoalan yang melanggar ketentuan batas-batas yang diharamkan Allah, dan juga senantiasa menjaga  harga diri dan menghindarkan diri dari fitnah . Allahu a’lam bi ash-showab [ Arif Tri Al Qondaly]

HUKUM MUSLIMAH NAIK OJEK

Masih banyak pertanyaan terkati Hukum Muslimah ( Wanita ) Naik Ojek dalam pandangan Islam. Hal ini terkait maraknya penyedia layanan ojek online seperti gojek, grab dan lainnya. Kendati keberadaannya ( ojek Online) cukup membantu , namun masyarakat khususnya akhwat/muslimah perlu mengetahui hukumnya dalam pandangan Islam.

Bagaimana hukum wanita naik ojek dalam pandangan Islam?

Hukum terkait wanita naik ojek, bisa dilihat di dalam Hadits no. 4849 dalam kitab Sahih Bukhari; dan hadits no. 2182 dalam kitab Sahih Muslim tentang Asma binti Abu Bakar (saudari Aisyah dan ipar Nabi) yang pernah diajak naik unta bersama Nabi (boncengan bersama dalam satu kendaraan):

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَتْ : ” تَزَوَّجَنِي الزُّبَيْرُ وَمَا لَهُ فِي الْأَرْضِ مِنْ مَالٍ وَلَا مَمْلُوكٍ وَلَا شَيْءٍ غَيْرَ نَاضِحٍ وَغَيْرَ فَرَسِهِ ، فَكُنْتُ أَعْلِفُ فَرَسَهُ وَأَسْتَقِي الْمَاءَ وَأَخْرِزُ غَرْبَهُ وَأَعْجِنُ ، وَلَمْ أَكُنْ أُحْسِنُ أَخْبِزُ ، وَكَانَ يَخْبِزُ جَارَاتٌ لِي مِنْ الْأَنْصَارِ وَكُنَّ نِسْوَةَ صِدْقٍ وَكُنْتُ أَنْقُلُ النَّوَى مِنْ أَرْضِ الزُّبَيْرِ الَّتِي أَقْطَعَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رَأْسِي وَهِيَ مِنِّي عَلَى ثُلُثَيْ ، فَرْسَخٍ ، فَجِئْتُ يَوْمًا وَالنَّوَى عَلَى رَأْسِي ، فَلَقِيتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعَهُ نَفَرٌ مِنْ الْأَنْصَارِ ، فَدَعَانِي ، ثُمَّ قَالَ : إِخْ إِخْ ، لِيَحْمِلَنِي خَلْفَهُ فَاسْتَحْيَيْتُ أَنْ أَسِيرَ مَعَ الرِّجَالِ وَذَكَرْتُ الزُّبَيْرَ وَغَيْرَتَهُ وَكَانَ أَغْيَرَ النَّاسِ ، فَعَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنِّي قَدِ اسْتَحْيَيْتُ ، فَمَضَى ، فَجِئْتُ الزُّبَيْرَ ، فَقُلْتُ : لَقِيَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى رَأْسِي النَّوَى وَمَعَهُ نَفَرٌ مِنْ أَصْحَابِهِ ، فَأَنَاخَ لِأَرْكَبَ فَاسْتَحْيَيْتُ مِنْهُ وَعَرَفْتُ غَيْرَتَكَ ، فَقَالَ : وَاللَّهِ لَحَمْلُكِ النَّوَى كَانَ أَشَدَّ عَلَيَّ مِنْ رُكُوبِكِ مَعَهُ ، قَالَتْ : حَتَّى أَرْسَلَ إِلَيَّ أَبُو بَكْرٍ بَعْدَ ذَلِكَ بِخَادِمٍ يَكْفِينِي سِيَاسَةَ الْفَرَسِ فَكَأَنَّمَا أَعْتَقَنِي ” .

Ringkasan atinya : Dari Asma bin Abu Bakar … Suatu hari saya datang ke kebun Zubair (suami saya) dan memanggul benih di atas kepala saya. Di tengah jalan saya bertemu Rasulullah bersama sekolompok orang dari Sahabat Anshar. Lalu Nabi memanggilku dan menyuruh untanya (dengan mengatakan “ikh .. ikh”) agar merunduk untuk membawaku di belakang Nabi.

Dalam menganalisa hadits ini, Imam Nawawi dalam Syarh Muslim XIV/166 , menyatakan:

. وفي هذا الحديث جواز الإرداف على الدابة إذا كانت مطيقة ، وله نظائر كثيرة في الصحيح سبق بيانها في مواضعها . وفيه ما كان عليه صلى الله عليه وسلم من الشفقة على المؤمنين والمؤمنات ورحمتهم ومواساتهم فيما أمكنه . وفيه جواز إرداف المرأة التي ليست محرما إذا وجدت في طريق قد أعيت ، لا سيما مع جماعة رجال صالحين ، ولا شك في جواز مثل هذا . وقال القاضي عياض : هذا خاص للنبي صلى الله عليه وسلم بخلاف غيره ، فقد أمرنا بالمباعدة من أنفاس الرجال والنساء ، وكانت عادته صلى الله عليه وسلم مباعدتهن لتقتدي به أمته ، قال : وإنما كانت هذه خصوصية له لكونها بنت أبي بكر ، وأخت عائشة ، وامرأة الزبير ، فكانت كإحدى أهله [ ص: 339 ] ونسائه ، مع ما خص به صلى الله عليه وسلم أنه أملك لإربه . وأما إرداف المحارم فجائز بلا خلاف بكل حال . قولها ( أرسل إلى بخادم ) أى جارية تخدمنى يقال للذكر والأنثى خادم بلا هاء قولها فى الفقير الذى استأذنها فى أن يبيع فى ظل دارها وذكرت الحيلة فى استرضاء الزبير هذا فيه حسن الملاطفة فى تحصيل المصالح ومداراة أخلاق الناس فى تتميم ذلك والله أعلم

Artinya: Hadits ini menunjukkan bolehnya berboncengan (antara lelaki dan perempuan bukan mahram) pada satu kendaraan apabila wanita itu seorang yang taat agamanya. Dalam soal hadits ini ada banyak pendapat ulama yang berbeda antara lain: (a) adanya sifat belas kasih Nabi pada umat Islam baik laki-laki dan perempuan dan berusaha membantu sebisa mungkin ; (b) Pendapat lain menyatakan bolehnya membonceng perempuan yang bukan mahram apabila dia ditemukan di tengah jalan dalam keadaan kecapean. Apalagi kalau bersama sejumlah laki-laki lain yang saleh. Dalam konteks ini maka tidak diragukan kebolehannya.; (c) Menurut Qadhi Iyad bolehnya ini khusus untuk Nabi saja, tidak yang lain. (Karena) Nabi telah menyuruh kita agar laki-laki dan perempuan. saling menjauhkan diri. Dan biasanya Nabi menjauhi para perempuan dengan tujuan supaya dikuti umatnya. Kasus ini adalah kasus khusus karena Asma adalah putri Abu Bakar, saudari Asiyah alias ipar dan istri dari Zubair. Maka, seakan Asma itu seperti salah satu keluarganya… Adapun lelaki membonceng wanita mahram maka hukumnya boleh secara mutlak dalam segala kondisi.

Berkaitan dengna sarah diatas dan berdasar fakta tunggangan yang dipakai nabi saat membonjengkan Asma, dapat diambil pendapat ( disimpulkan ) sebagai berikut ::

  1. Dibolehkan muslimah naik ojek  dengan beberapa pertimbangan, jika terdapat sekat antara driver dengan penumpangnya seperti punuk onta antara nabi dengan asma’. Sehingga tidak terjadi bersinggungan badan atau kulit. Namun jika tidak ada sekat yang jelas seperti ojek online hukumnya haram.
  2. Dalam perjalanan dekat yang tidak melewati batas safar dan berada di tempat atau melewati tempat yang ramai bukan sepi sehingga tidak menimbulkan fitnah dan membahayakan muslimahnya.
  3. Dalam keadaan darurat ,  dimana tidak ada lagi alternatif kendaraan lainnya, sementara  wanita tersebut membutuhkan tunggangan untuk segera melakukan perjalanan. Allahu a’lam bi ash Showab. ( Arif Tri Al Qondaly)