14 PETAKA AKIBAT BERBUAT MAKSIAT

Orang yang berbuat maksiat dalam hidupnya tidak akan pernah tenang. Senantiasa gelisah dan tidak akan pernah bahagia. Bahkan banyak sekali dampak  buruk dan kerugian besar akibat dari kemaksiatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu kami paparkan 14 dampak buruk dari perbuatan maksiat, dengan harapak kita  bisa menjauhinya.

dampak-maksiat

  1. Maksiat menghalangi ilmu pengetahuan.

Imam Malik pernah menasehati muridnya yang bernama Imam Syafi’ie. Tatkala Imam Syafi’ie duduk didahapan Imam Malik untuk belajar, Imam Malik sangat kagum akan kecerdasan dan daya hafalnya hingga beliau bertutur, “Aku melihat Allah telah menyiratkan cahaya di hatimu, wahai anakku, jangan engkau padamkan cahaya itu dengan maksiat.”

Suatu hari Imam Syafi’I bertutur : “Aku mengadu tentang kelemahan hafalanku yang buruk. Dia memberiku bimbingan untuk meninggalkan kemaksiatan, seraya berkata : “Ketahuilah Ilmu adalah Karunia. Dan karunia Allah tidak diberikan kepada si pelaku dosa dan kemasiatan

  1. Maksiat Menghalangi Rezeki

Di dalam musnad Ahmad disebutkan :

انّالعبدَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بالذَّنْبِ يُصِيْبُهُ

Seorang hamba dicegah dari rizki akibat dosa yang diperbuatnya”[ HR. Ahmad,Ibnu Majah, Al Baihaqi]

Oleh karena ketaqwaan penyebab datangnya rezeki, maka meninggalkannya dapat menimbulkan kefakiran.

  1. Maksiat menggelapkan hati

Ibnu Abbas berkata :

“Sesungguhnya perbuatan baik itu mendatangkan kecerahan pada wajah dan cahaya pada hati, kelapangan rizki, kekuatan badan, dan kecintaan. Sebaliknya perbuatan buruk itu mengundang ketidakceriaan pada raut muka, kegelapan di kubur dan di hati, kelemahan badan, susutnya rezeki dan kebencian makhluk”.

  1. Maksiat menumbuhkan maksiat lain

Seorang ulama salaf mengatakan :

Diantara dampak negative keburukan adalah menimbulkan keburukan lain. Sedangkan pengaruh kebaikan adalah mendatangkan kebaikan  berikutnya. Maka jika seorang hamba melakukan sesuatu kebaikan , kebaikan yang lainnya akan meminta untuk dilakukan, begitu seterusnya hingga hamba tersebut memperoleh keuntungan yang berlipat ganda dan kebaikan yang tidak sedikit. Begitu pula halnyan dengan keburukan. Dengan demikian ketaatan dan kemaksiatan merupakan sifat yang kokoh dan kuat menjadi kebiasaan yang  teguh pada diri si pelaku.”

  1. Maksiat menghilangkan keburukan maksiat itu sendiri

Rasulullah SAW bersabda :

“Setiap umatku dimaafkan kecuali yang bermaksiat terang-terangan. Diantara maksiat terang-terangan adalah seorang hamba yang dengan bangga menceritakan perbuatan maksiatnya,  padahal Allah telah menutupinya. Dia berkata , “Hai fulan, kemarin aku berbuat anu…anu…Dengan begitu sebenarnya dia telah mengoyak kehormatan dirinya sendiri, padahal Allah telah menutupinya semalam-malaman” [HR. Bukhari dan Muslim]

  1. Maksiat warisan ummat yang pernah diazab

“Aku diutus membawa pedang mendekati hari kiamat sehingga hanya Allah yang Tunggal, yang disembah tak  ada sekutu bagi-Nya. Dan rezekiku dijadikan berada di bawah baying-bayang tombakku,kehinaan dan kerendahan berlaku bagi orang-orang yang menyalahi perintahku, dan barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongannya” [HR. Ahmad ]

  1. Maksiat menimbulkan kehinaan

Imam Hasan Basri berkata : “Merekehinda dan rendah dalam pandangan Allah SWT sehingga merekapun sangat mudah bermaksiat. Sekiranya dalam pandangan Allah mereka mempunyai nilai, tentu Dia akan memelihara mereka. Dan ketika dalam pandangan Allah seseorang telah hina, tidak ada seorangpun yang memuliakannya. Lebih jelas firman Allah SWT :

وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

“Dan barang siapa yang dihinakan Allah maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki”. [ Al Hajj 22:18]

  1. Maksiat merugikan makhluk lain

Imam Mujahid berujar, “Jika terjadi kemarau panjang dan paceklik, binatang-binatang melaknat pelaku-pelaku maksiat seraya berkata :”ini gara-gara maksiatnya Bani Adam”. Ikrimah pun bertutur, “Binatang-binatang melata dan serangga-serangga dibumi, dari kumbang kelapa sehingga kalajengking berkata, “Kita tak diberi hujan karena dosa manusia

  1. Maksiat mewariskan kehinadinaan

Imam Hasan Basri berkata : “Keledai boleh berteriak, dan kuda turki boleh berjalan bersama mereka.Namun ,kehinadinaan maksiat tidak dapat berpisah dari hatinya. Namun kehinadinaan maksiat tidak dapat berpisah dari hatinya. Allah enggan kecuali menghinakan si pelaku maksiat itu .

  1. Maksiat menutup hati

Jika kemaksiatan dan dosa –dosa telah menutup hati di pelaku,mereka termasuk orang-orang yang lalai. Ketika mengomentari ayat :

كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka [ Al Muthoffifin 83:14]

Seorang ulama salaf mengatakan : Itulah dosa diatas dosa, Imam Hasan mengatakan sebagai dosa yang berlapis  dosa hingga mampu membuatakan hati.  Bertambahnya maksiat menyebabkan karat sehingga menjadi karakter yang mengalahkan jiwa.

  1. Maksiat menghilangkan syafaat Rasul dan Malaikat

Allah SWT berfirman :

(Malaikat-malaikat) yang memikul Arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,[7]

ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,[8]

dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu, maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar”. [Al Mu’min 40:9]

  1. Maksiat melenyapkan Malu

Malu itu pangkal kebaikan. Jika rasa malu telah hilang, hilanglah seluruh kebaikan. Rasulullah SAW bersabda :

الحياء خير كله

“Malu itu merupakan kebaikan seruhnya” [ HR. Bukhari Muslim ]

اِذَا لَمْ تَسْتَحْ فاصْنَعْ ما شِعْتَ

Jika kamu tidak merasa malu, berbuatlah sesukamu [ HR. Bukhari, Abu Daud, Ibn Majah, Ahmad, Thabrani]

  1. Maksiat memalingkan perhatian Allah, sebagaimana Firman-Nya :

وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.[ Al Hasyr 59 : 19]

  1. Maksiat melenyapkan nikmat dan mendatangkan azab

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). [As-suura 42 : 30 ]

Begitu banyaknya pengaruh negative dari perbuatan maksiat.  Masihkan kita melakukan kemaksiatan yang berdampak 14 resiko diatas? Oleh karena itu jika kita ingin kemuliaan, kemudahan urusan di dunia sudah seharusnya kita bersungguh-sungguh dalam menjada amal perbuatan dari kemaksiatan sekecil apapun. Allahu a’lam bi ash showab. Arif Al Qondaly

Ref :

Atsaarul Ma’ashi wa Adhraaruha, karya AlHafizh Ibnul Qoyyim Al Jauziah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s