DEMO DALAM TINJAUAN SYARIAT ISLAM

DEMONSTRASI DALAM ISLAM ADAKAH ?

HARAMKAH DEMO ? Bagaimana hukum demo dalam Islam Masih ada sebagian diatara ummat Islam yang memandang negatif terhadap  gerakan Islam yang melakukan demo dengan cara turun di jalan menyerukan amar ma’ruf nahi munkar.  Diantara mereka bahkan menghukumi haramnya demo, setiap amar ma’ruf yang dilakukan  para demonstran.

hukum demo dalam tinjauan islam
hukum demonstrasi / demo dalam tinjauan Islam

Sebagian kaum muslimin menganggap demo / demonstrasi turun jalan apapun tuntutannya ( walaupun menuntut sang ahok yang menistakan al Qur’an) sebagaimana yang telah dilakukan sebagian besar ulama Indonesia akhir-akhir ini tanggal 4 November 2016 lalu, mereka tetap menghukumi haramnya demonstrasi dan bahkan mengatakan bahwa  demo terhadap penguasa itu bid’ah, walaupun penguasanya dhalim sekalipun,  karena tidak dicontohkan nabi.

Mereka memandang dengan pandangan  yang sempit, dan salah memahami makna hadits tentang ketaatan kepada pemimpin. Lebih dari itu mereka mendasarkan pada hadits yang dipahami secara textual , tampa melihat makna yang sebenarnya.

hukum demo dalam islam
hukum demo dalam islam

Mari kita perhatikan hadits berikut ini, agar kita bisa memandang bagaimana seharusnya menghukumi seorang yang melakukan demo [ demonstrasi] , dalam tinjuan Islam.

«خِيَارُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِيْنَ تُحِبُّوْنَهُمْ وَيُحِبُّوْنَكُمْ وَتُصَلُّوْنَ عَلَيْهِمْ وَيُصَلُّوْنَ عَلَيْكُمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِيْنَ تُبْغِضُوْنَهُمْ وَيُبْغِضُوْنَكُمْ وَتَلْعَنُوْنَهُمْ وَيَلْعَنُوْنَكُمْ قَالُوْا قُلْنَا يَا رَسُولَ اللهِ أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ عِنْدَ ذَلِكَ قَالَ لاَ مَا أَقَامُوْا فِيْكُمْ الصَّلاَةَ أَلاَ مَنْ وَلِيَ عَلَيْهِ وَالٍ فَرَآهُ يَأْتِي شَيْئًا مِنْ مَعْصِيَةِ اللهِ فَلْيَكْرَهْ مَا يَأْتِي مِنْ مَعْصِيَةِ اللهِ وَلاَ يَنْزِعَنَّ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ»

Sebaik-baik imam (pemimpin) kalian adalah yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian serta yang kalian doakan dan mereka juga mendoakan kalian. Seburuk-buruk imam (pemimpin) kalian adalah yang kalian benci dan mereka membenci kalian serta yang kalian laknat dan mereka juga melaknat kalian. Mereka berkata, “Kami berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah tidak kita perangi saja mereka pada saat demikian?’ Rasul menjawab, ‘Tidak, selama mereka masih menegakkan shalat di tengah-tengah kalian. Ingatlah, siapa yang diperintah oleh seorang wali, lalu ia melihat wali itu melakukan sesuatu kemaksiatan kepada Allah, maka hendaknya ia membenci kemaksiatan itu dan janganlah ia melepaskan tangan dari ketaatan.” (HR Muslim, Ahmad dan ad-Darimi).

Hadis ini juga diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam Mu‘jam al-Kabîr, Abu ‘Awanah dalam Musnad Abu ‘Awânah, al-Ajuri dalam Asy-Syarî’ah, dan lainnya. Semuanya bersumber dari penuturan Auf bin Malik al-Asyja’i.


Makna Hadis

Al-Mawardi berkata, “Ini benar. Sungguh, seorang imam, jika memiliki kebaikan, ia mencintai dan dicintai oleh rakyat. Sebaliknya, jika buruk (jahat), ia membenci dan dibenci oleh rakyat. Pokok hal itu bahwa rasa takut kepada Allah akan mendorong untuk taat kepada-Nya dalam memperlakukan makhluk-Nya. Ketaatan kepada Allah akan mendorong untuk mencintai makhluk-Nya. Oleh karena itu, kecintaan itu merupakan bukti atas kebaikan imam. Sebaliknya, kebencian rakyat kepada imam adalah bukti keburukannya serta minimnya perhatian imam kepada rakyat.”

Asy-Syaukani di dalam Nayl al-Awthâr menjelaskan, hadis ini merupakan dalil disyariatkannya mencintai imam dan mendoakan mereka. Imam yang mencintai dan dicintai rakyat, mendoakan dan didoakan oleh rakyat merupakan imam yang paling baik. Sebaliknya, imam yang membenci dan dibenci rakyat, mencaci dan dicaci oleh rakyat, termasuk imam yang paling buruk. Hal itu karena jika imam berlaku adil di tengah rakyat, berkata baik kepada rakyat, maka rakyat akan menaati, mematuhi dan memujinya. Ketika seorang imam, keadilan dan kebaikan perkataannya menyebabkan kecintaan, ketaatan dan pujian rakyat kepadanya, ia termasuk imam yang paling baik. Sebaliknya, tatkala kezaliman dan caciannya kepada rakyat menyebabkan rakyat menyalahinya dan berkata buruk tentang dia, maka dia termasuk seburuk-buruk imam.

Hadis ini menegaskan wajibnya menaati imam hingga meskipun imam itu melakukan kemaksiatan. Ketaatan itu selama bukan dalam rangka bermaksiat kepada Allah. Dalam kondisi imam melakukan kemaksiatan itu, Rasul memerintahkan agar kita membenci kemaksiatannya itu. Beliau tetap melarang kita melepaskan tangan dari ketaatan, tentu diiringi dengan aktivitas amar makruf nahi mungkar kepada imam, yang disyariatkan dalam nas yang lain.

Manthûq hadis ini juga menjelaskan tidak bolehnya memerangi imam dan mencabut kekuasaannya selama ia masih menegakkan shalat di tengah kaum Muslim.

Adapun mafhûm-nya menyatakan bolehnya memerangi imam jika sudah tidak menegakkan shalat di tengah kaum muslim. Frasa mâ aqâmû fîkum ash-shalâh (selama dia masih menegakkan shalat di tengah kalian) maksudnya : bukan selama imam masih menjalankan shalat ( 5 waktu). Frasa tersebut merupakan majaz (kiasan) menggunakan uslûb: ithlâq al-juz’i wa irâdah al-kulli (menyebutkan sebagian, sedangkan yang dimaksud adalah keseluruhan).

Maksud frasa itu adalah, selama masih menegakkan Islam, yakni selama masih menerapkan hukum-hukum Islam. Sebab, dalam Islam, wali yang wewenangnya tidak mencakup masalah finansial disebut wâliy ash-shalâh, sedangkan yang mencakup masalah finansial disebut wâliy ash-shadaqah.

Makna ini sejalan dengan hadis Ubadah bin Shamit yang menjelaskan wajibnya memerangi imam dan mencabut kekuasaannya jika sudah tampak kufr[an] bawâh[an] (kekufuran yang nyata)—dalam riwayat lain kufr[an] sharâh[an] (kekufuran secara terang-terangan); misalnya jika imam menerapkan hukum kufur seraya meyakini kelayakannya dan ketidaklayakan hukum Islam. Itu sama artinya dengan tidak lagi menegakkan shalat di tengah-tengah kaum Muslim.

DEMO [ Masiroh ] PERNAH TERJADI DI MASA NABI

Walau tanpa menyebut kata Demo atau masiroh, namun dimasa  rasul telah terjadi.  Di dalam  kitab Al-Hulya Al-Aulia, jilid 1. Ibnu Abbas ra. meriwayatkan, sebagaiman dia telah bertanya :

“Yaa Rasulullah, apakah kita dibolehkan berjalan di atas yang haq meskipun kita mati atau tetap hidup? Beliau SAW., bersabda, “tentu saja, demi jiwaku yang berada ditanganNya, kamu harus berada pada jalan yang haq meskipun kamu akan mati atau tetap hidup” maka Ibnu Abbas berkata, “jadi mengapa kita bersembunyi? Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran, kita harus keluar!” dan mereka pergi dengan barisan yang satu dipimpin Hamza dan yang lainnya dipimpin oleh Umar. Mereka pergi mengelilingi ka’bah dan Quraisy melihat Hamza dan Umar mereka begitu terkejut. Rasulullah SAW., menjuluki Umar pada hari itu dengan ‘Al Faruq’.”

Lantas bagaimana dengan demo atau demonstrasi atas pelecehan Al Qur’an oleh seorang yang bernama Ahok? Dan bagaimana menurut anda aksi  yang dilakukan para ulama, Ormas Islam dan ummat dalam menuntut keadilannya? Padahal sudah sekian lama ditunggu-tunggu, polisi dan penguasa tetap melindungi penista Al Qur’an? Haramkah semua elemen masyarakat demo turun ke jalan? Padahal UU negeri ini mengizinkan menyuarakan aspirasi dengan cara demo? Jawaban kami adalah :  Justru wajib atas kita untuk amar ma’ruf nahi munkar kendati harus turun ke jalan (demonstrasi damai) , disebabkan diamnya para pemimpin ketika melihat mereka membiarkan dan bahkan melindungi  penista Al Qur’an .  Walaupun demonstrasi atau demo itu sejatinya hanya ushlub [ cara] dalam dakwah saja, namun demo dengan cara damai adalah abgian dari cara amar ma’ruf nahi munkar. Wallahu a’lam. | Mushonnif Huda Al Qondaly

Related Posts :

Hukum KPR dan Leasing dalam Islam | Hukum Asuransi dalam Islam Hukum Pajak dan Jizyah dalam Islam | Hukum Atas Penista AgamaHukum Demo Haramkah ? | Hukum Menimbun Barang / kanzul Mal | Hukum Menegakkan Khilafah untuk menerapkan syariat Islam | Hukum Menghina Nabi | Larangan Mengangkat Non Muslim Sebagai PemimpinBahaya Riba  |  Bahaya Kartu Kridit  | Jilbab Wajib Kerjakanlah | Siapakah Ahlul Kitab?  | Kewajiban dan Hukum Zakat Mal | Bid’ah dalam Pandangan Islam | Perbedaan Fa’ dan Ghanimah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s