PERANG MU’TAH DAN KIBARAN AL LIWAA’

PERANG MU’TAH  [ PEPERANGAN  SENGIT  DIBAWAH  KIBARAN AL LIWAA’ ]

Pertempuran Mu’tah [ PERANG MU’TAH ] ( معركة مؤتة , غزوة مؤتة) terjadi pada 629 M atau 5 Jumadil awwal 8 Hijriah), dekat kampung yang bernama Mu’tah, di sebelah timur  sungai Yordan  dan al karak antara pasukan khulafaur roshidin yang dikirim oleh Muhammad SAW dan tentara  Kekaisaran Romawi Timur ( Basrah )

Sebelum pasukan islam berangkat untuk menegakkan panji La ilaha Illallah [ Al Liwaa’ ],  Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam telah menunjuk tiga orang sahabat sekaligus mengemban amanah komanda secara bergantian bila komandan sebelumnya gugur dalam tugas di medan peperangan hingga mengakibatkan tidak dapat meneruskan kepemimpinan. Sebuah keputusan yang belum pernah dia lakukan sebelumnya. Mereka itu adalah Ja’far bin Abi Tholib, Zaid bin Haritsah (berasal dari kaum muhajirin) dan seorang sahabat dari Anshar, Abdullah bin Ruwahah penyair Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.

Komando pada perang masa rasulullah dan pada masa kekhilafahan sesudahnya, selalu membawa bendera dengan warna putih dengan sebutan Al Liwaa’ dengan tulisan Laailaha illallah Muhammadar rasulullah, warna hitam. Itu sebagai bendera komando [ pimpinan Perang] dengan ukuran yang besar. Sedang yang dibawa para pasukan yang jumlahnya banyak adalah bendera yang disebut Ar Raayah [ bendera hitam tulisan laailaha illallah,warna putih].

Singkatnya, pasukan Islam yang berjumlah 3000 personel diberangkatkan. Ketika mereka sampai di daerah Ma’an, terdengar berita bahwa Heraklius mempersiapkan 100 ribu pasukannya. Selain itu, kaum Nasrani dari beberapa suku Arab pun telah siap dengan jumlah yang sama. Mendengar kabar yang demikian, sebagian sahabat radhiyallahu ‘anhum mengusulkan supaya meminta bantuan pasukan kepada Rasulullah atau dia memutuskan suatu perintah.

‘Abdullah bin Rawanah radhiyallahu ‘anhu lantas mengobarkan semangat juang para sahabat radhiyallahu ‘anhum pada waktu itu dengan perkataannya , “Demi Allah, sesungguhnya perkata yang kalian tidak sukai ini adalah perkata yang kamu keluar mencarinya, yaitu syahadah (gugur dimedan perang dijalan Allah Azza wa Jalla). Kita itu tidak berjuang karena karena jumlah pasukan atau kekuatan. Kita berjuang untuk agama ini yang Allah Azza wa Jalla telah memuliakan kita dengannya. Bergeraklah. Hanya ada salah satu dari dua kebaikan : kemenangan atau gugur (syahid) di medan perang.”

Orang-orang menanggapi dengan berkata, “ Demi Allah, Ibnu Rawanah berkata benar”.

Zaid bin Haritsah radhiyallahu ‘anhu, panglima pertama yang ditunjuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, kemudian membawa pasukan ke wilayah Mu’tah. Dua pasukan berhadapan dengan sengit. Komandan pertama ini menebasi anak panah-anak panah pasukan musuh sampai akhirnay tewas terbunuh di jalan Allah Azza wa Jalla.

liwa-bendera-negara
AL LIWAA’ Bendera Negara Islam | Bendera Rasulullah

Bendera [ al liwaa’ ] pun beralih ke tangan Ja’far bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Sepupu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam ini berperang sampai tangan kanannya putus. Bendera dia pegangi dengan tangan kiri, dan akhirnya putus juga oleh tangan musuh. Dalam kondisi demikian, semangat dia tak mengenal surut, saat tetap berusaha mempertahankan bendera [al liwaa’] dengan cara memeluknya sampai dia gugur oleh senjata lawan. Berdasarkan keterangan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, salah seorang saksi mata yang ikut serta dalam perang itu, terdapat tidakkurang 90 luka di bagian tubuh depan dia baik akibat tusukan pedang dan maupun anak panah.

Giliran ‘Abdullah bin Rawanah radhiyallahu ‘anhu pun datang. Setelah menerjang musuh, ajal pun memjemput dia di medan peperangan.

roya-bendera-pasukan
AR RAAYAH [ Bendera Pasukan Rasulullah ]

Tsabit bin Arqam radhiyallahu ‘anhu mengambil bendera [ al liwa’] yang telah tak bertuan itu dan berteriak memanggil para Sahabat Nabi agar menentukan pengganti yang memimpin kaum muslimin. Maka, pilihan mereka jatuh pada Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu. Dengan kecerdikan dan kecemerlangan siasat dan strategi – setelah taufik dari Allah Azza wa Jalla – kaum muslimin berhasil memukul Romawi hingga mengalami kerugian yang banyak.

Menyaksikan peperangan yang tidak seimbang antara kaum muslimin dengan kaum kuffar, yang merupakan pasukan aliansi antara kaum Nashara Romawi dan Nashara Arab, secara logis, kekalahan bakal di alami oleh para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.

Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengungkapkan ketakjubannya terhadap kekuasaan Allah Azza wa Jalla melalui hasil peperangan yang berakhir dengan kemenangan kaum muslimin dengan berkata : “Ini kejadian yang menakjubkan sekali. Dua pasukan bertarung, saling bermusuhan dalam agama. Pihak pertama pasukan yang berjuang dijalan Allah Azza wa Jalla, dengan kekuatan 3000 orang. Dan pihak lainnya, pasukan kafir yang berjumlah 200 ribu pasukan. 100 ribu orang dari Romawi dan 100 ribu orang dari Nashara Arab. Mereka saling bertarung dan menyerang. Meski demikian sengitnya, hanya 12 orang yang terbunuh dari pasukan kaum muslimin. Padahal, jumlah korban tewas dari kaum musyirikin sangat banyak”. Allah Azza wa Jalla berfirman :

قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ

Orang-orang yang menyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah? Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”. (Al-Baqarah 2:249)

Semoga Al Liwaa’ dan Ar Rayaah akan segera berkibar lagi, dan kebenaran pasti akan datang, dan kebathilan apan lenyap, karena sesungguhnya kebathilan sudah pasti akan lenyap, atas Idzin Allah SWT. Wallahu a’lam bi ash-shawab. | Arif Al Qondaly

Related Post :

Rohingnya menunggu Khilafah Mu’tasimBillah | 6 Tanda sebelum datangnya Kiamat | Konflik Palesina-Israel dalam Sejarah  |  Hukum Seputar Ru’yat GlobalUmmat Islam Butuh Khilafah | Khilafah Islam Janji Allah  | Bendera Rasulullah Liwa-Roya | Hukum Menegakkan Khilafah | Islam Rahmatan lil ‘AlaminPengertian Islam Rahmatan lil ‘Alamin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s