MERAYAKAN TAHUN BARU MASEHI HARAM DALAM ISLAM

HUKUM MERAYAKAN TAHUN BARU MAHESI : HARAM

Sesungguhnya ummat Islam dahulu dimasa Nabi hingga era kekhilafahan Turki Utsmani hingga berakhir tahun 1924 tidak pernah ikut-ikutan merayakan tahun baru masehi. Ummat Islam selemah-lemahnya pada era tersebut tetap memahami bahwa menghadiri, mengucapkan selamat, terlebih ikut merayakannya merupakan kesesatan dan haram hukumnya.

Di Indonesia, mereka kaum muslimin sadar atau tidak sadar digiring untuk ikut mengucapkan selamat natal, ikut meniup terompet tanda Tahun baru Masehi, dan mereka tidak menyadari terhadap konsekuensi hukum yang diperbuatnya. Mereka beralasan yang dibuat-buat seperti Yahudi dan para pendusta lainnya. Mereka beralasan bahwa mengucapkan natal tidak mengapa yang penting hatinya tidak mengakui. Padahal perbuatan dikatakan benar tidak sekedar niat yang benar , namun juga menempuh cara yang benar sesuai dengan tuntunan Nabi.[ Lihat Tafsir Al Mulk ayat 2]. Pendapat yang sesat ini akan seperti yang dipakai sorang pelacur yang mengatakan saya melayani anda dengan niat untuk kebaikan. MasyaAllah…inilah wajah ummat Islam di Indonesia, dengan semangat kebinekaan yang ‘kebablasen’, mengapa ummat Islam tidak penah bangkit karena meninggalkan ajaran mulia dari Nabi dan mencampuradukkan ajaran yang benar dengan yang batil.

Lantas apa dasar Haramnya ikut merayakan tahun baru masehi, mengucapan selamat natal , mari perhatikan hujjah yang datang dari Al Qur’an dan As Sunnah sebagai berikut .

Dasar dari Al Qur’an :

Al Qur’an secara tersirat terdapat bentuk pelarangan mengikuti atau merayakan tahun baru masehi dan natal, sebagai berikut :

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِّنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاء الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

 “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” (QS. Al-Jatsiyah: 18)

وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ مَا جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ وَاقٍ

Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.” (QS. Al-Ra’du: 37)

وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَاخْتَلَفُواْ مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمُ الْبَيِّنَاتُ

Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka.” (QS. Ali Imran: 105)

Allah Ta’ala menyeru kaum mukminin agar khusyu’ ketika berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan membaca ayat-ayat-Nya, lalu Dia berfirman,

وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ

Dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. al-Hadid: 16)

Dasar Larangan Peringatan Tahun Baru dan Natal menurut Hadits Nabi SAW :

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Dawud, Ahmad dan dishahihkan Ibnu Hibban. Ibnu Taimiyah menyebutkannya dalam kitabnya Al-Iqtidha’ dan Fatawanya. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 2831 dan 6149)

Imam al-Shan’ani rahimahullaah berkata, “Apabila menyerupai orang kafir dalam berpakaian dan meyakini supaya seperti mereka dengan pakaian tersebut, ia telah kafir. Jika tidak meyakini (seperti itu), terjadi khilaf di antara fuqaha’ di dalamnya: Di antara mereka ada yang berkata menjadi kafir, sesuai dengan zahir hadits; Dan di antara yang lain mereka berkata, tidak kafir tapi harus diberi sanksi peringatan.” (Lihat: Subulus salam tentang syarah hadits tesebut).

Ibnu Taimiyah rahimahullaah menyebutkan, bahwa menyerupai orang-orang kafir merupakan salah satu sebab utama hilangnya (asingnya syi’ar) agama dan syariat Allah, dan munculnya kekafiran dan kemaksiatan. Sebagaimana melestarikan sunnah dan syariat para nabi menjadi pokok utama setiap kebaikan. (Lihat: Al-Iqtidha’: 1/314)

Terkait dengan persoalan niat , maka hakekatnya niat yang benar dan ikhlas tidak akan mencampuradukkan yang haram dan yang halal, sebagaimana sabda nabi ;

Dari Zaid bin Arqam Radiallahuanhu meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya, “Barangsiapa yang mengucapkan ‘Lailahaillallah’ dengan ikhlas, dia akan dimasukkan ke dalam syurga.” Lalu ditanya kepada baginda SAW, “Bagaimanakah yang dimaksudkan dengan ikhlas itu?” Rasulullah SAW bersabda, “Ikhlas itu ialah yang mencegah dari melakukan perbuatan-perbuatan yang haram.” (Hadis riwayat at-Tabarani)

Oleh karena itu ummat Islam telah memiliki jalan hidup yang khas, yang unik dan istimewa yaitu syariat Islam yang mulia dan yang akan memuliakan ummat Islam dan akan menebar rahmatan lil ‘alamin jika diterapkan dan istiqomah di jalannya.

Islam jauh hari telah mengajarkan kebinekaan dan keberagaman, toleransi dan jangan menggunakan senjata “kebinekaan” menyebabkan aqidah kita dipertaruhkan. Padahal agama kita agama yang lurus dan satu-satunya agama yang hanya diridhoi Allah adalah Islam, sebagai agama yang sempurna.

Barangsiapa berpegang teguh akan selamat dunia dan akhirat dan barangsiapa berlepas diri dari agama makan akan celaka. Renungkanlah firman  Allah SWT :

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. [ QS. Ali Imron : 19 ].

Wallahu a’lam bi ash-showab | Arif T H Al Qondaly

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s