BEKAL SEORANG PERUQYAH SYAR’IYYAH

Seorang muslim pasti akan menghadapi godaan dan tipu muslihat setan. Maka barangsiapa yang waspada dan mengetahui seluk beluk dan tipudayanya akan selamat di dunia dan akhirat. Sebaliknya barangsiapa mengabaikan dan tidak menyadarinya akan mudah disesatkan setan.  Sesungguhnyan setan itu musuh yang nyata bagi  orang yang beriman.

bekal-seorang-peruqyah

Allah SWT berfirman :

وَلا يَصُدَّنَّكُمُ الشَّيْطَانُ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh setan; sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.[ Az-zukhruf 43: 62]

Untuk itu, maka seorang muslim, sudah seharusnya memahami bagaimana melindungi dirinya dan keluarganya,  dan harus siap disaat menghadapi makar-makar setan dan bala tentaranya ketika menyerang kita dan keluarga kita. Maka mempersiapkan bekal menjadi seorang peruqyah, minimal untuk diri sendiri dan keluarganya mutlak diperlukan, apalagi disaat zaman penuh kemungkaran seperti sekarang ini.

Dalam kitab Wiqoyatul Insan minal Jinni wasy syaithani  dan kitab Ash-sharimul batarifit tashaddi lis saharati al asyrar , yang membahas tentang  Ruqyah Jin,  Sihir dan terapinya, karya Wahid Abdusalam Bali disebutkan bahwa syarat menjadi seorang peruqyah (mu’allij) adalah sebagai berikut :

  1. Peruqyah harus Beraqidah salafush shalih, yaitu aqidah yang murni, benar, bersih dan jernih dari unsyur-unsyur kesyirikan.
  2. Seorang peruqyah syar’iyyah harus mengaplikasikan tauhid yang benar dan murni di dalam perkataan dan perbuatan. [ hendaknya bertawakkal secara total kepada Allah SWT ]
  3. Peruqyah harus meyakini bahwa firman Allah SWT [ Bacaan Al Qur’an ] memiliki pengaruh terhadap jin dan setan. [ seorang peruqyah hendaknya senantiasa dan tiada henti untuk tilawah qur’an dan mentadaburinya. red ]
  4. Peruqyah hendaknya ia mengetahui keadaan jin dan setan.[ Memahami hal ikhwal jin, tipudayanya, dan sebagainya].
  5. Peruqyah yang hendak mengobati orang yang terkena gangguan hendaknya ia mengetahui pintu-pintu masuknya setan ke dalam tubuh manusia. Perhatikan ketika jin berkata kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, “Saya akan keluar karena menghormatimu.”Dia berkata, “Tidak, tetapi kamu keluar karena taat  kepada Allah dan Rasul-Nya”
  6. Dianjurkan sudah menikah. [ segera menikah bagi yang bujang ]
  7. Peruqyah dan sudah keharusan setiap muslim, hendaklah ia menjauhi larangan-larangan Allah (Dosa dan maksiat) yang  bisa menjadi sarana setan menguasai manusia.
  8. Peruqyah hendaknya melakukan amal ketaatan, karena bisa menyengsarakan setan.
  9. Peruqyah hendaknya ia senantiasa komitmen Dzikir kepada Allah SWT.
  10. Sifat yang wajib ada pada seorang Peruqyah adalah Ikhlas dalam melakukan ruqyah. [ Sifat Ikhlas ini menjadi Kunci Utama seorang peruqyah baik untuk diri sendiri maupun orang lain-red ].
  11. Peruqyah seharusnya membentengi diri dengan perisai ghaib. Intinya Senantiasa mendekat kepada Allah SWT. ( Tahajjud, Baca Al Qura’an,  doa perlindungan pagi petang, dan lain sebagainya). Wallahu a’lam bi ash-showab | Arif TH.  Al Qondaly
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s