BERSEGERALAH BERAMAL SEBELUM DATANGNYA FITNAH

Rasulullah SAW telah memprediksikan akan datangnya akhir zaman, dengan menyebutnya masa fitnah, dengan tanda-tanda yang jelas. Dan Rasulullah SAW juga telah membimbing kita sikap apa yang paling tepat ketika menghadapi masa fitnah tersebut agar kita  bisa selamat .

Rasulullah SAW bersabda :

بَادِرُوا بالْاَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ الّلَيْلِ المَظْلِمِ يُصْبِحُ الَّرَجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا اَوْ يُمْسِي مُؤْمِنَا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيْعُ دِيْنَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

Bersegeralah beramal sebelum datangnya berbagai fitnah, laksana potongan-potongan malam yang gelap. ( Saat itu) di pagi hari seseorang beriman tapi di sore harinya ia menjadi kafir. Di sore hari seseorang beriman tapi di pagi harinya ia kafir. Ia menjual agamanya dengan harta dunia ( HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Dari hadits diatas mengandung pengertian, agar kita bersegera beramal kebajikan sebelum datangnya masa fitnah. Ciri masa fitnah tersebut  jika telah datang ditengah kita  adalah dengan banyaknya orang mukmin yang jatuh dalam kekafiran disebabkan oleh harta dunia, dan dengan mudahnya meninggalkan kebenaran. Para pejabat menjadi korup dan Dzalim,   para aparat negara menjadi jahat tak ubahnya seperti penjahat, demikian juga rakyatnya. Mereka semua lakukan karena telah terbuai dengan harta dunia dan para pemimpin telah lupa amanat rakyat karena telah terperdaya dengan harta dan kekuasaannya.

Oleh Karena itu ketika kita menjumpai masa itu, maka kita harus bersegera sekuat tenaga menjauhi dari hiruk pikuk kemewahan harta dan kedudukan, sebagaimana rasul perintahkan kepada kita dalam haditsnya:

Rasulullah bersabda:

سَتَكُونُ فِتَنٌ الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْمَاشِي وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي وَمَنْ يُشْرِفْ لَهَا تَسْتَشْرِفْهُ وَمَنْ وَجَدَ مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ بِهِ.رواه البخاري

“Akan terjadi berbagai fitnah, maka seorang yang duduk dalam perkara itu (tidak ikut) lebih baik dari orang yang berdiri, dan yang berdiri lebih baik dari yang berjalan menyongsongnya, dan yang berjalan masih lebih baik dari yang berlari padanya, barangsiapa yang larut padanya akan terjebak, maka barangsiapa yang dapat menghindar melarikan diri darinya hendaklah dia lakukan.” [HR.Bukhari]

Oleh karenanya janganlah kita  larut dan terjebak, dalam gelamournya harta benda dalam masa fitnah ini,  yakni dengan menghalakan segala cara tanpa mengindahkan syariat-Nya.  Demikian juga janganlah lalai atas kedudukan, kekayaan,   dan terlebih kekuasaan, karena setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya atas apa  yang dipimpinnya. Dan Siksaan Allah itu amatlah keras.  Maka beruntunglah jika kita mampu menghindari dari pusaran kekuasaan, kedudukan,  dan pusaran harta agar tidak menjadi  lalai akhirat. Arif Al Qondaly

 

Kitab Min Muqowwimat Nafsiyyah Islamiyyah, hal 18 , Daarul Ummah, 2004.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s