SHALAT WITIR DAN PELAKSANAANNYA

Banyak pertanyaan kaum muslimin terkait shalat witir pada dua pertanyaan pada umumnya, yaitu pertama, lebih utama mana dilakukan witir diawal atau diakhir malam?, Kedua, Berapa bilangan shalat witir yang dilakukan Nabi, dan bagaimana cara pelaksanaannya.

Pertama, diutamakan menyegerakan shalat witir pada permulaan malam bagi seseorang yang takut kalau-kalau ia tidak akan bangun pada akhir malam.Jika yakin mampu bangun di akhir malam maka disunahkan untuk dikerjakan di akhir malam.

Nabi SAW bersabda ;

Barangsiapa yang merasa tidak akan sanggup bangun malam padaakhir malam, baiknya ia berwitir pada permulaan malam, tetapi barangsiapa yang merasa sanggup bangun pada akhir malam, baiknya berwitir pada akhir malam itu, sebab shalat pada akhir malam dihadiri [ disaksikan malaikat] dan itulah yang lebih utama [ HR. Ahmad, Muslim, Tirmidzi dan Ibn Majah].

Dari jabir, r.a. Rasulullah saw bersabda kepada Abu Bakar, “Bilakah engkau berwitir?, Abu Bakar menjawab : “Pada permulaan malam sesudah shalat Isya’.” Beliau lalu bersabda kepada umar:” Engkau Umar, bilakah berwitir?”, Umar menjawab: ”Pada akhir malam”, kemudian Rasulullah saw bersabda :”Engkau ini wahai Abu Bakar suka berlaku hati-hati, sedang engkau wahai Umar, menunjukkan keteguhanmu”. [ HR. Ahmad, Abu Daud dan Hakim]

Bagi penulis, sebaiknya kita lakukan shalat witir di awal waktu, karena akan lebih terjaga witir kita dari kelalaian, kemalasan dan bisikan syaithon.

Kedua, terkait bilangan rakaat witir dan cara pelaksanaannya. Shalat witir adalah shalat yang dikerjakan secara ganjil dan sekali salam, sebagaimana sabda nabi SAW :

Rasulullah saw itu bershalat malam tiga belas rakaat, termasuk di dalamnya shalat witir lima rakaat. Beliau duduk tasyahhud kecuali pada rakaat yang terakhir. [ Bukhari-Muslim].

كان رسول الله صلى الله عليه و سلم يوتر بسبع وبخمس لايفصل بسلام ولا بكلام

Bahwa Rasulullah itu berwitir tujuh atau lima rakaat bersambung tidak dipisahkan dengan salam atau bicara [HR. Ahmad, Nasa’i dan Ibnu Majah].

Diriwayatkan dari Nabi saw : Bahwa beliau berwitir tiga belas rakaat, sebelas rakaat, Sembilan rakaat,tujuh rakaat, lima, tiga atau seraka’at saja. [ HR Tirmidzi].

Ishak bin Ibrahim berkata, yang dimaksud dengan riwayat diatas adalah nabi saw bershalat malam sebanyak 13 rakaat dan diantara rakaat itu adalah shalat witir.

Jika dikatikan dengan shalat malam itu dua-raka’at-dua raka’at, maka hadits itu untuk shalat malam selain shalat witir. Sehingga yang terkuat adalah bahwa shalat witir itu dikerjakan sekali salam, baik satu rakaat, tiga rakaat ataupun lima rakaat. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Kesimpulan :

  • Shalat Witir dianjurkan dilakukan diawal waktu setelah shalat isya’ hal ini dilakukan agar kita tidak sampai meninggalkan jika malam tidak mampu bangun malam.
  • Witir adalah ganjil, sehingga pendapat yang lebih kuat, hendaknya dikerjakan satu kali salam, baik satu rakaat, tiga rakaat maupun lima rakaat.

Referensi :

Fiqh Sunnah, Sayid Sabiq, juz 2/ 39-40

related posts :

shalat jumat di lapangan bolehkah? | shalat sunnah disaat qomat| ketentuan shalat witir  | Bacaan doa dan dzikir setelah shalat | Hukum Qunut shalat subuh | Hukum Shalat menghadap Kiblat |  Shalat Fajar dan Qobliyah SubuhPenyebab Malas Tahajjud

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s