BOLEHKAH SHALAT JUMAT DI LAPANGAN?

shalat-jumat-di-lapangan-bolehkah
shalat-jumat-di-lapangan-bolehkah

Rencana Demo 2 Desember 2016 atau dikenal dengan Aksi Bela Islam III  atau disebut aksi 212 yang rencana  akan menggelar shalat jumlat di sepanjang jalan protokol di Jakarta.  Para ulama berselisih pendapat tengan hukum shalat jumat di lapangan seperti yang akan dilakukan para demonstran aksi bela Islam III di Jakarta.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan fatwa ihwal rencana organisasi massa Islam yang ingin salat Jumat di jalan. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengatakan dari hasil ijtihad para ulama NU, warga dilarang salat Jumat di jalan.

Jumatan di jalan tidak sah,” kata Said Aqil saat memberi sambutan di Kongres ke-17 Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis, 24 November 2016. [Tempo.com]

Bagaimana Pandangan Islam tentang Salat Jumat di Jalan/Lapangan?

Dalam kitab fiqh sunnah , karya Sayyid Sabiq disebutkan bahwa Shalat Jumat itu sah dilakukan  baik di kota atau  di desa, di dalam masjid  dan bangunan atau di lapangan yang terdekat di sekelilingnya, sebagaimana juga sah dilakukan di beberapa tempat.  Umar ra, pernah mengirim surat kepada penduduk Bahrain yang  berbunyi ” Lakukanlah shalat Jumat di tempat  dimana  saja Tuan – Tuan berada ” [ Riwayat Ibn Abi Syaiah, dan menurut Ahmad isnadnya baik].

Hadits ini menunjukkan boleh di kota dan di desa. Dan berkata Ibnu Abbas : “Jum’at yang pertama kali dilakukan di masjid Nabi saw di Madinah, ialah dilakukan di uwa-i, yakni salah sebuah desa di daerah Bahrain [ riwayat Bukhari dan ABu Daud].

Dan dari Al Laits bin Sa’ad, bahwa penduduk Mesir dan pesisir mendirikan Jumatan di tempat masing-masing di masa Umar dan Utsman atas perintah kedua khilafah ini, sedang di sana banyak pula terdapat para sahabat nabi saw.  Kemudian dari ummat , bahwa ia melihat penduduk Mesir dan daerah-daerah sekitar mata air yang terletak diantara kota Mekkah dan Madinah, berjumat di tempat mereka masing-masing dan mereka tidak ditegur [ Riwayat Abdur Razak, dengan isnad sah].  [Fiqhus Sunnah, Jilid 2/ 318]

Salat Jumat juga pernah dilakukan  dan merupakan shalat Jumat terbesar  sepanjang sejarah kehidupan ummat Islam, yaitu sholat Jumat yang  terjadi pada tahun 1453 dilakukan oleh Sultan Muhammad Al Fath. Sholat jumatnya itu dilakukan di jalan menuju konstatinopel dengan jamaah yang membentang sepanjang 4 km dari Pantai Marmara hingga Selat Golden Horn di utara. Sholat jumat tesebut terjadi 1.5 KM di depan benteng Konstantinopel, dalam proses Penaklukan Konstantinopel oleh Sultan yang kemudian mengakhiri sejarah Kekaisaran Byzantium dan menjadi cikal bakal kekhalifahan Usmaniyah.

Demikian penjelasan seputar hukum shalat Jumat, hendaklah tidak perlu ragu-ragu, karena mereka yang shalat jumat di sepanjang jalan protokol di jakarta atau di desa atau dikota, dilapangan atau digedung tetap sah dan ada dasar hukumnya. Wallahu A’am bi ash-shawab.| Mushannid Huda Al Qondaly

related posts :

shalat jumat di lapangan bolehkah? | shalat sunnah disaat qomat| ketentuan shalat witir  | Bacaan doa dan dzikir setelah shalat | Hukum Qunut shalat subuh | Hukum Shalat menghadap Kiblat |  Shalat Fajar dan Qobliyah SubuhPenyebab Malas Tahajjud

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s