HUKUM BERGABUNG DENGAN IDB ( Bank Pembangunan Islam)

Bank Pembangunan Islam (IDB) didirikan pada tahun 1973, dalam konferensi Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang sekarang bernama Organisasi Kerjasama Islam. Bank Pembangunan Islam (IDB) adalah haram dan tidak sah menurut hukum Islam, meski disebut “Bank Islam”, sebab ia tidak lain adalah produk dari sistem kapitalis. Di mana sumber utama pendapatan bagi organisasi ini adalah keuntungan atas dasar suku bunga (riba) dan sejumlah transfer yang tidak sesuai dengan hukum Islam. Selain itu, bahwa Bank Pembangunan Islam ini dibuat oleh orang-orang kafir dan dijalankan melalui tangan para penguasa Muslim yang korup yang melayani orang-orang kafir.

Pertama: Bank Pembangunan Islam adalah alat di tangan orang-orang kafir untuk memisahkan dan mencegah kaum Muslim dari kembali pada perlindungan sistem ekonomi Islam. Kaum Muslim yang bergantung pada organisasi seperti Bank Pembangunan Islam ini, bahwa mereka melakukannya untuk mencari keselamatan dari masalah ekonomi mereka, atau untuk melaksanakan berbagai jenis proyek yang membutuhkan pembiayaan. Mereka ini lupa bahwa ada keputusan yang benar dalam Islam, yang menjamin kemakmuran bagi perekonomian mereka dan kesejahteraannya di dunia dan akhirat. Hal ini, pada gilirannya, akan menghentikan kaum Muslim dari perjuangan untuk mendirikan Negara Khilafah yang tegak di atas metode kenabian, ‘ala minhājin nubuwah, yang akan menjadi penyelamat dengan ajaran samawi (bersumber dari Allah SWT), sehingga bebas dari kesalahan, kerusakan atau kekejian.

Kedua: Bank Pembangunan Islam digunakan sebagai alat tekanan politik dan ekonomi, serta penjajahan pada negara kita. Di mana, dengan memberikan sejumlah dana untuk pengembangan sektor ekonomi tertentu di negara ini, maka orang-orang kafir tahu bahwa kediktatoran dan korupsi akan mendominasi di negara kita. Para pejabat dan mereka yang berkuasa, dipastikan akan mencuri sebagian besar dana, dan ini pasti akan membawa negara pada berbagai krisis akibat utang, yang akan meningkat dari waktu ke waktu, karena faktanya bahwa negara tidak akan mampu membayar secara tepat waktu. Hal ini pada gilirannya, akan memaksa para penguasa negara kita untuk menandatangani kontrak yang diperlukan yang memungkinkan orang-orang kafir dari menjarah sumber daya alam kita, dan melaksanakan kebijakan yang diperlukan bagi mereka, baik pada negara atau wilayah, di mana mereka akan memaksa kita untuk berperang melawan para demonstran Muslim dalam bentuk apapun, dan bahkan juga lebih dari itu.

Rasulullah saw bersabda: “Allah melaknat orang yang makan riba dan yang menyuruh memakannya.” (HR. Muslim, Tirmidzi dan Abu Dawud).

Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (TQS. Al-Baqarah [2] : 275).

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s