HUKUM DAN BATASAN ZAKAT MAL

Shodaqoh yang menjadi sumber pemasukan baitul mal adalah zakat. Istilah shodaqoh digunakan untuk menyebut zakat, begitu pula  digunakan istilah zakat terhadap shodaqoh. Zakat menurut bahasa artinya berkembang (an-namaau) berarti juga pensucian (tathhir).Sedang menurut istilah syara’ , zakat memiliki dua makna tersebut. Karena dengan mengeluarkan zakat menjadi sebab timbulnya berkah pada harta. Seperti yang dinyatakan dalam sebuah hadits “Tidak berkurang harta karena shodaqoh (dikeluarkan zakatnya). Sebab lain, karena zakat itu menambah banyak pahala, mensucikan diri dari sifat bakhil (kikir) dan membersihkan dari dosa. (Al Amwal fi Daulatil Khilafah, Abd Qodim Zallum, hal 149)
       Secara definisi, zakat adalah sejumlah nilai/ukuran  tertentu yang wajib dikeluarkan dari harta (yang jenisnya) tertentu pula. Zakat adalah salah satu ibadah dan merupakan salah satu rukun  dari rukun-rukun Islam. Zakat hanya wajib bagi kaum muslimin. Untuk zakat fitrah kewajiban mutlak ditujukan kepada seluruh kaum muslimin baik kaya dan miskin. Zakat Mal dikhususkan pada mereka yang telah memenuhi kriteria tertentu secara hukum syara’ sehingga mengharuskan untuk mengeluarkan zakatnya. Allah SWT telah berfirman :
واتوا الزکاة
“Dan keluarkanlah zakat oleh kalian [kaum muslimin]” ( TQS. Al Baqoroh [2]: 43)
Rasulullah SAW pernah mengutus Mu’az bin Jabal ke Yaman, dan bersabda : “Beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah SWT telah mewajibkan atas mereka zakat yang diambil dari orang-orang kaya diantara mereka untuk kemudian dikembalikan kepada orang-orang fakir diantara mereka”.
Jenis-Jenis Zakat Mal
Zakat diwajibkan pada harta-harta sebagai berikut :
1.   Ternak, yaitu unta, sapi dan kambing
2.   Tanaman (hasil pertanian) dan buah-buahan
3.   Nuqud / Mata Uang (Emas dan perak)
4.   Keuntungan dari Perdagangan
Zakat diwajibkan pada 4 hal diatas jika telah mencapai nishob, hutangnya sudah dilunasi dan telah mencapai 1 tahun (haul). Kecuali untuk tanaman hasil pertanian dan buah-buahan zakatnya wajib saat panen.
1.      ZAKAT EMAS DAN PERAK
Zakat emas dan perak , termasuk didalamnya uang adalah wajib hukumnya untuk dikeluarkan sebagaimana yang ada dalam sunah dan ijma’ shohabat.
Tidak ada seorang pun yang pada dirinya  memiliki emas dan perak, kemudian tidak mengeluarkan zakatnya, kecuali pada hari Kiamat nanti akan dipakaikan kepadanya pakaian dari api neraka, yang dengan pakaian itu di dalam neraka jahannam pinggang dan keningnya meleleh demikian juga punggungnya. Setiap bagian anggota tubuh tadi hancur maka dikembalikan ke keadaan semula, dan itu berlangsung pada kadar waktu sehari sama dengan lima puluh ribu tahun sampai ditetapkan oleh Allah ketetapan diatara hamba dan diperlihatkan kepadanya apakah jalanya menuju syurga ataukan jalan menuju Neraka” (HR Al Khomsah, kecuali Tirmidzi).
Ukuran nishob emas yang harus dikeluarkan adalah  setelah mencapai nilai 20 dinar, dengan mengeluarkan ½ dinar (2,5 %). Sedangkan ukuran 1 Dinar adalah setara dengan 4,25 gram emas. Jadi nilainya sama dengan 20 x 4,25 = 85 gram Emas. Selain memenuhi kriteria nishob, juga harus telah mencapai satu tahun (haul).
              Sabda nabi SAW dari Aisyah r.a : “Tidak ada zakat pada harta sehingga mencapai haulnya”
        Dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata :
“Setiap 20 dinar zakatnya ½ dinar, dan setiap 40 dinar zakatnya satu dinar”
        Dari Amru bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya dari Nabi SAW berliau bersabda : ”Tidak ada zakat bagi emas yang ukurannya kurang dari 20 mitsqol”
Oleh karena itu jika ditaksirkan 1 gram emas harganya 400.000 rupiah. Maka nishob harta emas dan perak menjadi 85 Gram x 400.000 = 34.000.000, maka setiap kaum muslimin yang memiliki uang/tabungan atau harta baik berupa emas/perak atau uang senilai 34.000.000 atau lebih ( sesuai dengan harga emas yang berlaku) wajib hukumnya mengeluarkan zakat sebesar 2,5%. Jadi perhitungannya adalah menjadi 34.000.000 X 2,5% = Rp. 850.000
2.      ZAKAT TERNAK
            2.1. Nishob zakat Unta  yang wajib dikeluarkan :
1
5 ekor unta
1 ekor kambing
2
10 ekor unta
2 ekor kambing
3
15 ekor unta
3 ekor kambing
4
20 ekor unta
4 ekor kambing
5
25 ekor unta
1 ekor anak Unta betina (bintu makhadl)
(1 ekor anak unta jantan umur lebih dari 2 tahun)
6
36 ekor unta
1 ekor anak unta betina (bintu labun)
7
46 ekor unta
1 ekor anak unta betina (hiqqoh Untsa)
8
61 ekor unta
1 ekor  onta betina muda (jadza’ah)
9
76 ekor unta
2 ekor unta betina (bintaa labun)
10
96 ekor unta
2 ekor unta betina (hiqqatani)
             2.2. Nishob zakat Sapi dan  Kerbau (Jamus) zakatnya sama :
1
  30 ekor sapi
1 ekor sapi umur 1 tahun lebih (tabi’)
2
  40 ekor sapi
1 ekor sapi musinah ( tumbuh gigi, umur 2 th lebih)
3
  60 ekor sapi
2 ekor tabi’
4
  70 ekor sapi
2 ekor ( tabi’ dan musinah)
5
  80 ekor sapi
2 ekor musinah
6
  90 ekor sapi
3 ekor tabi’ah
7
100 ekor sapi
1 ekor musinah dan 2 ekor tabi’
8
110 ekor sapi
2 ekor musinah dan 1 ekor tabi’
9
120 ekor sapi
3 ekor musinah / 4 ekor tabi’
              2.3.Nishob zakat Kambing yang wajib dikeluarkan :
1
40 ekor kambing
1 ekor kambing
2
121 ekor kambing
2 ekor kambing
3
201 ekor kambing
3 ekor kambing
4
400 ekor kambing
4 ekor kambing
3.      ZAKAT TANAMAN
Zakat tanaman hanya diwajibkan atas 4 Jenis :
            1. Gandum ( al Qamhu)
            2. Jewawut ( Asu-Sya’ir)
            3. Kurma (At Tamru)
            4. Kismis ( Az-Zahib)
Dari Musa bin Thalhah, berkata : “Rasulullah SAW telah memerintahkan Mu’adz bin Jabal pada saat diutus ke Yaman yaitu agar dia mengambil zakat dari jewawut, gandum, kurma dan anggur
Dikatakan berikutnya  :
لاتآخد الصدقة الا من هده الاربعة : الشعیر والحنطة والزبیب والتمر
”Janganlah kalian berdua mengambil zakat kecuali dari keempat macam (yaitu) gandum, jewawut, kismis dan kurma”
Mengapa hanya 4 macam saja?
Baihaqi menjelaskan, disebabkan adanya lafadz –illa—apabila diawali dengan nafiy atau nahi menunjukkan makna ‘pembatasan’ terhadap segala sesuatu yang disebut sebelumnya atas segala sesuatu yang disebut sesudahnya. Selain itu, keempat makanan tersebut diatas  adalah merupakan isim jamid, sehingga tidak mengandung arti yang lain baik secara mantuq, mafhum, maupun iltizam. Hal itu karena bukan termasuk isim sifat, bukan juga isim-isim ma’ani, tetapi dibatasi oleh jenis yang disebut dengan isim tersebut. Sehingga mutlak tidak bisa diqiyaskan dengan tanaman jenis lainnya seperti padi, atau dengan lainnya.
Nishob Zakat Tanaman :
            Nishob zakat tanaman yang wajib dikeluarkan adalah 5 wasaq. Sebagaimana rasulullah SAW bersabda : “Tidak ada zakat dalam jumlah yang kurang dari lima wasaq (HR. Bukhari dan Muslim).
Ukuran 1 washoq adalah sama dengan 60 sha’. Satu sha’ sama dengan 4 mud, dan 1 mud sama dengan 1,33 rithl Baghdad. 1 Sha’ = 2,176 kg ( ukuran gandum).Maka untuk 5 wasaq untuk biji-bijian sama dengan 652 kg. Maka setiap panen mencapai 652 Kilo gram wajib mengeluarkan zakat.
Zakat tanaman dikeluarkan saat panen. Besarnya zakat sebagaimana disebutkan dari Imam Ali : “Apabila disiram air hujun, zakatnya sepersepuluh (10%) dan apabila disiran dengan kincir atau alat penyiram, zakatnya seperduapuluh (5%)”.
4.      ZAKAT PERDAGANGAN
            Harta yang digunakan untuk perdagangan wajib dikeluarkan zakatnya berdasarkan kesepakatan para ulama salaf maupun khalaf. Dari Samurah bin Jundab berkata : “Kemudian dari pada itu, sesungguhnya Rasulullah SAW memerintahkan  kepada kami mengambil zakat dari semua yang kami maksudkan untuk dijual” ( HR. Abu Dawud).
Harta perdagangan adalah sesuatu (selain uang) yang digunakan untuk menjalankan perdagangan, baik dengan pembelian maupun penjualan, yang bertujuan memperoleh keuntungan. Harta perdagangan meliputi makanan, pakaian, kendaraan, barang-barang industry, hewan, barang-barang tambang, bangunan, tanah, dan lain-lainnya yang biasa diperjual belikan.
      Zakat perdagangan ini wajib dikeluarkan apabila telah mencapai nilai nishob emas (85 gram emas) dan mencapai haul ( 1 tahun).
Perhitungannya adalah sebagai berikut :
 Apabila seorang pedagang memulai perdagangan dengan harta yang jumlahnya mencapai nishob  misalnya dengan modal 1000 dinar. Setelah 1 tahun  bersamaan dengan keuntungan menjadi 3000 dinar. Maka diwajibkan mengeluarkan harta perdagangan tersebut berdasarkan jumlah terakhir harta yang dimiliki yaitu 3000 dinar bukan 2000 dinar.hal ini seperti seokor kambing yang melahirkan anak-anaknya akan dihitung secara keseluruhan dari awal hingga jumlah terakhir. Perhitungannya sama dengan zakat emas dan perak yakni 1/40 atau 2,5 % dari total keseluruhan harta perdagangan yang ada.
Catatan : Zakat tersebut tidak berlaku jika seseorang yang telah mencapai nishob dan haul tetali masih memilikii hutang, maka harus dukelurkan dahulu untuk membaya hutang dan sisanya baru dihitung kembali. Jika masih masuk hitungan nishob , maka secara syar’I harus mengeluarkan zakatnya. Wallahu a’lam bi ash showab.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s